Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Sidang Korupsi e-KTP
Paulus Tannos Pergi ke Singapura karena Diserang
Jumat, 19 Mei 2017 | 10:27:21
SIB/Ant/Rosa Panggabean
ADIK GAMAWAN FAUZI MENJADI SAKSI: Dua adik Mantan Mendagri Gamawan Fauzi, Azmin Aulia (kanan) dan Afdal Noverman (kiri) menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) dengan Terdakwa Mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/5). Kedua saksi tersebut dimintai keterangan mengenai aliran uang ke Gamawan Fauzi terkait pekerjaan proyek e-KTP.
Jakarta (SIB) -Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos dimintai keterangan dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi e-KTP. Paulus dimintai keterangan melalui telekonferensi karena sedang berada di Singapura.

Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (18/5) mulai pukul 10.00 WIB. Sebanyak 3 layar ditaruh di ruang sidang. Dua di sisi kiri dan kanan majelis hakim, satu lainnya di depan majelis hakim.

PT Sandipala Arthaputra merupakan salah anggota konsorsium PNRI, pemenang lelang proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Anggota konsorsium terdiri Perum PNRI, PT Sucofindo, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaputra.

"Sempat ada proyek e-KTP, kami bersama beberapa perusahaan, antara lain membentuk suatu konsorsium yang dinamakan konsorsium PNRI. Hasil dari rapat bersama, membahas tanggungjawab masing-masing sehingga kita bentuklah konsorsium untuk mengikuti tender e-KTP," ujar Paulus.

"Saya menghubungi PT LEN, karena sebelumnya saya bekerja sama dengan PT LEN, saya diusulkan untuk bergabung saja dengan konsorsium yang tengah kita bahas. Akhirnya kita sepakat untuk membuat konsorsium," jelasnya.

Menurut Paulus, tender yang diikuti konsorsium PNRI berjalan secara wajar. Konsorsium dinyatakan sebagai pemenang karena mendapat nilai tertinggi untuk proposal yang diajukan.

"Apakah tender proyek ini, berlangsung secara wajar?" tanya hakim Jhon Halasan Butarbutar.

"Seingat saya, dan setahu saya, berlangsung secara wajar," jawabnya.

Diancam dan Diserang
Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos menceritakan alasan dirinya berada di Singapura. Dia sengaja pergi ke Singapura karena ancaman keselamatan diri.

"Rumah saya diserang pada kurang lebih Februari 2012, karena ada masalah dengan chip yang saya pesan dari STM melalui perusahan Oxel tidak dapat dipakai oleh proyek e-KTP," ujar Paulus.

"Karena software yang dimasukkan chip tersebut adalah software yang dipakai untuk project surat izin mengemudi Polri. Bagaimana bisa dipakai untuk e-KTP?
Sehingga tidak bisa dipakai. Sehingga ada peselisihan antara saya dengan Andi Winata, bukan Tomy Winata," jelasnya.

Namun Paulus tak menjelaskan apa posisi Andi Winata di Oxel. Sementara itu, saat ditanya hakim Anwar pihak penyerang rumahnya, Paulus mengaku tak tahu. Hanya saja ia mengaku pernah diancam akan dibunuh.

"Saya tidak tahu siapa yang menyerang rumah saya, tiba-tiba rumah saya diserang, Saya akan dibunuh, sehingga saya lari dari Indonesia. Saya sebenarnya yang Mulia, saya mohon maaf harus melakukan saksi melalui teleconference dan merepotkan banyak orang. Saya ingin hadir di indonesia tapi demi keselamatan jiwa terpaksa saya lakukan teleconference ini di Singapura," tuturnya.

PT Sandipala Arthaputra merupakan anggota konsorsium PNRI yang memenangkan lelang proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Sandipala bertugas mencetak, memvisualisasikan, dan mendistribusikan blanko e-KTP.

PT Sandipala mendapat jatah 45 juta keping e-KTP dengan bayaran mencapai Rp 750 miliar. Hanya saja dari jumlah tersebut, menurut Paulus, PT Sandipala masih belum menerima bayaran sekitar Rp 150 miliar.

Belum Dibayar Rp 150 Miliar
PT Sandipala Arthaputra bertugas mencetak dan mendistribusikan 45 juta keping e-KTP dengan harga per keping Rp 14.400. Hingga tugas selesai dikerjakan, PT Sandipala masih belum menerima bayaran Rp 150 miliar lagi dari total keseluruhan sekitar Rp 750 miliar.

"Rp 150 miliar yang tidak dibayarkan oleh konsorsium kepada Sandipala. Bagian dari 45 juta (keping e-KTP) tersebut," kata Paulus Tannos.

Menurut Paulus, PT Sandipala awalnya akan mendapatkan jatah mencetak 103 juta keping e-KTP. Hanya saja kemudian dikurangi menjadi 60 juta dan kemudian turun lagi menjadi 45 juta.

"Kurang lebih Sandipala seharusnya menerima Rp 750 miliar. Dari 750 itu kurang lebih untuk fee Manajemen Bersama adalah 3 persen. Rp 150 miliar masih ditahan dengan alasan yang menurut perkiraan saya dibuat-buat, Sandipala hanya menerima sekitar Rp 670 miliar," ujarnya.

Paulus menuturkan, pihaknya juga cukup kecewa karena pihak Kemendagri dalam rapat yang dihadiri Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni, dibuat keputusan sepihak terkait penurunan jumlah keping e-KTP yang dikerjakan Sandipala.

Padahal PT Sandipala sudah membeli mesin yang diperuntukkan untuk 172 juta keping e-KTP. Oleh karena itu, Sandipala mengalami kerugian karena investasi tak sebanding dengan bayaran yang didapat.

"Rugi Yang Mulia, kalau kita hitung dengan investasi yang dikeluarkan Sandipala, untuk mencetak 172 juta kartu," jelasnya.

Paulus lantas ditanya mengenai lobi-lobi yang dilakukan selama proyek e-KTP bergulir di Kemendagri. Dia sama sekali tak tahu mengenai adanya lobi-lobi tersebut.

"Saya langsung ke pertanyaan cukup penting dalam perkara ini. Apakah ada lobi-lobi yang dilakukan, bahkan ada pembagian uang tertentu ke sejumlah pihak di sana?" tanya hakim Jhon Halasan Butar-butar.

"Saya tidak tahu ada lobi-lobi tertentu atau ada pembagian uang," jawab Paulus. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Cara Paling Ampuh Non Aktifkan Novanto Versi Refly Harun
325.887 Ormas Berbadan Hukum Terdaftar di Kemenkum HAM
Kasus Rapat Fiktif, Eks Pejabat Kemenag Kembalikan Rp 1,1 Miliar
Komplotan Pemalsu e-Mail Presiden Jokowi Kirim Surat ke 51 BUMN
Presiden RI Minta Para Wali Kota se-Indonesia Jangan Sampai Tidak Menyadari Perubahan Zaman
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU