Home  / 
Kawasan Danau Toba Memerlukan Kehadiran Entrepreneur yang Handal dan Kreatif
Kamis, 18 Oktober 2018 | 15:39:34
Jakarta (SIB) -Untuk mendukung terwujudnya destinasi wisata yang strategis,   kawasan Danau Toba sangat membutuhkan kehadiran entrepreneur-entrepreneur  yang andal dan kreatif.

Hal ini seiring dan sejalan  dengan gencarnya pemerintahan Joko Widodo menggenjot pembangunan dan pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. 

"Sebagai destinasi wisata yang akan terus berkembang, kawasan Danau Toba sangat membutuhkan kehadiran entrepreneur-entrepreneur andalan dan kreatif," ujar Pemerhati Pariwisata  Ir. Sanggam  Hutapea, MM, Rabu  (17/10) di Jakarta, usai beberapa minggu  melakukan  perjalanan wisata ke beberapa destinasi wisata di kawasan  Eropah.

Menurutnya, kekurangan entrepreneur- entrepreneur di kawasan Danau Toba  sangat terasa karena faktanya sangat minim ditemukan makanan ringan khas Danau Toba dan souvenir- sebagai kenang-kenangan para wisatawan.

Padahal, kalau mau jujur dan kreatif banyak makanan khas tradisionil yang bisa diolah dan dikemas seperti Tipa-Tipa, cemilan khas dari Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Tipa-Tipa  ini bahannya dari  padi muda yang diolah sedemikian rupa. 

Souvenir atau barang barang kecil khas masyarakat di kawasan Danau Toba juga minim. Padahal souvenir itu bisa menjadi tanda atau kenang kenangan perjalanan bagi wisatawan. Misalnya.  membuat gelang berbahan ulos, gantungan kunci, kaos, topi, tas, atau sendal.

"Terus terang, sektor ini belum digarap, padahal pasarnya cukup menjanjikan, hanya butuh kreatif mendisain souvenir wisata yang berkualitas untuk dibawa  para wisatawan sebagai oleh-oleh setelah berkunjung ke kawasan Danau Toba, "  ujar Sanggam sambil menambahkan,  potensi masyarakat kawasan  Danau Toba yang doyan dan senang bernyanyi juga perlu dibina dan diberikan tempat  khusus di lokasi wisata sehingga menjadi bagian dari produk wisata .

Sebab, kreatif itu sangat dibutuhkan karena di beberapa destinasi wisata di Eropah, masyarakatnya terlihat sangat kreatif menciptakan produk produk yang menjadi daya tarik.  

Kalau entrepreneur semakin banyak maka pengembangan industri pariwisata menciptakan lapangan kerja yang luas, dari mulai usaha usaha baru  sepert rental motor, mobil, home stay dan lain sebagainya. 

Danau Toba harus dijadikan sebagai magnet untuk mengembangkan pariwisata  di kawasan Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah , Tapanuli Selatan dan Nias.  
Jika hal ini terwujud, maka suatu saat akan terwujud wisata Tapanuli Adventure (petualangan ).

Sanggam Hutapea, yang akan maju sebagai Caleg dari Partai Nasdem  dari Dapil II Sumut ini meminta dan  mendorong berbagai pihak untuk  mengemas kawasan  Danau Toba dalam sebuah narasi sejarah.  

Dia memberi contoh wisata batu bertindih di Inggris.  Mereka mengemas ceritanya, sehingga wisatawan bisa  terkagum kagum .

Menurutnya, proses kejadian Danau Toba akibat erupsi hebat Gunung Toba yang terjadi lebih kurang 70.000 tahun lalu,  jika narasinya dikemas  dengan baik akan sangat menarik sehingga  masyarakat dunia sadar bahwa ada letusan gunung merapi sedahsyat ini.  

"Ini kejadian luar biasa kan, "tukas Sanggam sembari menyebutkan, merangkai narasi terjadinya  Danau Toba dengan baik lalu ada kemasan budaya dan lainnya sangat  penting  untuk membuat kawasan Danau Toba  semakin menarik.

Intinya, harus ada ikon Danau Toba yang menarik dan membuat wisatawan tertekun . Kita harus memancing keingintahuan orang.  Sebab, kalau  tidak  ada  kemasan , maka Danau Toba hanya monoton menawarkan keindahan alam dan budaya. 

"Memang ini pekerjaan rumah kita bersama" tutur Sanggam. 

Jika  masyarakat kawasan Danau Toba ( Batak) tidak mengambil peluang ini , bukan tidak mungkin  orang lain akan mengambilnya dan masyarakat akhirnya hanya sebagai penonton. 

 Untuk melahirkan entrepreneur-entrepreneur dari kalangan masyarakat kawasan Danau Toba yang mayoritas suku Batak, maka menurut Sanggam harus ada perubahan pradigma dan pola pikir. 

Masyarakat Batak  hendaknya tidak  mengidentikkan melayani sebagai " hatoban'. tetapi melayani  adalah bagian dari industri jasa. 

Untuk melahirkan  entrepreneur dan merobah paradigma masyarakat, menurut Sanggam Hutapea peran gereja dan komunitas marga sangat besar, dan jangan sampai nanti kesulitan mencari orang yang bekerja di hotel.  

Dia yakin,  10 tahun ke depan industri pariwisata di Danau Toba akan booming.  Masyarakat di kawasan Danau Toba harus melihat masa depan pariwisata Danau Toba,  jangan melihat sekarang. 

Sanggam Hutapea sangat yakin masa depan pariwisata Danau Toba, apa lagi pemerintahan Jokowi benar benar serius membangun kawasan Danau Toba.   
Diakuinya,  sudah banyak investor mau ambil bagian dalam industri perhotelan . Disebutkannya,  Sibisa, satu desa yang terletak  di Toba Samosir dan dekat dengan Kota Parapat sedang diproyeksikan sebagai nusa duanya Danau Toba.  Kalau ada pertemuan pertemuan bertaraf internasionl bisa digelar di Sibisa.  

"Kalau itu sudah terwujud , tentu butuh banyak pegawai, masak didatangkan dari luar .Ini harus dilihat masyarakat sebagai sebuah kesempatan," tukas  Sanggam. (J01/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Raih Action Star of the Year, Aktris Zimbabwe-Amerika Ungguli Chris Pratt dan Ryan Reynolds
Adjie Notonegoro Kini Mengembala, Berkesaksian di GBI GranDhika Medan
Hombo Batu Disuguhkan di Stosa Art Parade 3
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Jalan Desa Sopobutar-Pardomuan Dairi Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU