Home  / 
Pemerintah Buka Posko Pantau Stok BBM Hingga Elpiji Jelang Akhir Tahun
Selasa, 12 Desember 2017 | 19:10:08
Jakarta (SIB) -Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka menyambut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membuka Posko Nasional Sektor ESDM. Posko ini bertugas melakukan pemantauan dan memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), listrik berjalan dengan baik.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan telah membentuk Tim Posko Nasional ESDM dalam rangka koordinasi pengawasan, penyediaan dan pendistribusian BBM, gas, listrik dan antisipasi kebencanaan geologi.

Tim yang diketuai oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa, memiliki tugas di antaranya, melakukan pengumpulan serta inventarisasi data lapangan mengenai fasilitas penyediaan dan pendistribusian BBM, gas dan listrik milik Badan Usaha serta potensi daerah rawan bencana.
Tim Posko juga bertugas melakukan penyusunan aksi rekomendasi tanggap darurat penanganan kelangkaan pasokan BBM, gas, listrik dan penanganan bencana alam.

Jonan mengungkapkan, posko ini berjalan sebagaimana posko ESDM saat menghadapi Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah berharap pembentukan Posko ESDM tersebut dapat meningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya sektor ESDM. Pemenuhan dan pemantauan pasokan BBM serta listrik akan difokuskan di daerah-daerah wisata.

"Jelang tahun baru, kita juga lihat seperti waktu Idul Fitri berjalan dengan baik, mestinya jelang Natal dan Tahun Baru mudah-mudahan 'ga ada masalah. Satu, pasok BBM cukup. Semua Fokus, seperti Pertamina Fokus di daerah-daerah wisata. Kedua, LPG juga dipersiapkan. Listrik juga sama, fokusnya di daerah-daerah wisata. Saya tugaskan Kepala BPH, mewakili sektor ESDM untuk monitoring, mengawal pelaksanaan pengawasan pasok energi untuk listrik, LPG dan BBM untuk Natal," jelas Jonan, di dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (11/12).

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengungkapkan, BPH Migas diberi amanah untuk menjadi Koordinator Posko. Posko ini memiliki tugas memonitor, menyiapkan serta mengevaluasi stabilitas pasokan energi. Selain itu, informasi kegeologian juga akan terus dipantau dan diinformasikan kepada masyarakat.

"Kami ditugaskan oleh Pak Menteri, sama dengan kemarin saat Idul Fitri. Untuk Natal dan Tahun Baru, kami ditunjuk sebagai koordinator. Kita sudah bentuk tim terpadu, bahkan geologi juga termasuk untuk memantau potensi longsor dan gunung meletus. BBM juga kita minta kepastian Pertamina, jangan sampai selama Natal dan Tahun Baru terjadi keterlambatan suplai stok, baik BBM satu harga maupun yang lainnya di seluruh Indonesia, terutama kepada keluarga besar kita, saudara-saudara umat Kristiani yang melaksanakan Natal," terang Fanshurullah.

Posko Nasional sektor ESDM melakukan monitoring selama 24 jam atas pasokan energi dan informasi penting lainnya bagi masyarakat.

"BPH migas, mulai tanggal 18 Desember sampai seminggu setelah tahun baru rutin 24 jam memantau perkembangannya. Kita pantau, semua real time, terpantau," lanjutnya.

Posko Nasional Sektor ESDM juga akan melakukan monitoring lapangan di wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar), baik sebelum maupun setelah Natal. (detikfinance/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
DPD FSPTI-KSPSI Sumut Sosialisasi SK Menkumham RI
Irwan Sihombing Minta Pelaku Pencuri Betor Ditahan Polisi
Kesbangpol Kunjungi Kantor LPHRI Sergai di Bandarkhalifah
Wawako Binjai Mengajak Perangkat Daerah Terus Berinovasi
Ashari Tambunan Dianugerahi Tokoh Kebhinekaan oleh MUI Deliserdang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU