Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
MPR: Indonesia Belum Aman dari Potensi Perpecahan
* Presiden: Hentikan Saling Hujat dan Fitnah
Jumat, 19 Mei 2017 | 10:31:01
Jakarta (SIB) -Wakil Ketua MPR Mahyudin sangat khawatir dan merasa miris melihat fenomena yang terjadi akhir-akhir ini. Potensi-potensi perpecahan bangsa muncul kian marak di Indonesia, terutama setelah Pilkada DKI Jakarta 2017.

Malah, potensi itu melebar makin berbahaya dengan tuntutan penggantian ideologi Pancasila ke ideologi lain.

Hal ini diutarakan Mahyudin dalam Dialog Kebangsaan DPD KNPI bertema "Memantapkan Jiwa Nasionalisme Pemuda sebagai Perekat  Persatuan Bangsa" di Aula Gabi Sabarataan, Kantor Walikota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (18/5).

"Jika saya bisa meminta, sudahlah hentikan semua potensi konflik dan perpecahan bangsa antara lain memfitnah, menghasut, memanas-memanasi.  Terlalu mahal harga dan darah yang harus dibayar bangsa ini jika terjadi perpecahan bangsa," kata kader Partai Golkar ini.

Dia berharap agar masyarakat terutama generasi muda pintar dan bijak ketika menerima ajakan dan provokasi-provokasi yang menimbulkan perpecahan.

"Saya sendiri di grup Wa banyak sekali menerima kiriman-kiriman dan posting-posting berbau SARA, saya tegas menegur tidak boleh mengirim seperti itu.  Saya analisa ternyata asal kiriman tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan, hoax dan akun palsu," ujarnya.

Mahyudin menceritakan, sejarah mencatat bahwa seluruh elemen yang beragam di Indonesia sejak era kerajaan-kerajaan berkuasa di Nusantara, bersepakat bersatu untuk lepas dari penjajahan Belanda, maka lahirlah Indonesia dan Pancasila sebagai perekat seluruh perbedaan yang ada.

Ratusan tahun, lanjut Mahyudin, kerajaan-kerajaan sampai zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia setelah Indonesia lahir berjibaku berdarah-darah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Yang luar biasa adalah pengorbanan kerajaan-kerjaaan yang rela melepas hirarkis kekuasaan dinastinya demi bersepakat membentuk sebjah negara yakni Indonesia.

"Itulah makanya saya tegaskan, terlalu mahal jika bangsa ini mengalami perpecahan. Itu sama saja mengkhianati pengorbanan nenek moyang kita dulu," tegasnya.
Mahyudin mengingatkan, tanpa Pancasila bubarlah bangsa ini. Keutuhan bangsa harus tetap dijaga dengan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan penuh harap, Pimpinan MPR termuda ini mengatakan agar generasi muda jangan jauh-jauh berpikir dan bertindak. Mulailah dari diri sendiri dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

"Abaikan semua ajakan-ajakan yang berbau SARA. Dialog ini adalah salah satu ikhtiar dan upaya meminimalisir potensi perpecahan bangsa. Pemahaman soal Pancasila jangan hanya sebatas teori saja tapi benar-benar diimplementasikan di kehidupan," tandas Mahyudin.

Acara dialog berlangsung selama satu hari, dengan dihadiri amggota MPR RI dari kelompok DPD RI Mochammad Sofwat Hadi, Forkompimda Provinsi Kalimantan Selatan serta Pemkot Banjarbaru dan para pemuda gabungan anggota KNPI dan Himpunan Mahasiswa Islam se-Kalimantan Selatan.

Hentikan Saling Hujat dan Fitnah
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar pemerintahan dari tingkat pusat hingga desa menghentikan sikap saling hujat, fitnah, demo, dan kegiatan tidak produktif lainnya.

Sebaliknya, sebagai pejabat pemerintahan harus berpikir cerdas mengikuti perubahan besar yang sangat cepat di berbagai bidang. Presiden Jokowi menyatakan, setiap detik, menit, jam, hari, minggu dan bulan terjadi lompatan besar dalam kehidupan manusia seiring kemajuan teknologi yang tercermin pada karya Elon Musk dan Jack Ma.

"Elon Musk sudah berbicara mengenai SpaceX, bagaimana mengelola ruang angkasa agar berguna bagi manusia. Kita masih berkutat hal hal yang tidak produktif. Urusan demo, urusan fitnah, urusan hujat-menghujat yang tidak produktif," kata Presiden Jokowi pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2017, Istana Negara, Kamis (18/5).

Peserta Rakornas terdiri atas Inspektur Jenderal Kementerian, Inspektur Utama/Inspektur Lembaga Pemerintah Nonkementerian, Inspektur Provinsi dan Inspektur Kabupaten/Kota. Selain itu, hadir pula 30 perwakilan dari desa terpilih.

Dia meyakini, seorang pemimpin akan ditinggalkan apabila hanya bekerja secara linear, terpaku pada rutinitas sehari-hari.

"Pasti ditinggal. Kerja kita monoton, ditinggal kita," katanya.

Dia mencontohkan, saat ini masih banyak orang yang baru belajar tentang keberadaan internet. Seiring dinamika kemajuan teknologi informasi, sistem internet berubah menjadi mobile internet.

"Kita baru tahu apa itu mobile internet. Sudah diganti lagi dengan Artificial Intelligence. Kita belum rampung belajar satu sudah berubah ke yang lain. Inilah yang saya sebut perubahan dunia yang sangat cepat karena teknologi," katanya.

Artificial Intelligence (AI) adalah kecerdasan entitas ilmiah, kecerdasan buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial.

Presiden Jokowi mengatakan, seorang pemimpin harus mampu menciptakan inovasi dan memiliki daya kreasi yang tinggi.

"Kalau tidak, ditinggal kita. Ini, saya ingin ingatkan kepada bapak, ibu, dan saudara semuanya," katanya.

Dia mengatakan, teknologi yang kini sedang booming, yaitu Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) karya Elon Musk dan Alibaba.com yang diinisiasi Jack Ma.

Jajaran pejabat pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, wajib meniru pola berpikir cepat pendiri Elon Musk dan Jack Ma.

Lompatan-lompatan besar dilakukan Elon Musk dan Jack Ma bertujuan untuk memenangkan persaingan dalam perubahan global saat ini. Elon Musk melalui perusahaannya SpaceX berhasil mengembangkan roket Falcon 1 dan Falcon 9 sebagai kendaraan peluncuran yang dapat dipakai ulang. Sedangkan, Jack Ma berhasil menciptakan sistem pembayaran yang disebut Ali Pay di Tiongkok, sebuah sistem pembayaran tanpa menggunakan kartu kredit.

"Coba lihat Elon Musk. Dia sudah berbicara tentang Tesla, mobil fantastik masa depan. Gagasan dia yang lain adalah hyperloop, yaitu memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan sangat cepat," katanya.

"Kita masih berkutat pada hal hal yang tidak produktif," kata Presiden Jokowi. (rmol/SP/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pedagang Minta Hentikan Eksekusi dan Beri Izin Pendirian Pasar SRO di Pangururan
HUT ke-62, Sat Lantas Polres Asahan Berbagi dengan Warga Kurang Mampu
Bupati Resmikan Pojok Edukasi Sampah di Komplek Stadion Bina Raga Rantauprapat
Anggota DPRD Tegal Kunker ke Tebingtinggi Terkait Perpustakaan dan Arsip
Boy Simangunsong Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Laguboti
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU