Home  / 
Pengusaha Sumut Sebut Gubernur Tokoh yang ‘Cerewet’ Demi Majukan Wirausaha Pemula
Selasa, 12 Desember 2017 | 19:11:16
SIB/Dok
CENDERAMATA: Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi MSi menyerahkan cenderamata kepada Ketum BPD HIPMI Sumut, Akbar Himawan Buchari dan Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia disaksikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Ivan Iskandar Batubara dan pengurus lainnya di Rumah Dinas Gubernur, Minggu (10/12).
Medan (SIB) -Sebagai tokoh di kalangan kelompok pengusaha muda, Gubsu Dr HT Erry Nuradi dinilai cerewet dan getol untuk mendorong kemajuan wirausaha pemula. Hal itu terungkap saat pembukaan musyawarah daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Minggu (10/12).

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Ivan Iskandar Batubara, yang juga mantan Ketua Umum HIPMI Sumut dalam sambutannya mengungkapkan besarnya kepedulian Erry Nuradi terhadap perkembangan perekonomian khususnya kepada para pengusaha. Karena itu, diakuinya soal mendorong wirausaha pemula, Erry adalah tokoh yang tergolong 'cerewet'.

"Kepada gubernur kami berterimakasih karena selama ini telah menasehati dan mengajari kami. Kalau untuk konsen ke ekonomi, beliau memang selalu 'cerewet' kepada kami. Meskipun kami tahu, beliau juga dibebani urusan pemerintahan yang tidak sedikit," kata Ivan yang menyebutkan dirinya adalah HIPMI, dari dan untuk HIPMI.

Menurut Ivan, HIPMI adalah organisasi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan Sumut. Begitu juga peran gubernur yang menurutnya telah mendorong para pengusaha untuk tidak berada di zona nyaman, sehingga bisa belajar dan bekerja keras.

"Tantangan saat sekarang ini tidak mudah dari yang kemarin. Karena dunia ekonomi akan mencair konsep dan pola baru. Jadi kita harus efisien dan berubah," katanya.

Dalam kesempatan itu, gubernur selain menjamu peserta Musda HIPMI juga berdialog dengan para pengusaha pemula.

Dia memberikan motivasi bahwa profesi pengusaha saat ini sangat strategis, bukanlah sebagai warga kelas dua. "Dahulu para pengusaha mungkin dikatakan sebagai warga kelas dua, karena tidak bisa masuk ke birokrasi, menjadi kepala daerah, menteri apalagi presiden. Tetapi zaman berubah, ternyata para pemimpin negara-negara besar seperti Jepang, Korea, Amerika dan negara lainnya, presidennya adalah pengusaha. Jadi pengusaha tidak lagi menjadi warga kelas dua di negara kita," ujar Gubernur dalam sambutannya.

Pada acara Musda HIPMI Sumut yang dihadiri langsung Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia, serta BPC HIPMI se-Sumut, gubernur menyampaikan bahwa kegiatan pembukaan Musda yang dimulai dengan jamuan makan malam para peserta, sangat jarang dilakukan. Bahkan acara seperti ini baru pertama kali digelar di rumah dinas gubernur. Sehingga momentum tersebut menjadi kebanggaan bagi semua keluarga besar HIPMI. "Karenanya 'perguruan tinggi' yang kita pilih hari ini, bernama HIPMI, adalah (organisasi) yang tepat untuk menatap masa depan yang lebih baik," sebutnya.

Menurut Gubsu, Indonesia butuh banyak pengusaha. Karena saat ini, dari Rp2.200 triliun APBN (2018), sebanyak Rp1.600 triliun adalah sumbangan pajak yang yang berasal dari para pengusaha. Sehingga era lama yang sebelumnya mengandalkan hasil bumi dan minyak bumi, sekarang telah berbalik.

"Kondisi sekarang terbalik, 80 persen pemasukan itu dari pajak pengusaha. Jadi wajar kontribusi pengusaha begitu besar kepada Indonesia. Dan Alhamdulillah perkembangan pembangunan juga semakin pesat," jelasnya.

Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia juga menyebutkan tantangan di masa mendatang akan semakin besar. Apalagi UMKM telah menjadi benteng pertahanan bagi perekonomian bangsa. Artinya persaingan pengusaha sudah terbuka dan ketat. "Saat ekonomi kita anjlok, benteng pertahanan itu ada di UMKM. Saat itu, konglomerat lari. Namun pada saat membaik, konglomerat lantas menaikkan suku bunga hingga 12 persen. Karena itu kita minta ada keadilan, berikan kredit ringan dan mudah untuk pengusaha muda," sebutnya.

Bahlil juga mengatakan jumlah pengusaha di Indonesia hanya 1,6 persen dari total jumlah penduduk, jauh tertinggal dari negara lain. Menjelang akhir periode kepengurusan, Ketum BPD HIPMI Sumut, Akbar Himawan Buchari berterimakasih atas dukungan Pemprovsu di bawah kepemimpinan Erry Nuradi.

Selama ini katanya, kemitraan terjalin dengan baik dalam rangka membangun daerah. Apalagi pihaknya sering dilibatkan dalam pengambilan kebijakan.

"Perhatian gubernur terhadap pertumbuhan pengusaha sangat fokus. Untuk itu kami apresiasi kepada gubernur, semoga kemitraan tetap terbangun," sebutnya.

Pembukaan Musda HIPMI Sumut 2017 itu ditandai pemukulan gong oleh gubernur dan dilanjutkan penyerahan cinderamata kepada Ketum BPD dan BPP HIPMI.
Sementara kegiatan musyawarah dilaksanakan di Hotel Aryaduta, direncanakan hingga 12 Desember 2017. (A11/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU