Home  / 
Harga Tomat Anjlok di Silimakuta, Petani Mengeluh
Selasa, 13 Maret 2018 | 17:11:24
SIB/Mey hendika Girsang
TOMAT: Tomat petani di Silimakuta belum dipanen meski sebagian sudah memerah di batang. Hal itu dilakukan petani karena harga anjlok dari Rp 4.500 sampai Rp 6.000 per kilogram menjadi Rp 2.000 per kilogram di tingkat petani, Senin (12/3).
Simalungun (SIB) -Petani tomat di Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun mengeluh. Pasalnya, harga tomat di daerah itu anjlok hingga Rp 2.000-Rp 2.500 per kilogram di tingkat petani, Senin (12/3).

"Harga Rp 2.000 per kilogram, petani sudah jelas rugi. Karena biaya produksi tomat per batang berkisar Rp 4.000 sampai Rp 4.500, belum termasuk upah tenaga kerja Rp 70.000 per hari," keluh Rusli Purba, Sweden Saragih, Inangiel Naibaho dan petani lainnya secara terpisah.

"Biaya pengeluaran itu belum termasuk beli keranjang dengan tali pengikat dengan harga Rp 20.000 per unit," ucap Rusli sembari mengatakan, harga tomat anjlok sekira sebulan terakhir.

Anjloknya harga tomat yang sebelumnya sempat mencapai Rp 4.500 sampai Rp 6.000 per kilogram, membuat petani enggan meningkatkan produksi dimusim tanam ke depan lantaran petani rugi saat ini.

Petani berharap, pemerintah turun tangan menstabilkan harga, supaya petani tidak rugi. "Jangan hanya harga naik, pemerintah turun ke pasar. Sebaiknya, pada saat harga anjlok, pemerintah juga harus turun ke pasar, supaya ada keseimbangan. Itu harapan kita sebagai petani," harap mereka. (D06/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor Bupati Batubara Tuntut Diangkat Jadi PNS
LSM KLiK : DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Pihak Terkait
Aliansi Mahasiswa Aksi Damai di Polres Asahan Tolak Deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU