Home  / 
Jokowi Minta Republik Ceko Bantu Hapus Diskriminasi Sawit
Selasa, 18 September 2018 | 22:34:49
Jakarta (SIB) -Pemerintah Indonesia meminta berbagai pihak di Republik Ceko membantu penghapusan potensi diskriminasi atas produk kelapa sawit Indonesia di pasar Eropa. Wakil Menlu AM Fachir di Istana Kepresidenan Jakarta, menyebutkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pertemuan dengan delegasi Senat Republik Ceko yang juga dihadiri wakil Kadin negara itu menyampaikan tiga hal termasuk masalah produk kelapa sawit.

"Pesan yang disampaikan adalah permintaan dukungan bagi produk kelapa sawit Indonesia, dan secara khusus kemudian disampaikan menyangkut 17 juta petani Indonesia yan terkait dalam produk kelapa sawit ini," katanya. Menanggapi permintaan itu, menurut AM Fachir, mereka menyatakan tidak memiliki persoalan terkait itu.

"Namun mereka tentu akan ikut agar persoalan itu dapat segera diselesaikan, antara lain terkait masih adanya potensi diskriminasi. Itu tadi Bapak Presiden minta supaya Republik Ceko bisa membantu kita, " kata Fachir. Ia menyebutkan hal lain yang disampaikan Presiden Jokowi adalah dukungan atas kerja sama parlemen kedua negara tertutama untuk memajukan pluralisme dan toleransi sekaligus juga kerja sama ekonomi.

"Untuk dimaklumi bahwa Ketua Senat Republik Ceko dan rombongan itu juga mengikutsertakan sejumlah pengusaha karena itu Presiden Jokowi juga mengatakan kita memiliki komitmen meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Ceko," katanya.

Dalam pertemuan itu, Presiden juga menyampaikan permintaan dukungan agar Republik Cek membantu mempercepat konklusi perundingan kemitraan ekonomi menyeluruh Indonesia Uni Eropa atau IU CEPA.

Sementara Senat Republik Ceko antara lain menyampaikan perlunya peningkatan kerja sama energi karena saat ini negaraviti surplus dalam energi. "Juga disampaikan upaya kerja sama di bidang otomotif, dan Bapak Presiden secara terbuka mengatakan Indonesia tentu ingin bekerja sama dalam pengembangan otomotif, bahkan mengarah pada industru 4.0," katanya. Mereka membuka peluang mahasiswa Indonesia terutama di bidang kedokteran untuk belajar di negara Eropa itu.

Sementara itu mengenai volume perdagangan kedua negara, Fachir menyebutkan saat ini mencapai sekitar 260 juta dolar AS dan Indonesia dalam posisi defisit. "Mereka membawa pengusaha ke sini untuk semakin meningkatkan kerja sama, bahkan mereka mengapresiasi makin banyak turis Republik Ceko datang ke sini, " katanya.

Ketika ditanya komitmen investasi pengusaha Republik Ceko di Indonesia, Fachir mengatakan belum tahu. "Saya belum tahu, ini nanti masih akan ketemu dengan berbagai pihak termasuk Menteri Perindustrian," katanya. (T/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
Studi: Ratusan Suplemen Diet Mengandung Obat Ilegal
Penting Bagi Orang Tua! Kenali Tiga Tanda Leukemia pada Anak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU