Home  / 
Pernak-pernik Imlek Produk UKM Sumut Diminati Hingga Luar Negeri
Kamis, 8 Februari 2018 | 20:49:30
SIB/Dok
PERNAK-PERNIK IMLEK: Warga Amerika Serikat yang datang ke Toko Aksesoris Aliansyah Shu (Acai Jaya) di Jalan Brigjen Katamso 62 E Medan belanja pernak pernik Imlek, foto dipetik, Selasa (30/1).
Medan (SIB) -Menjelang perayaan Hari Raya Imlek permintaan pernak-pernik Imlek semakin tinggi, untuk mengantisipasi banyaknya permintaan, pengusaha aksesoris memberdayakan pengrajin usaha kecil menengah (UKM) mengerjakan pernak-pernik berkualitas tidak kalah dengan produk impor dari luar negeri.

Pengusaha Aksesoris Aliansyah Shu (Acai Jaya) kepada SIB, Kamis (1/2) mengatakan, sejumlah produk pernak-pernik Imlek yang dijualnya berasal dari lokal dalam negeri yang dikerjakan pengrajin UKM. Tidak produk impor seperti tahun-tahun sebelumnya sebab produk impor harganya jauh lebih mahal, tetapi produk lokal (UKM) tidak kalah cantik dan kualitas bagus dan harga terjangkau dan murah.

"Kami menyediakan bahan dan dikerjakan pengrajin UKM, misalnya membuat lampion, bunga kertas dan lainnya. Setelah siap kami ambil dan kami jual di tempat ini. Ternyata dengan kualitas yang bagus dan cantik, maka bukan saja masyarakat Tionghoa Kota Medan yang datang untuk berbelanja pernik-pernik Imlek, tetapi dari luar negeri juga datang untuk membelinya," kata Acai Jaya.

Dijelaskannya, dengan memberdayakan pelaku UKM, maka bertambah penghasilan pelaku UKM, hal seperti ini dapat menghidupi ekonomi para pengrajin UKM.
Sebab saat ini pengrajin UKM agak redup karena kurangnya daya beli masyarakat. "Pemerintah seharusnya memberikan pelatihan keterampilan kepada pelaku UKM sehingga dapat dimanfaatkan di momen-momen tertentu memenuhi kebutuhan masyarakat seperti membuat pernak-pernik Imlek," ujarnya.    

Perlu juga diketahui, tambah Acai Jaya, perayaan Tahun Baru Imlek 2569 adalah perayaan budaya, dimana semua merayakannya. Tionghoa beragama Kristen, Budha, Islam dan agama lainnya merayakannya yaitu pada tahun ini jatuh pada tanggal 16 Februari 2018.

Menjelang Hari Raya Imlek 2569, permintaan pernak-pernik khas Tionghoa meningkat hingga 50 persen dari hari biasanya. Dalam sehari, pedagang bisa memperoleh omzet hingga Rp 10 juta. Angka itu bisa terus meningkat dua hari sebelum perayaan Imlek. "Sudah sebulan lalu masyarakat rutin kemari, lumayanlah kalau ditanya tentang omzet, kenaikannya bisa sampai 50 persen," katanya.

"Pernak-pernik khas Imlek yang dijual bervariasi, mulai dari rumbai, lampion kertas hingga lampion elektrik, ampau dan aksesoris lainnya. Harga juga bervariasi mulai Rp 25.000 hingga Rp 400.000 dan yang paling banyak dibeli adalah lampion, bunga kertas, patung kecil, lampu hias dan angpao," kata Aliansyah Shu yang juga Pengurus Karang Taruna Medan itu. (A12/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bacaleg DPRD SU Jan Rismen Saragih Suarakan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Kapolres Tes Urine Mendadak Personil Satres Narkoba Polres Simalungun
Partai Golkar Simalungun Gelar Rapat Koordinasi Atur Strategi Perolehan Suara di Pileg dan Pilpres 2019
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kelompok Tani di Sumut Dapat Bantuan Hibah Sapi dan Kambing
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU