Home  / 
Bisnis Kafe Berbahan Etnik Rumahan Mulai Dilirik Konsumen
Kamis, 11 Januari 2018 | 20:03:24
SIB/Dok
KULINER KHAS: Pelajar SMA Cahaya Medan didampingi Kepala Sekolah SMA Cahaya Medan Sr Kressensiana Levinil SSn dan kreator kuliner khas menunjukkan hasil makanan berbahan etnik dalam Cahaya Youth Day naungan dalam naungan Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal.
Medan (SIB) -Bisnis cafe berbahan etnik rumahan mulai dilirik konsumen. Di Medan, kafe menyajikan menu rumahan dan bahan olahan semakin tumbuh.
Rumah-rumah makan etnik tersebut dipenuhi konsumen.

Kepala Sekolah SMA Cahaya Medan Sr Kressensiana Levinil SSn mengatakan hal itu, Selasa (9/1) pasca Cahaya Youth Day yang digelar sehari penuh di kompleks sekolah yang terletak di Jalan Hayam Wuruk Medan. Menyikapi pergeseran selera konsumen, biarawati asal NTT itu mendorong lahirnya entrepreneur muda dari lingkungan sekolah bidang kuliner. "Caranya mendidik dan mengenalkan serta menciptakan menu baru berbahan etnik dan didrop ke kafe. Bahkan jika mungkin, mengusahakan adanya kafe khusus pelajar di lingkungan sekolah," paparnya didampingi PKS Bidang Umum dan Kesiswaan Liston Sinurat MPd serta sejumlah tutor yang ahli di bidang usaha kafe dalam naungan Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal seperti Remida Pakpahan, Suryani Tambunan, Faridah Nainggolan dan Fajar Nathalia Gultom.

Bahan etnik rumahan tersebut di antaranya andaliman, jenis rempah khas Batak. "Kue-kue rumahan juga mulai jadi primadona. Jenis panganan itu dieksplorasi sekaligus menekan 'penghamburan' devisa karena tidak mengimpor bahan," jelas Sr Kressensiana Levinil sambil menunjuk hasil praktik pelajar SMA Cahaya Medan tersebut sudah setara dengan produk yang dikonsumsi khalayak di rumah hiburan dan kafe.

Memassalkan kuliner khas Indonesia yang selama ini 'ditinggal' konsumen, ujarnya, menjadi cara baru dalam memberi keterampilan khusus pada tenaga kerja produktif. Menurutnya, cara itu pun secara langsung membuka lapangan kerja. "Banyak kafe yang menyerap tenaga kerja produktif. Selain itu, pelajar dan remaja masuk dalam usaha yang trend di lingkungan anak muda pun secara laungsung mencetak pengusaha muda dan jiwa entrepreneur.

Hasil kuliner rumahan pelajar SMA Cahaya itu kemudian dipasarkan dalam kegiatan intern tapi dihadiri orangtua siswa, baik sebagai konsumen maupun untuk mendapatkan umpan balik dalam maksud peningkatan kualitas. "Feedback positif termasuk kritik menjadikan perbaikan untuk produk selanjutnya," tutup Sr Kressensiana Levinil. (R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polsek Sunggal Ringkus 3 Pencuri di Grosir
Tim Pegasus Polsek Pancurbatu Ringkus Pelaku Penipuan dan Penggelapan
Polres Langkat Ringkus Penjual Togel
JPU Tuntut Terdakwa Pemilik Sabu 7 Tahun 6 Bulan Penjara
Pengedar Ganja Asal Aceh Dibekuk Polisi di Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU