Home  / 
Sri Mulyani Ancam Kementerian yang Kerap Revisi Rencana Anggaran
Kamis, 22 Februari 2018 | 17:44:58
Jakarta (SIB) -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengkritik banyaknya daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) yang harus direvisi. Adanya revisi sebanyak 52.400 DIPA dinilai Sri Mulyani mencerminkan kebiasaan buruk satuan kerja dalam mengelola anggaran.

Melihat data tersebut, Sri Mulyani mengatakan tak akan memberikan anggaran kepada kementerian maupun lembaga pemerintahan di Indonesia yang memiliki tata kelola anggaran yang masih buruk dan terus direvisi.

"Yang melakukan revisi sangat sering, tahun depan tidak usah dikasih anggaran. Adil, kan? Anda enggak bisa merencanakan anggaran, kenapa saya harus kasih anggaran?" kata Sri Mulyani dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan Anggaran K/L Tahun 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (21/2).

Sri Mulyani menilai banyaknya DIPA yang harus direvisi merupakan cerminan masih buruknya cara berpikir para satuan kerja kementerian dan lembaga dalam memanfaatkan anggaran yang telah diperoleh dari rakyat.

Lebih jauh, Sri Mulyani menegaskan dirinya akan menerapkan sistem penghargaan dan hukuman kepada kementerian dan lembaga yang berhasil mengelola anggaran secara efektif dan sebaliknya. Menurut dia, rasa malu kerap kali lebih efektif membuat orang untuk terus memperbaiki diri.

"Kadang-kadang Indonesia itu lebih efektif memberi rasa malu. Penghargaan itu kayak sudah tumpul saja ya. Nanti kasih tambahan, difoto, masuk Instagram. Tapi kalau memberikan rasa malu itu lebih efektif," ucap dia.

Sri Mulyani mendesak agar para satuan kerja kementerian dan lembaga di Indonesia untuk berubah demi memenuhi janji untuk menciptakan kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Ia berharap agar mereka bisa melakukan perencanaan keuangan dan program kerja yang efektif.

Dengan perencanaan anggaran yang lebih baik, menurut Sri Mulyani, ada upaya untuk menjalankan program sesuai dengan prioritas pembangunan agar bisa dieksekusi. "Rapi prosesnya, rapi perencanaan, akuntabilitas baik, hasilnya bagus untuk rakyat," kata Sri Mulyani.

Harus Efektif untuk Rakyat
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh pejabat kementerian/lembaga (K/L) untuk merencanakan setiap rupiah dalam anggaran kerjanya mampu memberikan manfaat untuk masyarakat.

Sri Mulyani menyebutkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2018 nilainya Rp 2.220,7 triliun di mana belanja untuk K/L ditetapkan sebesar Rp 847,4 triliun.

"APBN ini instrumen kita untuk tujuan bernegara, tema kita bagaimana akselerasi pertumbuhan inklusif artinya pertumbuhannya lebih baik, mengurangi kemiskinan," kata Sri Mulyani.

Rakornas Pelaksanaan Anggaran Kementerian/Lembaga Tahun 2018 dihadiri oleh para Sekretaris Jenderal (Sekjen) maupun Inspektorat Jenderal (Irjen) di masing-masing K/L.

"Jadi bagaimana membuat Rp 2.220,7 triliun bisa menjadi instrumen mendorong pertumbuhan lebih baik. Uang itu satu hal, menggunakan baik itu hal lain, dengan benar dan efektif untuk rakyat kita itu hal lain," jelas dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini meminta kepada seluruh K/L benar-benar menyusun, merencanakan anggaran yang didapat dengan program-program prioritas dan tidak menyusun secara asal.

"Kita punya tujuan kalau nggak bisa eksekusi itu kesalahan kita, anda semua sebagai penanggung jawab untuk membelanjakan," tutup dia. (T/detikFinance/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
F-PG DPRD Deliserdang Minta DAS Sungai Ular Jadi Area Persawahan dalam RTRW
Sebarkan Info Hoaks, Pemilik Akun Instagram Dilaporkan ke Polisi
Kasus HIV/AIDS Makin Banyak di Sergai, Semua Pihak Diminta Serius
Wali Kota Lepas Kirab Api Obor Asian Para Games 2018 di Medan
Jenazah Uskup Sibolga Mgr Ludovicus Simanullang Dimakamkan di Aektolang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU