Home  / 
Kendalikan Impor, Proyek Pembangkit Listrik PLN Dievaluasi
Kamis, 16 Agustus 2018 | 15:34:02
Jakarta (SIB) -Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sebagai upaya tegas mengendalikan impor, proyek pembangkit listrik PLN yang tidak memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) akan ditunda.

"Jadi sekarang (proyek) PLN yang konten lokalnya kurang, kami suruh pakai (bahan) dalam negeri. Kalau tidak, ya di-reschedule (dijadwalkan ulang), khusus untuk yang belum tanda tangan (perjanjian)," kata Luhut di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa (14/8).

Menurut Luhut, evaluasi proyek kelistrikan PLN dilakukan sebagai upaya tegas pemerintah mengendalikan impor terkait dengan kondisi neraca pembayaran yang makin tidak menggembirakan.

Besaran TKDN yang harus dipenuhi, menurut Luhut, bervariasi, bergantung pada kapasitas pembangkit listrik yang dibangun. Namun ia menegaskan proyek tersebut hanya berlaku bagi proyek-proyek di Pulau Jawa. Sebab, menurut dia, pulau terpadat di Indonesia itu telah kelebihan pasokan listrik.

Luhut menambahkan, evaluasi terhadap proyek pembangkit listrik diyakininya tidak akan berdampak pada progres program pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW). Terlebih, langkah tersebut dilakukan hanya untuk menghadapi ketidakpastian global yang tengah terjadi dan berimbas pada perekonomian dalam negeri.

"Tidak ada yang perlu ditakuti. Masih tetap (berjalan). Sekarang kita di Jawa ini kelebihan listrik, jadi tidak akan menjadi masalah. Ini kita (lakukan) hanya melewati periode krisis dunia," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut PLN dan Pertamina merupakan dua BUMN yang memiliki komponen impor barang modal yang sangat besar. Pemerintah meminta mereka melihat kembali impor mereka.

"Tidak hanya harus memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), tapi juga melihat secara langsung berapa jumlah impor barang modal. Untuk proyek yang belum financial closing, akan ditunda," kata Sri Mulyani. (T/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU