Home  / 
Trump Naikkan Bea Masuk Baja, Harga Mobil Pabrikan AS Bisa Naik
* Sri Mulyani Khawatir Ada Perang Bea Masuk Baja
Rabu, 7 Maret 2018 | 11:10:57
Jakarta (SIB) -Menurut analis Goldman Sachs, perusahaan di Amerika Serikat (AS) bakal terkena dampak dari kenaikan bea masuk baja. Trump mengusulkan kenaikan bea masuk baja menjadi 25%, sejalan dengan kenaikan bea masuk aluminium menjadi 10%.

Mengutip cnn.com, Selasa (6/3), salah satu sektor industri yang bakal paling terdampak dari kebijakan Trump tersebut, adalah industri otomotif AS seperti Ford Motor Company dan General Motors Company.

Menurut laporan Goldman Sachs, akan ada biaya tambahan sebesar US$ 1 miliar yang mewakili 12% pendapatan Ford dan 7% pendapatan GM tahun lalu.
Perhitungan tersebut mengacu pada biaya produksi antara Ford dan GM secara gabungan.

"Kenaikan tarif (bea masuk) dapat mengakibatkan harga komoditas domestik dan mengganggu daya saing industri manufaktur Amerika," kata pihak Ford.

"Dukungan kebijakan perdagangan memungkinkan industri manufaktur AS menang (dalam persangan) dan meningkatkan pembukaan lapangan kerja baru di AS," kata pihak GM.

Kedua perusahaan tersebut mengaku sebagian besar kebutuhan bajanya dipenuhi dari produksi dalam negeri AS.

Trump berdalih ahwa kenaikan tarif akan mendongkrak produksi baja dan aluminium AS dan memerangi persaingan dagang yang tidak adil.

Namun pelaku bisnis di luar sektor baja telah memberikan peringatan bahwa kenaikan bea masuk akan mendorong adanya kenaikan harga (baja produksi dalam negeri AS) dan mengganggu perekonomian.

The American International Automobile Dealers Association yang dibentuk untuk mengadvokasi perdagangan bebas, mengatakan, harga mobil bisa naik.

Asosiasi tersebut juga mengatakan, kebijakan dagang balasan dari negara lain bisa menyebabkan harga-harga barang produksi AS naik secara umum dan mengganggu daya saing dengan produk serupa di negara lain.

Sri Mulyani Khawatir Ada Perang Bea Masuk
Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpandangan bahwa kebijakan Presiden Donald Trump mengenai peningkatan tarif bea masuk (BM) baja dan aluminium memiliki potensi buruk terhadap perekonomian dunia.

Sampai saat ini pemerintah Indonesia masih belum merespon lebih jauh mengenai kebijakan AS tersebut. Sebab, sampai saat ini masih dalam pembahasan.

"Ya kita lihat saja dulu, di AS sendiri dinamika mengenai itu sendiri sedang diperdebatkan antara Presiden Trump dengan Kongres dan Senat-nya," kata Sri Mulyani di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (6/3).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengkhawatirkan jika kebijakan mengenai tarif bea masuk baja dan aluminium ini membuat negara lain juga menerapkan serupa sehingga menyebabkan perang tarif.

"Namun tentu saja kalau sampai terjadi adanya retorika untuk saling membalas dari sisi tarif, sejarah dunia sudah menunjukkan kalau terjadi perang dagang maka dampaknya buruk terhadap ekonomi dunia, itu sudah beberapa kali terjadi di dalam," ungkap dia.

Diketahui, pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump akan menerapkan tarif bea masuk (BM) tinggi hingga 25% yang berlaku untuk seluruh negara, dan aluminium sebesar 10%. (detikFinance/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU