Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Ketum PB PMII Minta Maaf atas Ucapan Soal Sulteng Pusat Radikalisme
Jumat, 19 Mei 2017 | 10:32:34
SIB/Ant/Basri Marzuki
KETUA PMII DISANKSI ADAT: Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf (tengah) menyerahkan tiga ekor kambing kepada Ketua Adat Kamalisi di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (18/5). Lembaga Adat itu memberi sanksi Ketua Umum PB PMII itu tiga ekor kambing dan 30 piring batu putih terkait pidatonya pada pembukaan Kongres ke-19 PMII yang menyebut tanah Tadulako (tanah adat masyarakat Kaili) sebagai daerah pusat gerakan Islam radikal dan pusat gerakan menentang NKRI yang menuai kecaman dari masyarakat setempat.
Jakarta (SIB) -Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminuddin Ma'ruf meminta maaf atas ucapan yang disampaikannya di depan Presiden Jokowi saat Kongres Nasional XIX PB PMII di Masjid Agung Darussalam, Palu, Sulawesi Tengah. Saat itu dia menyebut Sulawesi Tengah adalah pusat gerakan radikal dan menentang NKRI.

Sebagaimana siaran pers Media Center Kongres XIX PB PMII yang diterima, Kamis (18/5), Aminuddin dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki L Djanggola melakukan mediasi, bersama Ikatan Keluarga Alumni PMII, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (17/5).

"Terkait polemik pidato saya kemarin, tidak ada maksud untuk menyinggung Gubernur Sulawesi Tengah dan masyarakat Sulawesi Tengah secara umum. Dengan itu, saya secara pribadi dan atas nama PB PMII, meminta maaf jika pidato saya kemarin telah menyinggung hati masyarakat Palu dan masyarakat Sulawesi Tengah secara umum," jelas Aminuddin pada kesempatan itu.

Menyambut permintaan maaf Aminuddin, Longki mengatakan dirinya menyesalkan ucapan Aminuddin. Namun dia memaklumi, barangkali Aminuddin terlalu bersemangat saat mengucapkan kalimat itu.

"Yang jelas, saya pun juga sangat menyesalkan sikap adinda saya (Aminuddin Ma'ruf) dengan statement itu. Mungkin karena terlalu semangat, sehingga ya keseleo lidah dan akhirnya dapat memberi arti yang lain," kata Longki.

Selain itu gubernur juga memaklumi pidato Amin yang mungkin saja terpikir dengan kasus-kasus di Jawa atau mungkin terbawa dengan arus isu yang baru dan hangat yang lagi diupayakan oleh pemerintah, semisal persoalan HTI sehingga menimbulkan pidato kontroversial itu.

Longki menerima permintaan maaf Aminuddin. Namun dia meminta agar Aminuddin mengklarifikasi ucapan Aminuddin pada Selasa (16/5). "Jadi prinsipnya saya tidak ada masalah dan menerima permintaan maafnya," kata Longki.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aminuddin Ma'ruf menyebut di wilayah Palu banyak gerakan radikal. Hal tersebut dia sampaikan dalam acara pembukaan Kongres Nasional XIX PB PMII di Masjid Agung Darussalam, Palu, Sulawesi Tengah, di depan Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh lainnya.

"Pak Presiden, kami sengaja laksanakan kongres di Tanah Tadulaku bertema 'Meneguhkan Konsensus Bernegara untuk Indonesia Berkeadaban'. Tanah ini pusat (kegiatan) radikal Islam. Di tanah ini pusat dari gerakan menentang NKRI," kata Ma'ruf, Selasa (16/5).

"PMII sengaja membuat kongres di tanah ini untuk membuktikan, jika ada PMII, tidak sejengkal tanah pun PMII mundur untuk mereka yang mau mengubah Pancasila dan mengancam NKRI. Sebelum kami maju, ada Pak Tito yang maju duluan, ada kakak Banser. Kalau Pak Tito sudah kalah, baru PMII maju," tambah dia. (detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
2 Heli BNPB Dikerahkan Padamkan 69 Hektare Lahan Terbakar di Aceh
Menhan Ingatkan Purnawirawan Pegang Teguh Sumpah Prajurit
Polisi Canangkan Bulan Tertib Trotoar pada Agustus 2017
Dirjen Bina Marga: Tol Darurat Berdebu, Kami Perbaiki di 2018
Tolak Reklamasi, Aliansi Nelayan Gelar Demo di Gedung DPRD DKI
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU