Home  / 
Sri Mulyani Minta Swasta Lebih Gencar Bangun Infrastruktur
Kamis, 8 Februari 2018 | 20:50:41
SIB/Ant/Muhammad Adimaja
MANDIRI INVESTMENT FORUM 2018 : Menkeu Sri Mulyani Indrawati (ketiga kiri) berbincang bersama Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (kedua kiri), Dirut Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir (kanan) dan Global Strategist Jefferies Sean Darby (kiri) saat menghadiri acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2018 di Jakarta, Rabu (7/2). Acara yang mengusung tema “Reform and Growth in the Political Years” tersebut dihadiri oleh lebih dari 600 investor, termasuk 50 investor yang tercatat mengelola portofolio asing serta sekitar 200 nasabah korporasi Bank Mandiri.
Jakarta (SIB) -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan peran swasta untuk lebih berkontribusi pada proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Berdasarkan RPJMN 2014-2019 kebutuhan dana investasi pembangunan infrastruktur mencapai Rp 5.000 triliun. Menurut Sri Mulyani, hal ini tidak bisa dipenuhi hanya dengan APBN dan perlu dukungan dari swasta.

"Dari pelabuhan, perumahan, jalanan, bandara, rel kereta api, pembangkit listrik juga dilakukan, ini membantu konektivitas, dan menurunkan biaya logistik, dan ini akan berarti menjadi efisiensi baik ekonomi daerah lebih baik, tetapi juga mengurangi kesenjangan antar kawasan, pembangunan dirasakan orang Indonesia di manapun berada," kata Sri Mulyani saat acara Mandiri Investment Forum 2018 di Jakarta, Rabu (7/2).

"Infrastruktur menjadi suatu barang publik yang bagus, kita semua tahun bahwa tidak semua infrastruktur dibiayai pemerintah, swasta diharapkan perlu terlibat, saya datang ke setiap kementerian dan meminta untuk mereka mendesain ulang dengan menggunakan lebih banyak menggunakan kemitraan, agar bisa membantu staf kementerian dengan model KPBU," tambah dia.

Agar para pihak swasta mudah terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur, Sri Mulyani menyebutkan pemerintah terus menjaga iklim investasi tetap stabil, memudahkan beban regulasi, hingga mengajak investor terlibat melalui instrumen pasar modal.

"Komodo bonds itu sukses, aaya percaya ini contoh yang bagus bahwa inovasi bisa dilakukan khususnya di BUMN kita, untuk menggunakan reputasi nasional kita. Hal yang sudah disebutkan Indonesia yakin mendapatkan pendanaan, agar bisa membiayai pembangunan kita," jelas dia.

Pemerintah juga akan terus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini sudah berada di level 5%. Sri Mulyani juga meminta kepada BUMN terus berkolaborasi bersama swasta untuk membangun banyak infrastruktur di Indonesia.

"Kita butuh sektor swasta untuk terlibat, BUMN sudah berkontribusi, jalan di depan itu masih jauh dan berkelok, saya berharap dalam forum ini menciptakan inovasi dan menjadi awal kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta berdasarkan kepercayaan, respek berdasarkan etika integritas, dan Indonesia bisa berbagi kesejahteraan," tutup dia. (detikFinance/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jadi Korban, Romo Prier Maafkan Pelaku Penyerangan Gereja di Sleman
Sejak Dulu Warga Nias Dukung Figur Pelangi
Polisi Usut Pidana di Kasus Ambruknya Kepala Tiang Tol Becakayu
Belum Teken UU MD3, Jokowi Singgung Penurunan Kualitas Demokrasi
Soal Kekerasan ke Pemuka Agama, Jokowi: Polri Harus Tegas
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU