Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Ayah Korban Pembunuhan Satu Keluarga Ingin Andi Lala Dihukum Mati
* Andi Lala Tiba di Mapoldasu
Senin, 17 April 2017 | 10:14:23
SIB/Roy Marisi Simorangkir
BOYONG TERSANGKA : Petugas Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Poldasu memboyong tersangka Andi Lala, terduga otak pelaku pembunuhan satu keluarga di Mabar, Minggu (16/ 4).
Medan  (SIB)- Andi Lala, otak pembunuhan satu keluarga di Medan, menurut keluarga korban, pantas dihukum mati. Sebab, perbuatannya membantai keluarga Rianto secara sadis tidak manusiawi dan brutal.

"Tersangka pantas dijatuhi hukuman mati karena telah menghilangkan nyawa Rianto sekeluarga secara keji, di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli," kata Wagiman, orang tua Rianto, saat ditemui di Mabar, Minggu (16/4).

Rianto, (40), merupakan anak kedua di antara tiga bersaudara. Wagiman menuturkan dia merasa kehilangan anak kesayangannya itu. Apalagi, Rianto meninggal dengan cara dibunuh secara sadis.

Rianto beserta istrinya, Riyani (35), dua anaknya Syafa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11), serta mertuanya, Marni (60), ditemukan tewas pada Minggu, 9 April 2017, di Kelurahan Mabar. Anak bungsu Rianto, Kinara (4) , satu-satunya korban yang selamat dalam upaya pembunuhan itu. Namun, saat ditemukan kondisinya kritis.

"Ini adalah perbuatan yang biadab dan tidak perlu diberi ampun, pelaku tersebut harus diberi sanksi hukuman mati sebagai ganjaran akibat perbuatan yang dilakukannya," kata Wagiman.

Perbuatan Andi Lala, kata Wagiman, tak hanya merugikan keluarganya tapi juga meresahkan masyarakat. "Polisi terpaksa mengerahkan cukup banyak personel untuk menangkap pelaku pembunuhan sekeluarga yang melarikan diri itu," ucap pria 66 tahun itu.

Ia menambahkan, pelaku pembunuhan seperti itu tidak pantas hidup di tengah masyarakat karena akan menimbulkan rasa takut bagi warga yang membayangkan perbuatan yang pernah dia lakukan terhadap Rianto.

Hukuman mati kepada Andi Lala, menurut Wagiman, juga sebagai pelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan perbuatan yang sama. Sebab, menghilangkan nyawa orang adalah perbuatan melanggar hukum dan dilarang ajaran agama Islam.

"Sebagai warga masyarakat yang baik harus patuh terhadap hukum dan jangan sampai melakukan perbuatan yang salah. Apalagi sampai membunuh sekeluarga yang tidak bersalah," kata Wagiman.

Andi Lala (35), sempat menjadi buron polisi sebelum akhirnya ditangkap di Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempes, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Sabtu, 15 April 2017, pukul 05.10 WIB. Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sumatera Utara menangkap pelaku lain, yaitu Roni (21), dan Andi Syahputra, (27), di Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, pada Rabu, 12 April 2017.

 tiba di mapoldasu
Sementara itu,  Andi Lala (35), tiba di Mapoldasu dengan pengawalan ketat belasan personil polisi, Minggu (16/4) malam.

Kepada wartawan di Mapoldasu, Direktur Ditreskrimum Poldasu Kombes Pol Nurfallah melalui Kasubdit III/Jahtanras AKBP Faisal F Napitupulu mengatakan, pihaknya memang segaja memilih jalur darat untuk pengiriman tersangka, dengan tujuan melakukan pengembangan di sepanjang perjalanan dari Riau ke Mapoldasu Jalan Sisingamangaraja Medan.

 "Proses pengiriman tersangka ke Poldasu menggunakan jalur darat, karena sekaligus melakukan pengembangan di sepanjang jalan dari Riau ke Sumut," ujarnya.

Diakui, untuk memboyong tersangka hingga tiba di Mapoldasu, pihaknya harus menempuh sekira 22 jam perjalanan darat. Untuk mengamankan proses pengiriman tersangka, diturunkan 12 personil dengan senjata lengkap. Diketahui, ke-12 personil itu terbagi atas, 8 petugas Subdit Jahtanras Poldasu dibantu 4 personil Polres Pelabuhan Belawan.

"Untuk mengevakuasi tersangka hingga sampai ke Medan, kami harus menempuh sekira 22 jam perjalanan," katanya.

Pantauan SIB, setelah tiba di Mapoldasu dengan pengawalan ketat belasan personil kepolisian, Andi Lala terpaksa dibopong petugas karena kedua kakinya ditembak, setelah melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat dilakukan pengembangan. (Ant/A15/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Penikaman di Finlandia dan Rusia, 2 Orang Tewas 14 Terluka
Balita Tewas “Dikeroyok” 30 Tawon
Trump Pecat Penasihat Senior Steve Bannon yang Kontroversial
Sama-sama Tidak Populer, Putin Dinilai Lebih Baik dari Trump
Kebakaran Besar di Portugal, Ribuan Warga Desa Terperangkap
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU