Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Bertemu Pemred di Istana
Presiden Jokowi: PKI Nongol Gebuk Saja
* Stabilitas Politik dan Keamanan Tak Ada Masalah
Kamis, 18 Mei 2017 | 10:27:53
SIB/Ant/Puspa Perwitasar
BERTEMU PEMRED: Presiden Joko Widodo (tengah kanan) menyampaikan arahan saat pertemuan dengan pemimpin redaksi (Pemred) media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5). Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta Kapolri bertindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku jika ada pihak-pihak yang memecah belah masyarakat, mengancam negara dengan paham yang bertentangan dengan hukum dan dasar negara.
Jakarta (SIB)- Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah akan bertindak tegas terhadap organisasi mana pun yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Presiden tidak akan pandang bulu, baik terhadap kelompok kanan maupun kelompok kiri.

"Organisasi yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, kebhinnekaan, kalau saya, tidak bisa (biarkan)," kata Presiden Jokowi dengan emosi saat melakukan pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Rabu (17/5).

Jokowi menegaskan ia dilantik sebagai presiden dan memegang amanah rakyat. Jokowi akan menegakkan hukum sesuai dengan peraturan yang ada.
"PKI, kalau nongol gebuk saja. Tap MPR sudah jelas (melarang PKI)," ujar Jokowi.

Jokowi menyesalkan ia dan keluarganya terus difitnah terlibat dengan PKI. Bagi Jokowi, ia dan keluarganya sangat jelas sama sekali tidak terkait dengan PKI.

"Saat PKI dibubarkan, saya masih berumur 4 tahun," ujar Jokowi.
Ia juga menjelaskan orangtuanya tidak terkait dengan PKI. Ia mempersilakan agar dilakukan investigasi untuk menyelidikinya.

"Saya lahir jelas, orangtua jelas. Silakan dicek. Tapi setelah orangtua saya jelas tak terlibat PKI kok dibilang itu bukan ibu saya. Kalau seperti itu terus ya tidak rampung-rampung," tutur Jokowi.

"PKI itu kan larangannya jelas. PKI gebuk saja," ucap Jokowi lagi.

Jokowi mengaku emosi atas fitnah-fitnah terhadap dirinya karena menghabiskan energi yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan memajukan kemakmuran rakyat.

"Orang lain sudah bicara urusan fantasi mobil masa depan, kita kok masih urusan begini," ujar Jokowi.

Jokowi lantas mempersilakan masyarakat menyampaikan pendapat dan berdemokrasi sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Sedangkan mengenai rencana membubarkan HTI yang menimbulkan kontroversi, Jokowi percaya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto telah berhitung matang. "Itu sudah disampaikan harus ditindaklanjuti," kata Jokowi.

Tak Ada Masalah
Dalam pertemuan itu, Jokowi memastikan stabilitas ekonomi, politik dan keamanan dalam kondisi baik-baik saja. Kondisi ini harus terus dijaga karena pembangunan membutuhkan stabilitas yang baik. Presiden menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02 persen di 2016. Bagi negara lain angka tersebut merupakan prestasi yang sangat baik.

"Tapi bagi kita ya baik," kata Jokowi.
Jokowi juga kembali memaparkan Indonesia berada di posisi nomor tiga dalam negara-negara G-20. "Harus disebutkan di antara negara G-20," kata Jokowi sambil tersenyum yang disambut senyum para pemimpin redaksi media massa. Untuk diketahui, pernyataan Jokowi soal 'posisi Indonesia sebagai nomor 3' dikritik.

"Inflasi kita cukup baik. Harga bisa dikendalikan," kata Jokowi.

Jokowi lantas bercerita ia banyak ditanya tentang Pilkada Jakarta saat lawatan di luar negeri. Jokowi menjelaskan tidak perlu ada yang terlalu dikhawatirkan karena demokrasi di Indonesia berjalan baik. Provinsi di Indonesia tidak hanya Jakarta saja, tapi ada 33 provinsi lainnya.

"Mereka (kepala negara lain dan investor asing) kaget setelah tahu setiap tahun ada Pilkada. Demokrasi di Indonesia memang seperti itu," kata Jokowi.
Presiden meminta semua pihak agar membantu memberi penjelasan yang benar tentang kondisi negara kita sehingga pembangunan tidak terganggu.
"Stabilitas keamanan dan politik tidak ada masalah," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, pemerintah saat ini sedang fokus melakukan pembangunan infrastruktur terutama di luar Jawa. "Kita membangun pelabuhan, airport, jalan tol transpapua, transSumatera, pembangkit listrik, " jelasnya. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pedagang Minta Hentikan Eksekusi dan Beri Izin Pendirian Pasar SRO di Pangururan
HUT ke-62, Sat Lantas Polres Asahan Berbagi dengan Warga Kurang Mampu
Bupati Resmikan Pojok Edukasi Sampah di Komplek Stadion Bina Raga Rantauprapat
Anggota DPRD Tegal Kunker ke Tebingtinggi Terkait Perpustakaan dan Arsip
Boy Simangunsong Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Laguboti
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU