Home  / 
Ketua GPEI Sumut Hendrik Sitompul
Kinerja Eksportir Sumut Mampu Naikkan Devisa Ekspor
Jumat, 21 September 2018 | 20:39:28
SIB/Dok
FOTO BERSAMA : Para peserta rapat koordinasi GPEI Sumut berfoto bersama Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik H Sitompul MM usai rapat koordinasi di Kantor Balai Besar Karantina, Selasa (18/9).
Medan (SIB) -Periode Januari-Agustus 2018, neraca perdagangan Sumut sebesar 1,510 miliar dolar AS yang diperoleh dari selisih antara ekspor 3,781 miliar dolar AS dengan impor 2,270 miliar dolar AS.

Hal itu disampaikan Perwakilan Bea dan Cukai Belawan Mahdi Jafar kepada peserta rapat koordinasi Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara (Sumut) di Kantor Balai Besar Karantina di Jalan Karya Jasa No 14 Medan Johor, Selasa (18/9). "Sungguh pencapaian yang membanggakan. 
Bea Cukai akan memberikan sertifikat penghargaan kepada pelaku usaha," ujarnya yang disambut tepuk tangan para peserta rapat. 

Lebih lanjut, dipaparkannya data eksportir dengan jumlah devisa terbesar periode Januari-Agustus 2018, dihasilkan 25 pelaku usaha.

Penghasil devisa terbesar di urutan pertama adalah PT Musim Mas dengan devisa 1,203 miliar dolar AS. Urutan kedua ditempati PT Smart Tbk dengan devisa sebesar 313 juta dolar AS. Selanjutnya disusul PT Sumatera Agro Makmur Indonesia yang menghasilkan devisa sebesar 282 juta dolar AS.

Di samping itu, dijelaskannya bahwa eksportir wajib memberitahukan barang yang akan diekspor ke Kantor Bea dan Cukai sebagai tempat pemuatan dengan menggunakan Nota Pelayanan Ekspor (NPE) dan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

"NPE adalah nota yang diterbitkan Pejabat Pemeriksa Dokumen Ekspor atau Sistem Komputer Pelayanan atas Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang disampaikan, untuk melindungi pemasukan barang yang akan diekspor ke kawasan Pabean atau pemuatannya ke sarana pengangkut," jelasnya.

Sedangkan PEB adalah dokumen yang wajib dibuat eksportir ketika akan melakukan ekspor barang, sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 155/PMK.04/2008 tentang Pemberitahuan Pabean. Hal ini menunjukkan bahwa setiap barang keluar atau masuk wajib diberitahukan kepada negara dalam hal ini diwakili Bea Cukai.

"Pengurusan PEB di kantor Pabean dapat dilakukan sendiri oleh eksportir atau dikuasakan kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), yaitu badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir," ujarnya mengakhiri.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul MM mengapresiasi pengusaha ekspor di Sumut yang berhasil menjaga nilai perdagangan Sumut surplus selama tahun 2018. 

Dia berharap kinerja perdagangan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan lebih baik lagi melalui kerjasama dan dukungan para pemangku kepentingan.

"Ini merupakan prestasi luar biasa untuk Sumut. Semoga kita bisa memertahankan prestasi ini bahkan bisa meningkatkannya jadi lebih baik lagi," sebutnya.

Rapat Koordinasi GPEI Sumut dihadiri Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Bea Cukai Belawan, Balai Karantina Pertanian Belawan, Balai Karantina Perikanan Belawan, GM BICT Belawan, PT Greenex Sumatera Mandiri, PT GSM, PT BPLU, PT Mujur Timber, PT Samawood, PTPN III, PT Musim Mas dan PT Mutiara Laut Abadi. (A13/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bamsoet Pastikan Kasus Penembakan di DPR Bukan Teror, Tapi Peluru Nyasar
Panitia Nasional Tinjau Venue Perayaan Natal 2018 di Medan
Korupsi Alat Kontrasepsi Rp 72 M, Pejabat BKKBN Dibui 2 Tahun
Gubsu Serahkan Tali Asih Rp 2,5 M kepada 10 Atlet Berprestasi di Asian Para Games 2018
Jokowi Beri Beasiswa kepada 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU