Home  / 
PwC: Ekonomi Indonesia Bisa Menyalip Rusia dan Jerman di 2030
Jumat, 23 Maret 2018 | 18:12:16
Jakarta (SIB) -Pidato Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut ramalan Indonesia bubar di 2030 menjadi kontroversi karena Prabowo mengutipnya dari novel berjudul 'Ghost Fleet'. Jadi, dasarnya fiksi atau kajian ilmiah?

"Begini ya, jadi di luar negeri ada namanya scenario writing. Memang bentuknya mungkin novel, tapi yang nulis adalah ahli-ahli intelijen strategis," kata Prabowo saat ditanya wartawan di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Namun nyatanya tidak semua pihak asing yang pesimistis terhadap Indonesia. Sebuah lembaga akuntan publik, PricewaterhouseCoopers (PwC) membuat laporan mengenai negara-negara berkembang yang diperkirakan akan mendominasi ekonomi global pada tahun 2030 mendatang.

Dari laporan yang dirilis September 2017 itu, negara berkembang seperti India dan Brasil diperkirakan akan semakin menantang dominasi ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan China.

Menariknya, dalam laporan tersebut Indonesia juga termasuk ke dalam 5 besar negara berkembang yang mendominasi perekonomian global pada tahun 2030 mendatang.

Laporan tersebut membuat proyeksi berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan paritas daya beli (Purchasing Power Parity/PPP). PPP adalah model yang menggambarkan daya beli dan nilai dari mata uang tertentu.

Berikut daftar 21 negara yang diperkirakan mendominasi perekonomian global mendatang, seperti dikutip dari seasia.co, Kamis (22/3).

China - US$ 38.008 triliun, Amerika Serikat - US$ 23.475 triliun, India - US$ 19.511 triliun, Jepang - US$ 5.606 triliun, Indonesia - US$ 5.424 triliun, Rusia - US$ 4.736 triliun,  Jerman - US$ 4.707 triliun,  Brasil - US$ 4.439 triliun,  Meksiko - US$ 3.661 triliun,  Inggris - US$ 3.638 triliun,  Prancis - US$ 3.377 triliun,  Turki - US$ 2.996 triliun, Arab Saudi - US$ 2.755 triliun, Korea Selatan - US$ 2.651 triliun,  Italia - US$ 2.541 triliun, Iran - US$ 2.354 triliun, Spanyol - US$ 2.159 triliun, Kanada - US$ 2.141 triliun, Mesir - US$ 2.049 triliun, Pakistan - US$ 1.868 triliun dan Nigeria - US$ 1.794 triliun.

Selain PwC, beberapa pihak asing maupun lokal juga punya prediksi RI jadi negara maju. (detikfinance/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Bengkalis Dicegah KPK ke Luar Negeri
Dimulai 23 September, Kampanye Pilpres Berakhir 13 April 2019
Jaksa Agung Sebut Pelanggaran HAM Berat Tak Bisa Diselesaikan Secara Hukum
Manchester United Percaya Diri Bisa Kalahkan Wolverhampton
Digugat OSO, KPU Siap Pertanggungjawabkan Keputusannya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU