Home  / 
Harga CPO Berpotensi Lanjutkan Pelemahan
Rabu, 22 November 2017 | 23:19:21
Jakarta (SIB)- Harga crude palm oil (CPO) berpeluang kembali turun pada perdagangan, Selasa (21/11).

Seperti dilansir Metro TV, data Analisa Tim Monex Investindo Futures menjelaskan berbagai katalis negatif yang menjadi pertimbangan investor seperti tingginya pajak impor minyak nabati dari India, menguatnya ringgit, serta turunnya jumlah pengiriman ekspor.

India, yang merupakan importir minyak nabati terbesar di dunia, mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan pajak impor minyak sawit menjadi 30 persen dari 15 persen dan menaikkan pajak impor minyak sawit olahan menjadi 40 persen dari 25 persen.

Sementara itu pergerakan ringgit pukul 10.50 WIB terpantau menguat 0,15 persen di level 4.1432, itu adalah level terkuat untuk lebih dari setahun. Ringgit yang menguat biasanya akan membuat harga minyak sawit menjadi lebih mahal untuk pemilik mata uang lainnya.

Sementara untuk laporan ekspor, perusahaan kargo surveyor Intertek Testing Services kemarin melaporkan jumlah pengiriman minyak sawit dari Malaysia untuk periode 1-20 November turun 6,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Selain itu, perusahaan kargo surveyor lainnya, Societe Generale de Surveilance juga melaporkan untuk penurunan jumlah ekspor sebesar 8,8 persen.
Untuk potensi pergerakan harga CPO hari ini berkisar antara level 2.550-2.650 ringgit per ton. Dengan support terdekat terlihat di area 2.575 dan resisten di 2.625. (A20/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jalan Menuju Nagori Siatasan Butuh Perbaikan
Bupati Karo Bersama Forkopimda Gelar Off-Road di Uruk Ndoholi Tiga Binanga
Kejaksaan akan Panggil PS dan RS Tersangka Dugaan Korupsi di Dairi Tahun 2008
KPUD Langkat Minta Parpol Mendaftar Sebelum Waktu Penutupan
Pemkab Langkat Apresiasi Ranperda Inisitif DPRD Urgen dan Relevan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU