Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Kali Pertama Marga Bentuk Panitia untuk Melestarikan Nama Pahlawan Nasional
Keluarga Besar Siraja Oloan Usung Perubahan Nama Bandara Silangit Jadi Bandara Sisingamangaraja XII
* GM Immanuel Panggabean : Ini Terobosan Besar, Selayaknya Marga Lain Ikut Mendukungnya
Kamis, 27 April 2017 | 10:11:39
SIB/Danres Saragih
SIRAJA OLOAN : Pemimpin Redaksi SIB GM Immanuel Panggabean BBA menerima audiensi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Si Raja Oloan Sumut sekaligus Panitia Pengusulan Pengganti Nama Bandara Silangit menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII, yang dipimpin oleh Ketua Umum Sanggam SH Bakara, Sekum Drs Hotman Manullang, Ketua Dewan Penasehat Ir Oloan Naibaho, Ketua Panitia Nikson Sinambela SE, Sekretaris Panitia Richard Eddy M Lingga SE MSP, Bendahara Drs Manahan Sihotang, L br Manullang SKM MM, Ketua Raja Naibaho Kota Medan Kariaman Naibaho, Ketua Sihite Kota Medan Marudut Sihite, Majelis Adat Si Raja Oloan Sumut Sabar Maruli Sihite, di kantor SIB Medan, Rabu (26/4).
Medan (SIB) -Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Parsadaan (persatuan-red) Keluarga Besar Siraja Oloan Sumut membentuk Panitia Pengusulan Pengganti Nama Bandara Silangit menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII.

Mereka akan menyampaikan usulan resmi sebagai dukungannya atas perubahan nama Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII.

Hal itu disampaikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Parsadaan Keluarga Besar  Siraja Oloan Sumut/Panitia Pengusulan Pengganti Nama Bandara Silangit menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII saat beraudiensi ke kantor Harian Sinar Indonesia Baru yang diterima langsung oleh Pemred Harian SIB, GM Immanuel Panggabean, di Medan, Rabu (26/4).

Kehadiran rombongan Keluarga Besar Siraja Oloan Sumut ini dipimpin langsung Ketua Umum DPW Sumut yang juga penasehat Panitia dan Pengurus Lembaga Sisingamangaraja XII Sanggam SH Bakara, didampingi Sekum Drs Hotman Manullang, Ketua Dewan Penasehat Ir Oloan Naibaho, Ketua Panitia Nikson Sinambela SE, Sekretaris Panitia Richard Eddy M Lingga SE MSP, Bendahara Drs Manahan Sihotang, Ketua Yayasan Stikes Senior Sumut L br Manullang SKM MM, Ketua Raja Naibaho Medan Kariaman Naibaho, Ketua Sihite Kota Medan Marudut Sihite, dan Majelis Adat Siraja Oloan Sumut Sabar Maruli Sihite.

PRIORITAS
Menurut Sanggam Bakara, awalnya pengusulan penabalan nama Bandara Silangit menjadi Bandara Raja Sisingamangraja XII tersebut diprakarsai pada saat Kongres Parsadaan Keluarga Besar Siraja Oloan se-Indonesia di Batam pada Maret lalu. Di situ dibahas dan akhirnya disepakati menjadi program prioritas tahun ini. "Jadi secara nasional anggota Parsadaan Keluarga Besar Siraja Oloan itu ada 500 ribu, kalau Sumut sendiri lebih kurang 300 ribu orang. Raja Sisingamangaraja XII sebagai pahlawan nasional, wajar kalau kita lebih awal mengusulkan itu. Karena kita juga ada hubungan darah dengan Raja Sisingamangaraja XII," katanya.

Dia juga mengatakan, selain audiensi ke Harian SIB untuk minta dukungan memperjuangkan nama pahlawan nasional ini, pihaknya juga akan melakukan audiensi ke pemerintah kawasan pemekaran Kabupaten Tapanuli dan DPRD-nya dalam waktu dekat ini. "Karena sampai saat  ini Bandara Silangit itu disubsidi oleh 4 kabupaten, yang sebelumnya merupakan kawasan kabupaten Tapanuli Utara (Tapanuli Utara sebagai Induk, Humbahas, Tobasa dan Samosir). Kemudian ke Gubsu dan DPRDSU, Angkasa Pura dan selanjutnya ke pemerintah pusat atau ke Menteri Perhubungan," katanya.

Sementara, Ketua Panitia Nikson Sinambela menambahkan, kalau pihaknya sudah mengirimkan surat ke Menteri Perhubungan. Bahkan Menteri Perhubungan sudah membalas surat pihak panitia. Dalam isi surat itu, pihak panitia diminta untuk segera menyurati Bupati Tapanuli Utara, dan Bupati eks Kabupaten Tapanuli lainnya dan DPRD-nya untuk meminta persetujuan. Kemudian meminta dukungan dari tokoh adat, dan itu harus dilampirkan saat mengajukan surat berikutnya kepada Menteri Perhubungan. "Prosesnya ini kita usahakan secepatnya dan kami harapkan semua elemen masyarakat dan tokoh agama dan adat di Tapanuli dapat mendukung rencana besar ini. Kita harapkan tahun ini bisa terealisasi," ujarnya.

Sanggam Bakara juga menambahkan, Siraja Oloan itu terdiri dari marga Naibaho, Sihotang, Bakara, Sinambela, Sihite, dan Manullang. Tapi ada juga di beberapa daerah keturunannya, seperti di Pakpak antara lain ; marga Lingga, Ujung, Angkat dan lain sebagainya. Di Tanah Karo yaitu ; marga Karokaro, Sitepu, Sinulingga, Kaban dan lainnya. "Jadi Siraja Oloan itu ada di beberapa daerah," katanya.

Mendengar penjelasan tamunya,  GM Immanuel Panggabean spontan menyampaikan ucapan terimakasih dan hormatnya kepada Keluarga Besar Siraja Oloan Sumut serta Panitia Pengusulan Pengganti Nama Bandara Silangit menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII. Ini adalah terobosan besar dari perkumpulan marga dalam hal ini Keluarga Besar Siraja Oloan. Selayaknya perkumpulan marga lain ramai-ramai dapat melakukan hal yang sama demi melestarikan nama pahlawan nasional dari tanah Batak melawan penjajahan Belanda di Tapanuli.

"Sebetulnya kami bukan lagi harus membantu, tapi justru mengucapkan terimakasih kepada Parsadaan Keluarga Besar Siraja Oloan dan pihak panitia, yang telah lebih maju berinisiatif, bahkan diputuskan dalam kongres untuk membentuk panitia mengusung program kerja pelestarian nama Raja Sisingamangaraja XII dalam sejarah. Terimakasih kepada Pak Sanggam Bakara dan Keluarga Besar Siraja Oloan yang tidak berhenti dalam menyuarakan apa yang dulu diperjuangkan Pak DR GM Panggabean, ujar GM Immanuel penuh syukur.

Sebab kalau harian SIB ini saja yang bersuara bisa saja dipikir orang untuk kepentingan keluarga GM Panggabean. Jadi kalau ada marga seperti Siraja Oloan yang menyuarakan seperti sekarang ini, itu sangat luar biasa. Apalagi Pak Bakara masih rela menyumbangkan pikiran, tenaga dan waktunya untuk memperjuangkan pelestarian nama Raja Sisingamangaraja XII, kata GM Immanuel.

Kalaupun nanti berhasil atau belum, itu urusan kedua. Tetapi kalau kita tidak berbuat tapi mengharapkan berhasil, itu sama saja mimpi. Saya sebenarnya sudah lama merindukan ini dari kalangan perkumpulan marga termasuk para pimpinan gereja agar mengusulkan nama Raja Sisingamangaraja XII menjadi nama Bandara Silangit. Kalau bisa jangan hanya melalui statemen saja, tapi juga dengan aksi nyata dengan menyurati pihak pemerintahan terkait. Kalaupun ada yang mengusulkan menjadi nama lainnya silahkan saja. Tapi kalau itu bukan nama Sisingamangaraja XII sangat disayangkan karena dimana-mana di Indonesia, nama pahlawan dari daerah setempat diabadikan di bandaranya, ujarnya.

"Saya ingin publikasikan ini dengan segera, supaya para elemen masyarakat lainnya terdorong untuk memperjuangkan hal yang sama. Karena Pak Bakara dan Siraja Oloan memperjuangkan ini tanpa pamrih, cita-cita Pak GM Panggabean dalam membesarkan nama Raja Sisingamangaraja XII sudah dilanjutkan oleh Pak Bakara bersama Keluarga Besar Siraja Oloan," katanya.

Dia juga menyampaikan, kesempatan untuk membuat nama Bandara Kuala Namu menjadi Bandara Sisingamangaraja XII belum terpenuhi. Karena nama itu sulit direalisasikan karena terkendala kepentingan yang heterogen di Sumut secara keseluruhan.

Tapi untuk Bandara Silangit, menimbang lokasinya berada di kawasan Tapanuli, tentu ini akan lebih mudah untuk mewujudkannya. Hendaknya masyarakat Batak dapat menyamakan persepsi bahwa dengan mengusung nama Raja Sisingamangaraja XII kita mengedepankan nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan pahlawan nasional. Bukan agama maupun suku.

Kemudian menimbang lagi kepentingan masyarakat luas yang berbeda-beda dan kepentingan nasional, tentu untuk pengajuan nama Bandara Sisingamangaraja XII ini bukan agama yang kita tonjolkan tapi kepahlawanan Sisingamangaraja XII yang merupakan pemimpin, pemersatu, pejuang seperti halnya para pahlawan yang berasal dari berbagai suku, agama dan golongan berbeda tapi bersatu memerdekakan Indonesia. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya," ujar GM Immanuel.

Untuk itu, dia meminta, agar semua masyarakat Tapanuli tidak sungkan lagi memperjuangkan nama besar Raja Sisingamangaraja XII. Semua marga harus turut bersatu memperjuangkan penabalan nama Raja Sisingamangaraja XII menjadi nama Bandara Silangit. Untuk itu, saya juga berharap agar para panitia mempersiapkan surat usulan resmi dari Keluarga Besar Siraja Oloan, baik itu ditujukan ke pemerintahan kawasan eks Tapanuli Utara dan DPRD setempat, maupun ke pemerintah Provinsi Sumut dan DPRDSU serta pemerintahan pusat," paparnya.

Dia juga mengajak para masyarakat kawasan Tapanuli supaya mau berbuat dan bergerak untuk memperjuangkan nama besar pahlawan nasional Raja Sisingamangraja XII menjadi nama Bandara Silangit. "Kita harus berkolaborasi dalam memperjuangkan ini, tidak boleh sendiri-sendiri. Semua marga harus bersatu. Kalau saat ini mulai dilakukan Raja Oloan, marga lain juga harus turut bergerak. Dengan begitu semuanya itu akan terwujud," katanya mengakhiri. (A11/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Eminem Kesal Lagunya Tak Ditanggapi Donald Trump
Wujud Syukur PPr HKI Melalui Lagu Tangiang Ni Dainangi
India Raih Gelar Miss World 2017, Indonesia Best Costum
Musa Rajeckshah Alias Ijeck Ditabalkan Marga Sembiring dan Istri Boru Barus
Geopark Toba Bisa Eksis Mendunia dengan Promo--Peduli Mandiri Masyarakat
KOMENTAR PEMBACA:
Terdapat 2 komentar untuk artikel ini.
Lebih setuju apabila nama Pahlawan Nasional kita Raja Sisingamangaraja XII dapat diabadikan pada nama yg lebih besar yaitu Bandara Kualanamu International (KNO) menjadi Bandara Sisingamangaraja XII krn beliau adalah Pahlawan Nasional Sumatera Utara. Dan Panitia agar mengajukan kembali lagi usul ini utk mendapat persetujuan dan rekomendasi dari Pemerintah dan DPRD Propinsi Sumut dan selanjutnya sbg dasar pertimbangan persetujuan pemerintah pusat oleh bpk Presiden. Dan saya rasa ini akan dapat diterima oleh pemerintah dan DPRD Propsu karena Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai jasa2 para pahlawannya. Sedangkan Bandara Silangit menjadi Bandara D.I. Panjaitan (Pahlawan Revolusi). Terima kasih. Salam hormat.

Lebih setuju apabila nama Pahlawan Nasional kita Raja Sisingamangaraja XII dapat diabadikan pada nama yg lebih besar yaitu Bandara Kualanamu International (KNO) menjadi Bandara Sisingamangaraja XII krn beliau adalah Pahlawan Nasional Sumatera Utara. Dan Panitia agar mengajukan kembali lagi usul ini utk mendapat persetujuan dan rekomendasi dari Pemerintah dan DPRD Propinsi Sumut dan selanjutnya sbg dasar pertimbangan persetujuan pemerintah pusat oleh bpk Presiden. Dan saya rasa ini akan dapat diterima oleh pemerintah dan DPRD Propsu karena Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai jasa2 para pahlawannya. Sedangkan Bandara Silangit menjadi Bandara D.I. Panjaitan (Pahlawan Revolusi). Terima kasih. Salam hormat.



Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU