Home  / 
Hingga September 2018, Kantong Negara Terisi Rp1.312 Triliun
Jumat, 19 Oktober 2018 | 13:29:48
Jakarta (SIB) -Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan negara hingga September 2018 sebesar Rp1.312,3 triliun. Angka ini tercatat sekitar 69,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang senilai Rp1.894,7 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku senang dengan capaian ini, lantaran pertumbuhannya mencapai 19 persen dibanding posisi yang sama tahun sebelumnya yakni Rp1.103 triliun.

"Ini kenaikan yang cukup tinggi dan penerimaan sampai dengan 30 September sudah menunjukkan arah yang positif," papar Sri Mulyani, Rabu (17/10).

Lebih lanjut, ia merinci kontribusi penerimaan negara tersebut. Pertama, penerimaan perpajakan sudah mencapai Rp1.024,5 triliun atau 63,3 persen dari target Rp1.618,1 triliun. Dengan kata lain, penerimaan perpajakan bertumbuh 16,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penerimaan itu terdiri dari penerimaan pajak yang mencapai Rp900,9 triliun yang tumbuh 16,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan, penerimaan bea dan cukai sebesar Rp123,6 triliun yang tumbuh 14,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan perpajakan, dari sisi pajak dan bea cukai semuanya menunjukkan pertumbuhan yang cukup sehat," papar dia.

Penerimaan negara juga mencatat hasil positif dari segi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp281,4 triliun atau bertumbuh 27,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini sudah lebih besar 2,2 persen dari target APBN 2018 Rp275,4 triliun.

Sri Mulyani mengatakan penerimaan PNBP yang melebihi target ini disebabkan faktor harga komoditas dan depresiasi nilai tukar rupiah. Dua harga komoditas yang mempengaruhi PNBP hingga kemarin adalah batu bara dan minyak dunia, yang cenderung membaik dibanding tahun sebelumnya.

Jika dirinci lebih lanjut, PNBP dari Sumber Daya Alam (SDA) sudah mencapai Rp121 triliun atau 116,7 persen dibanding targetnya Rp103,7 triliun. Kinerja positif juga didapatkan dari pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp39,5 triliun atau tumbuh 17,1 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Tahun lalu di posisi yang sama, PNBP adalah Rp81,5 triliun, sehingga pertumbuhannya 48,5 persen. Memang PNBP akan terlihat positif di SDA karena kurs dan harga komoditas," pungkas dia. (CNNI/l) 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU