Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Hadirnya Ical di Jumpa Pers Kemenangan Anies-Sandi Kagetkan Kader Golkar
* Hampir 100% Suara Agus-Sylvi ke Anies-Sandi
Jumat, 21 April 2017 | 10:51:40
Jakarta (SIB)- Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) turut hadir ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4) petang. Ical berkumpul dengan Prabowo, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Mereka bergembira menyambut kemenangan versi hitung cepat pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI 2017. Kehadiran Ical di 'pesta kemenangan' kubu Anies-Sandi itu cukup memantik perhatian. Seperti diketahui Partai Golkar adalah pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Lalu mengapa Ical datang ke kubu lawan?
Juru bicara Ical, Lalu Mara Satriawangsa memberikan jawaban. Menurut dia, kedatangan Ical ke kediaman Prabowo karena diundang. "Tiga kali diundang, yang undang Pak Prabowo untuk merajut silaturahmi," kata Lalu saat berbincang, Kamis (20/4).

"Sebagai sahabat, Pak Ical mengucapkan selamat (ke Anies-Sandi). Namanya diundang kan wajib datang. Janganlah diterjemahkan dalam konteks politik," tambah Lalu.

Apalagi, kata dia, Prabowo dan Ical adalah sahabat lama sejak mereka kecil. "Pak Ical dan Pak Prabowo ini sama-sama anak Menteng," papar Lalu.
Namun nampaknya, Partai Golkar menganggap kunjungan Ical ke rumah Prabowo dan berkumpul bersama kubu Anies-Sandi sebagai hal yang serius. Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham menyebut kehadiran Ical akan dibicarakan di kalangan internal partai tersebut.

"Saya kira nanti akan kita bicarakan di lingkup internal Golkar," kata Idrus di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (19/4) usai berkumpul dengan kubu Ahok-Djarot.

Kagetkan Internal Golkar
Kedatangan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dalam konferensi pers kemenangan Anies-Sandi di kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto kemarin membuat kaget internal Golkar. Ical dianggap selama ini taat keputusan partai yang mendukung Ahok-Djarot.

"Kita juga kaget sebenarnya. Setahu saya pak Aburizal Bakrie taat dengan apa yang sudah disepakati oleh partai," kata Wasekjen Golkar, Ace Hasan Syadzily.
Ace mengatakan seharusnya setiap kader partai harus memiliki loyalitas dan fatsun atas segala keputusan partai. Termasuk soal tindakan yang mengarah pada tendensi.

"Tindakan Pak Aburizal Bakrie dan kawan-kawan yang bergabung dengan Pak Anies-Sandi, sebagaimana disampaikan harus dibicarakan di internal partai," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Sekjen Golkar Idrus Marham juga telah mengatakan untuk membicarakan ini dalam internal Partai Golkar. Namun agenda tersebut hingga saat ini masih belum dijadwalkan.

"Tapi kalau sudah pernyataan Pak Sekjen begitu mungkin dalam waktu dekat," tandas Ace.

Soal sanksi Ace belum dapat memastikan. Ia tidak mau buru-buru berpendapat.

"Tidak tahu. Saya tidak ingin mendahului keputusan partai," pungkasnya.

Median: Hampir 100% Suara Agus-Sylvi ke Anies-Sandi

Persentase perolehan suara pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno di putaran kedua melonjak tinggi dibanding putaran pertama. Peneliti Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun menilai suara pasangan nomor urut 1 Agus Yudhoyono-Sylviana Murni beralih ke Anies-Sandi.

Sementara itu, perolehan suara pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat terlihat hampir sama dengan putaran pertama. "Jadi kalau saya melihat, perolehan suara Pak Ahok sama persis di putaran pertama dan itu berarti hampir seratus persen pemilih Agus-Sylvi ke Anies-Sandi," ujar Rico.

Rico menyebut sebetulnya elektabilitas Ahok-Djarot sempat meningkat pasca-debat final yang digelar KPU. Data itu didapat dalam survei mereka.
Namun, mendekati hari pencoblosan, ada video kontroversial yang diunggah oleh timses Ahok-Djarot. Hal itu, menurut Rico, membuat elektabilitas Ahok-Djarot kembali menurun.

Dalam survei yang dilakukan Median juga terdapat temuan bahwa banyak warga yang resah akan netralitas aparat negara. Ada warga yang melihat aparat negara cenderung berpihak kepada pasangan tertentu dengan mengungkit kasus hukum calon lain.

"Masyarakat resah, kok sepertinya ada, sepertinya penegak hukum kurang netral. Seperti contoh putaran pertama, Bu Sylvi kena kasus yang sekarang tak jelas hukumnya gimana," ucap Rico.

Berdasarkan data real count KPU dengan data masuk sebesar 50,81%, Anies-Sandi mendapat 56% suara dan Ahok-Djarot 44% suara. Dibanding putaran pertama, Ahok-Djarot mendapat 42,96%, Anies-Sandi mendapat 39,97%, dan Agus-Sylvi 17,06%. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jalan Pertanian di Sipinggan Sidamanik Butuh Perhatian
Jalan Tertimbun Longsor, 87 KK Warga Rimo Bunga Karo Terisolir
Peringati Hari Juang Kartika ke-72, Kodim 0206 Dairi Gelar Berbagai Kegiatan
RAPBD Karo TA 2018 Rp 1,3 Triliun Defisit Rp 85 Miliar Lebih
Menyambut HJK, Kodim 0108/Agara Bedah Rumah Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU