Home  / 
Teror Bom Ditangani Serius, Mendag: Investor Bertahan di RI
Selasa, 15 Mei 2018 | 16:13:17
Jakarta (SIB) -Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita optimistis kalangan investor akan tetap bertahan di Indonesia meski sedang terjadi teror bom di sejumlah daerah. Pasalnya, teror bom itu masih di bawah kontrol pihak keamanan, sehingga tidak menimbulkan efek domino berkelanjutan.

"Percayalah bahwa pemerintah akan mengatasi kejadian ini. Kami juga terus melihat perkembangannya. Artinya, sangat serius untuk ditangani," ujar Enggartiasto di pabrik PT Multi Bintang Indonesia Tbk di Tangerang, Senin (14/5). "Percayakan kepada aparat keamanan. Jangan disebarkan gambar-gambar (terorisme) itu, karena pada dasarnya itulah yang diharapkan teroris," katanya. 

Meski begitu, Enggar juga menyebutkan pelarangan perjalanan ke Indonesia oleh sejumlah negara masih dalam ranah wajar, karena semua pemimpin negara berupaya melindungi warganya. "Sesaat ada travel advice, itu satu hal yang wajar. Ini juga kita saksikan, pada saat bersamaan, di Paris juga terjadi (teror), ya kan," ucapnya.

Menteri Enggar menuturkan peristiwa teror selama dua hari terakhir diyakini dapat diatasi oleh aparat penegak hukum. Bahkan Presiden Joko Widodo langsung tiba di lokasi kejadian pasca-serangan bom di tiga gereja di Surabaya.

Tak Berdampak 
Sementara itu, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara menyebut aksi teror bom di Surabaya tidak berdampak besar terhadap perekonomian. 

"Pelaku usaha saya kira sangat rasional melihat prospek jangka panjang. Harapannya, (dampaknya) sangat kecil dan temporer," ujar Bhima lewat pesan pendek, Senin (14/5).

Meskipun Indeks Harga Saham Indonesia (IHSG) Senin dibuka turun sebesar 1,37 persen ke 5.874 serta rupiah melemah 0,2 persen ke Rp13.988 per dolar AS, dampak dari aksi teror itu hanya temporer.

Selain itu, Bhima menyebut hal yang sama terjadi saat penyanderaan anggota polisi di Mako Brimob, Depok beberapa waktu lalu. Saat itu, hampir tidak ada dampak yang mempengaruhi sentimen pasar jika dilihat dari IHSG yang ditutup naik 2,31 persen.

"Ada perbedaan efek dari bom seperti bom Bali atau bom JW Marriot dengan aksi teror belakangan ini yang sifatnya menyerang target warga lokal dan aparat keamanan," tutur dia.

Prospek bisnis di Surabaya sendiri, kata Bhima, masih cerah dengan tingkat populasi kelas menengah yang semakin besar. Ia juga menyebut ada beberapa faktor pendukung perekonomian setempat, seperti pengembangan kawasan industri yang bagus serta pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,45 persen.

Bhima mengatakan saat ini investor lebih mencermati data-data ekonomi makro dan tren kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed). Ia memperkirakan pada pekan ini IHSG justru dibuka menguat ke 6.000-6.100.

"Tapi pemerintah dan aparat keamanan harus tetap mewaspadai ancaman terorisme menjelang acara besar seperti Pilkada, Asian Games, dan IMF World Bank Meeting di Bali," ucap peneliti Indef ini.

Kepercayaan Investor Masih Terjaga
Bank Indonesia (BI) optimistis kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih terjaga dan tidak akan tergerus oleh aksi teror seperti insiden bom Surabaya.

"Kepercayaan investor kami lihat masih tetap terjaga. Bank sentral mendukung aparat hukum dan keamanan dalam menangani masalah keamanan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman di Jakarta, Senin (14/5).

Bank sentral juga mendorong aparat penegak hukum untuk memulihkan stabilitas keamanan agar tidak memberikan dampak lanjutan terhadap stabilitas perekonomian.

Pengusaha : Iklim Investasi Tak Terdampak
Polri pun sudah menerapkan siaga I untuk semua jajarannya di daerah agar lebih waspada. Merespons situasi, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani menilai aksi bom bunuh diri yang terjadi beruntun tak akan mengganggu iklim investasi.

"Iklim investasi tidak akan berdampak karena investor selalu mempunyai pandangan atau view jangka panjang dalam berinvestasi," kata Rosan saat dihubungi di Jakarta, Senin (14/5).

Rosan menjelaskan, para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia lebih melihat fundamental ekonomi Indonesia yang masih tumbuh di atas 5%, dan inflasi yang terjaga di level rendah.

"Perekonomian kita masih tumbuh secara stabil dan ditunjang fundamental yang solid," tutur Rosan.

Meski tidak ganggu iklim investasi, Rosan mengaku aksi bom bunuh diri menjadi lebih berdampak pada ekonomi di sektor pariwisata.

"Apabila ada travel banned atau pelarangan travel ke negara kita, ini menyebabkan sektor pariwisata dan turunannya akan berdampak," ungkap dia. 

Minta Industri Keuangan Tetap Tenang
Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi perekonomian nasional akan tetap berjalan dengan baik meskipun ada insiden ledakan. 

Deputi Komisioner Perbankan I OJK Boedi Armanto mengungkapkan industri keuangan nasional harus tetap tenang. Sebab, aparat sudah berupaya untuk menjaga dan meningkatkan keamanan.

"Indonesia sedang berduka dengan kejadian di pemboman di Surabaya dan Sidoarjo, tapi kita bersama telah menyaksikan aparat keamanan berupaya menjaga stabilitas dan kondisi keamanan nasional," kata Boedi dalam acara diskusi Memacu Inklusi Keuangan Syariah di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (14/5).

Boedi juga mengungkapkan saat ini kondisi perekonomian nasional masih tetap dalam kondisi baik. Karena itu pelaku jasa keuangan harus tetap tenang.

"Kami imbau pelaku industri jasa keuangan untuk tetap tenang mengingat secara fundamental, perekonomian kita masih terjaga dengan baik," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya terkait kejadian terorisme di Mako Brimob Depok, Surabaya dan Sidoarjo.

"Kami menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya atas kejadian ledakan di Surabaya dan Sidoarjo. Belum lama juga ada aksi penyerangan di Mako Brimob," imbuh dia. (detikfinance/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Indonesia Tawarkan 6 Solusi Bantu Palestina Lewat KTT OKI
Singapura Siap Bantu Malaysia Selidiki Skandal Korupsi 1MDB
Anwar Ibrahim Tuntut Pemulihan Nama Baik soal Sodomi
Konsumsi Antibiotik Tingkatkan Risiko Batu Ginjal
Brokoli Sayur yang Wajib Dikonsumsi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU