Home  / 
Proteksi AS Perkeruh Iklim Ekonomi Global
Kamis, 14 Juni 2018 | 11:04:57
BERLIN (SIB)  -Dana Moneter Internasional (IMF) mengkritik sejumlah kebijakan proteksionisme perdagangan oleh Amerika Serikat (AS). Lembaga kreditor internasional itu menilai kebijakan AS tersebut bisa mengancam pemulihan ekonomi global.

"Awan terbesar dan tergelap yang kita lihat adalah kemerosotan dalam kepercayaan yang dipicu oleh sebuah upaya untuk menantang cara perdagangan yang dilakukan, di mana hubungan telah ditangani dan di mana organisasi-organisasi multilateral telah beroperasi," kata Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde di Berlin, Jerman, awal pekan ini.

Dia membuat pernyataan setelah pertemuan tahunan di Berlin dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan pemimpin organisasi-organisasi ekonomi dunia termasuk Bank Dunia, Organisasi Perdagangan Dunia, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Organisasi Perburuhan Internasional dan Bank Pembangunan Afrika.

IMF memperkirakan ekonomi global akan tumbuh 3,9 persen pada 2018 dan 2019, menandai sedikit peningkatan dari 3,8 persen tahun lalu. "Awan semakin jelas, yang kami tunjukkan sekitar enam bulan lalu semakin gelap dari hari ke hari, dan saya akan mengatakan, pada akhir pekan," ujar Lagarde.

TARIK DUKUNGAN
Menyusul KTT Kelompok Tujuh (G7) selama akhir pekan, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan menarik dukungan bagi deklarasi bersama tentang perdagangan bebas yang ditandatangani bersama dalam pertemuan di Kanada.

Merkel menanggapi ini pada Minggu (10/6), mengatakan keputusan Trump pada menit-menit terakhir adalah menyadarkan sekaligus mengecewakan, dan mengancam dengan tindakan-tindakan balasan Uni Eropa dalam perang perdagangan yang meningkat antara kedua kekuatan transatlantik tersebut.

Direktur pelaksana IMF mengatakan tantangan untuk perdagangan dunia adalah rusaknya kepercayaan bisnis dan menempatkan ekonomi global dalam risiko. 
Untuk memastikan multilateralisme yang efektif, Lagarde bersama dengan para pemimpin ekonomi lainnya, menyerukan perhatian global, tanggung jawab global dan solusi global. "Multilateralisme yang efektif lebih penting dari sebelumnya," kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama. (KJ/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Istana Tepis Prabowo Soal Mark Up LRT: Ada Penghematan Rp13 T
Bawaslu: Ada Patroli 24 Jam Antisipasi "Serangan Fajar" Pilkada
Kemenhub Bagi 5.000 Life Jacket ke Operator Kapal Danau Toba
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
KM Sinar Bangun Terdeteksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU