Home  / 
Bulan Ramadan dan Jelang Idul Fitri Harga Kebutuhan Pokok Bergerak Naik
Senin, 21 Mei 2018 | 12:47:50
Medan (SIB) -Kalangan  DPRD Sumut mengatakan, pemerintah harus segera melakukan operasi pasar dengan melakukan intervensi terhadap harga barang-barang di pasaran, terutama barang kebutuhan pokok masyarakat, agar tidak melambung tinggi  selama bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Hal ini dikatakan anggota Komisi C DPRD Sumut  Zeira Salim Ritonga dan anggota Komisi E Juliski Simorangkir kepada wartawan, Minggu (20/5) di Medan, terkait harga barang-barang kebutuhan pokok mulai bergerak naik.

Menurut Juliski, harga bahan kebutuhan pokok saat ini terutama di bulan Ramadan tidak stabil, bahkan cenderung melambung tinggi, seperti harga bawang merah dari Rp24.000 per kg naik menjadi Rp40.000 per kg. Ayam potong dari Rp26.000 per kg naik menjadi Rp33.000 per kg, cabai rawit dari Rp16.000 per kg naik menjadi Rp24.000 per kg.

"Demikian halnya harga daging sapi dan bahan pokok lainnya mengalami kenaikan saat menjelang Ramadan dan harga bahan pokok tersebut juga diperkirakan naik lagi menjelang  Idul Fitri, karena harga barang-barang tersebut diserahkan kepada harga pasar, sehingga harga tidak terkendali," ujar Juliski.

Untuk itu, Ketua DPP PKPI Sumut ini meminta pemerintah melalui Dinas Perdagangan harus secara rutin meninjau harga pasar dan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga-harga, agar masyarakat tetap memiliki daya beli.

"Kebiasaan pemerintah menjelang Ramadan selalu melaporkan stok barang kebutuhan aman, tapi harga dibiarkan tidak terkendali, akhirnya yang susah masyarakat juga," ujar Juliski.

Hal serupa juga dinyatakan Zeira Salim, seharusnya pemerintah segera menetapkan harga batas atas dan bawah untuk bahan makanan berupa daging dan bahan pokok . "Pemerintah harus mampu mengintervensi pasar agar harga jangan melambung tinggi, termasuk juga menetapkan harga batas dan bawah daging," katanya.

Seperti diketahui, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Medan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke rumah potong hewan (RPH) di Medan. Dalam sidak tersebut, harga daging sapi dari RPH ke pedagang sekitar Rp 103 ribu/kg, sementara harga sapi hidup Rp45 ribu/kg. 

Zeira menyebutkan, harga di RPH tidak pernah lebih Rp103 ribu/kg, tapi di pedagang harga daging biasanya terus naik jelang Ramadan dan Lebaran, bahakan saat ini harga daging di pasaran sudah mencapai Rp125 ribu/kg. "Atas dasar itulah, pemerintah harus memperketat pengawasan mengenai 9 bahan pokok agar jangan terjadi kenaikan harga yang tidak terkendali, sehingga memberatkan masyarakat," ujarnya.

Menurut politisi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Sumut ini, kenaikan ini dapat dicegah dengan berbagai upaya, mulai dengan pengawasan distribusi sampai dengan operasi pasar. Harga daging yang pada saat ini melambung tinggi harus menjadi perhatian pemerintah daerah dan pusat.

Zeira juga mengingatkan para pengusaha jangan melakukan spekulasi yang merugikan konsumen dengan menimbun kebutuhan bahan pokok, sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan para pengusaha. "Termasuk juga mengenai barang yang tidak layak konsumsi lagi alias kedaluarsa harus disidak oleh Balai POM," tambahnya.(A03/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepergok Mencuri, Seorang Pria Dimassa Warga di Pematangsiantar
Simpan Sabu di Tempat Beras, IRT Dituntut 1 Tahun Suaminya 7 Tahun di PN Simalungun
Polrestabes Medan Ringkus Pelaku Penggelapan di Tangerang
Jual Sabu Tanpa Hak Dituntut 10 Tahun di PN Simalungun
Memperkosa Gadis Tetangga, Suratman Divonis 6 Tahun Penjara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU