Home  / 
Luas Tanam Bawang Putih di Sumut Hanya 14 Hektare, Produksi 5 Ton per Hektare
Rabu, 14 Maret 2018 | 12:46:19
Medan (SIB) -Selama tahun 2017, luas tanam komoditi bawang putih di Sumatera Utara  hanya 14 hektare, dengan produksi yang dihasilkan  rata-rata mencapai 5 ton per hektare. Berdasarkan Asem(Angka Sementara) produktivitas komoditi ini 39,79 kwintal per hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut melalui Kasi Program Fahri Perangin-angin SE kepada SIB mengatakan, Selasa(13/3), selama 2017, tanaman komoditi tersebut yakni di Kabupaten Karo 6 hektare dengan produksi dihasilkan 250 kwintal , Nias Selatan 3 hektare, produksinya 27 kwintal dan Samosir 5 hektare, produksinya 280 kwintal.

Ketika ditanya bibit yang digunakan petani,menurut Fahri, masih lokal. Usai panen bawang putih ,petani memilih komoditi yang dianggap unggul  dijadikan bibit untuk ditanam kembali,karena memang Sumut belum memiliki penangkar benih bawang putih."Susah mendapat bibit unggul di Sumut, jadi hasil panen ukuran tetap kecil,ujarnya masa panen bawang putih 3 bulan.

Disinggung bibit impor, setahunya, Sumut belum pernah menggunakan bibit impor.Hanya bibit lokal dari hasil panen petani.

Tahun 2018 ini, luas tanam bawang putih di Sumut hanya Kabupaten Samosir . Januari tahun ini luas tanam  baru seluas 1 hektare.

Diberitakan SIB,Selasa(13/3), Kementerian Perdagangan menyegel bibit bawang putih impor di Komplek Pergudangan Distributor Center Jakarta Utara.Penyegelan dilakukan lantaran bibit tersebut  dijual bebas sebagai bawang konsumsi.Padahal izin dalam surat masuk  bibit bawang putih  seharusnya untuk tanam.

Bibit bawang putih illegal dari China sebanyak 5 ton itu bagian dari 8 kontainer yang masuk ke Indonesia dan disebut-sebut akan dibawa ke Sumatera utara,Malang dan beberapa daerah lain.

Harum
Fahri menyebut, bawang  putih lokal rasanya lebih segar dan masyarakat lebih menyukainya meskipun bentuknya kecil,tidak sebesar bawang putih impor.

Menurut pantauan SIB di sejumlah pasar di Medan, Selasa(13/3), harga bawang putih Rp 48.000 per kg. Namun di pasaran  sulit mendapatkan bawang putih lokal. Menurut salah seorang pedagang,  ada dua jenis bawang putih dijualnya yakni bawang putih impor dari Tiongkok dan bawang putih lokal dari Jawa. Harga keduanya tidak jauh berbeda, namun ukuran serta rasanya yang berbeda.

"Bawang putih lokal jumlahnya terbatas lebih banyak bawang putih impor," tuturnya.

Sementara itu,  Herman, distributor atau agen bawang di Jalan Medan-Binjai ini mengatakan masyarakat lebih menyukai bawang putih lokal ketimbang bawang putih impor. Namun karena sulit dicari makanya pilihan pada bawang putih impor yang harganya lebih murah.

Karena kebutuhan bawang putih terus meningkat,untuk menu masakan sehingga stok jual komoditi ini terus bertambah  dan sangat laris manis di pasaran,ujarnya.
"Kalau kami  di sini kan melayani pembelian dengan jumlah besar, jadi walau sedikit saja mengalami kenaikan pastinya sangat berefek buat kita. Karena banyak hal yang harus kita pikirkan  yakni  menambah biaya-biaya lain seperti transportasi untuk pengangkutan bawang ini," ungkapnya.(A2/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU