Home  / 
RUPS PT Perkebunan Sumut, Gubsu Harapkan Pemprovsu Berikan Kecukupan Modal
Selasa, 22 Mei 2018 | 11:41:48
SIB/Dok
RUPS: Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi MSi foto bersama dengan Dirut PT Perkebunan Sumut Drs H Darwin Nasution SH, Komisaris Utama Ir Herawaty N MMA, Dewan Pengawas Bondaharo Siregar dan jajaran PT Perkebunan Sumut lainnya, usai pimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Perkebunan di Kantor PT Perkebunan Sumut, Jalan Jamin Ginting Medan, Senin (21/5).
Medan (SIB) -Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi MSi mengharapkan, pimpinan Pemprovsu di masa mendatang dapat memberikan kecukupan modal kepada PT Perkebunan Sumut, sehingga BUMD ini dapat berjalan optimal. Karena, selama ini BUMD tersebut masih menggunakan dana pihak ketiga, yaitu dari perbankan. Seperti diketahui dana dari perbankan itu nantinya memerlukan bunga. Sehingga keuntungan yang diperoleh BUMD sebagian untuk membayar bunga.

Memang menurut dia, kecukupan modal PT Perkebunan belum tercapai sesuai dengan apa yang disepakati sejak awal BUMD ini ada. Termasuk penyertaan modal dari Pemprovsu yang belum maksimal. "Ke depannya diharapkan Pemprovsu dapat memberikan kecukupan modal kepada BUMD, sehingga bisa memberikan keuntungan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Erry pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Perkebunan di Kantor PT Perkebunan Sumut, Jalan Jamin Ginting Medan, Senin (21/5).

Pada kesempatan itu, Gubsu mengatakan, dari laporan direksi  dari hasil pengawasan selama tahun 2017, bahwa PT Perkebunan pada tahun 2017 mengalami peningkatan kinerja dan juga laba. "Ini merupakan suatu hal yang cukup baik. Meskipun masih adanya kendala-kendala yang perlu diperbaiki ke depannya," ujarnya.

Erry juga mengharapkan kepada PT Perkebunan untuk terus memperbaiki kinerja. "Kinerja yang pengawasannya telah disampaikan dewan komisaris, baik dari sisi produksi dan lain-lain secara teknisnya harus diperbaiki. Sehingga BUMD ini bisa menjadi salah satu BUMD yang sehat dan bisa memberikan kontribusinya bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sumut," sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Sumut Drs H Darwin Nasution SH, bahwa modal yang telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Koperasi Karyawan Perkebunan sebagai pemegang Saham PT Perkebunan Sumut belum sepenuhnya disetorkan. "Kesepakatan sebesar lebih kurang Rp 600 miliar, sejauh ini yang dipenuhi baru sekitar 47 persen," ujarnya.

Padahal, kata dia, bisnis perkebunan adalah bisnis yang membutuhkan investasi yang cukup besar. Karenanya butuh penambahan modal dari pemegang saham. "Diharapkan pemegang saham bisa menambahkan modalnya agar bisnis perkebunan ini bisa dikembangkan ke depannya," katanya.

Seperti yang disampaikan Gubsu, lanjut dia, karena kurangnya modal maka PT Perkebunan mengajukan pinjaman kepada perbankan. "Seperti kita ketahui bila dari perbankan, tentunya harus mengembalikan pokok dan membayar bunga. Hal ini tentunya membebani pembiyaan perusahaan. Oleh karenanya kami sangat membutuhkan tambahan dana dari pemegang saham,"  ucapnya.

Turut hadir pada rapat tersebut Komisaris Utama Ir Herawaty N MMA, beserta dewan komisaris lainnya, Dewan Pengawas Bondaharo Siregar, Kabiro Perekonomian Setdaprovsu Ernita Bangun dan jajaran PT Perkebunan Sumut. (A11/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polres Siantar Ringkus Dua Pria Diduga Terkait Perjudian
Tim Pegasus Polsek Pancurbatu Amankan Tersangka Pencuri
Polsek Patumbak Amankan Pedagang Bawa Sajam
BNN Gagalkan Peredaran 14,5 Kg Sabu dan 63.500 Butir Ekstasi
Miliki Narkotika, 2 Warga Hatonduhan Diringkus Polisi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU