Home  / 
Pemerintah Segera Terbitkan Aturan Baru Libur Bayar Pajak
* Sri Mulyani Janjikan Insentif Pajak Bagi Pengusaha
Rabu, 14 Maret 2018 | 12:45:10
Sleman (SIB) -Pemerintah memutuskan merevisi kebijakan tax holiday alias libur bayar pajak untuk meningkatkan minat investasi di tanah air. Dalam waktu dekat, kebijakan pembebasan pajak bagi investor itu segera diterbitkan.

"Tax holiday kami tadi sudah rapat dengan Pak Presiden di kantor Menko Perekonomian, tax holiday akan segera diterbitkan, mekanismenya ada perubahan," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, seusai acara peresmian KLIK di 15 Kawasan Industri, di The Alana Yogyakarta Hotel, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Senin (12/3).

Dijelaskannya, fasilitas tax holiday akan diberikan 100 persen kepada investor yang berinvestasi di atas Rp 1 triliun. Pertimbangan revisi tax holiday karena tax holiday yang sebelumnya sudah diberikan ternyata oleh investor masih dianggap prosesnya memakan waktu.

"Kepastian bagi pengusaha tidak langsung. Nanti pada saat pengusaha melakukan aplikasi maka bisa melihat bahwa industrinya masuk kategori industri hulu dan statusnya pionir maka bisa langsung mendapatkan fasilitas," ujarnya.

Diakuinya, pemberian tax holiday ini tidak akan berpengaruh terhadap pendapatan negara. Karena tax holiday diberikan bagi investasi baru.

"Kalau tidak ada investasi pendapatan negara nol, kalau dengan adanya investasi tentu ada hal lain menyangkut PPN, PPh dari tenaga kerja, dan juga multi player effect," sebutnya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi setelah terbitnya tax holiday untuk industri hulu serta pengembangan kawasan industri. Selain tax holiday, pemerintah juga akan memberikan tax allowence (keringanan pajak). Tapi penerapan tax allowence masih membutuh waktu karena menunggu Peraturan Pemerintah sebagai dasar hukumnya. Sedangkan tax holiday cukup dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Nanti tax holiday dilaksanakan setelah PMK keluar, dilanjutkan sosialisasi, harapannya tidak terlalu lama," terang Airlangga.

Dari pembahasan awal, pihaknya meminta masa tax holiday bisa panjang agar manfaatnya bisa dirasakan bagi ekonomi negara.

"Agar manfaatnya nendang, ada efek bagi investor agar masuk dalam industri. Termasuk insentif-insentif tax allowence kalau sebelumnya ada prosedur inves saat produksi baru ditentukan dapat holiday atau tidak, tapi sekarang di awal begitu investasi langsung dapat, mindset-nya akan ada perubahan," jelasnya.

Penerapan tax holiday ini bisa berjalan beriringan dengan kebijakan penambahan jumlah kawasan industri dalam bagian KLIK dan diharapkan memiliki peran strategis menumbuhkan pertumbuhan ekonomi.

Airlangga juga berharap nantinya kawasan industri bisa dikembangkan dengan pendirian Politeknik. Yakni bagi investor selain bisa masuk membawa teknologi dan produk, juga bisa membagikan keahlian melalui pendidikan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sekitar kawasan industri.

"Setelah tax amnesty, kini giliran tax holiday dan tax allowence bagi investor. Dan tentunya bagi kawasan industri diharapkan bisa menangkap peluang," imbuhnya.

Janjikan Insentif Pajak
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengingatkan para pengusaha untuk menyimpan uang atau surplus usaha di dalam negeri. Hal itu disampaikannya saat memberikan penghargaan kepada 31 wajib pajak (WP) yang  terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar di lingkungan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Jakarta Selatan, Selasa (13/3).

"Pesan saya, karena perusahaan dan pribadi yang berdiri di sini tajir-tajir, tolong surplus usahanya jangan disimpan dalam sekuritas apalagi di luar negeri.
Tanamkan di dalam negeri dan kami kasih insentif," kata Sri Mulyani disambut tepuk tangan para WP yang hadir menerima penghargaan.

Sri Mulyani menjelaskan, pada April mendatang pemerintah menargetkan perubahan kebijakan insentif untuk investasi akan selesai. Hal tersebut bertujuan agar target penerimaan pajak yang lebih tinggi untuk tahun ini tercapai, yaitu sebesar Rp 1.424 triliun. "Jadi nanti akan ada perubahan yang sangat radikal dalam desain insentif investasi kita," katanya.

Seperti diketahui, sampai saat ini masih banyak pengusaha yang menyimpan uangnya dalam sekuritas atau pun di luar negeri. Sandiaga Uno misalnya, sebelum menjabat Gubernur DKI Jakarta, mengaku jika sebagian hartanya disimpan di luar negeri.

Menurut Garibaldi Thohir atau biasa dikenal dengan Boy Thohir, CEO dari PT Adaro Energy Tbk., saat ini iklim perpajakan Indonesia sudah berubah dan mengalami transformasi luar biasa. Dirjen Pajak saat ini dinilai berhasil membangun kepercayaan dan kerjasama dengan wajib pajak untuk patuh membayar pajak.
Kalangan pengusaha, menurut Boy, melihat transformasi pajak yang luar biasa saat ini. "Kalau dulu saya takut, sekarang saya minta waktu untuk bekerja sama dengan Pak Dirjen Pajak," kata Boy.

Selain pelayanan, sosialisasi berbagai peraturan pajak baru juga dinilai baik sehingga wajib pajak bisa memahami segala peraturan tersebut. "Kami juga sadar jika pajak yang kami berikan ini berguna untuk pembangunan Indonesia. Jadi kalau bisa, kami jangan dikejar-kejar tapi diberi penjelasan. Kami akan memahami," tutur Boy. (detikFinance/T/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU