Home  / 
Rupiah Melemah Akibat Rencana Donald Trump
Kamis, 19 Oktober 2017 | 22:08:39
Jakarta (SIB) -Analis Binaartha Securitas Reza Priyambada mengatakan laju rupiah diprediksi dapat melemah. Ia melihat mulai adanya berbagai sentimen negatif dapat menjadi penghalang kenaikan rupiah, sehingga dikhawatirkan akan membuka peluang pelemahan lanjutan.

"Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13.517 dan resisten 13.470," kata Reza Priyambada, Rabu (18/10).

Untuk itu menurut Reza perlu tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah.

Dalam situs resmi Bank Indonesia nilai tukar rupiah terhadao dolar AS tercatat Rp 13.490 pada 17 Oktober 2017. Pergerakan Rupiah kembali mengalami pelemahan seiring dengan kembalinya USD mengalami apresiasi.

Menurut Reza adanya sentimen dari Presiden Trump yang akan menentukan nahkoda baru dari The Fed membuat laju dolar AS berbalik menguat karena terkait dengan percepatan kenaikan suku bunga AS. Kenaikan dolar AS juga ditopang oleh meningkatnya imbal hasil obligasi AS di mana pelaku pasar berspekulasi Presiden Trump akan memilih John Taylor sebagai calon Gubernur The Fed yang bersikap hawkish sehingga diasumsikan kenaikan suku bunga akan lebih agresif.

"Sementara itu, laju Euro kembali melemah seiring masih adanya menahan diri dari pelaku pasar terkait kondisi geopolitik dan jelang pertemuan Bank Sentral Eropa," kata Reza Priyambada. (T/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
KPK Telusuri Properti Bupati Rita ke Legal Manager Agung Podomoro
DPP N4J Rayakan HUT ke-57 Presiden Jokowi di Medan
Besok Kampanye Akbar Djoss Dihadiri Ketum PDIP Megawati
Arus Balik Gunakan KA dan Pesawat Naik Signifikan, Bus Normal
Bercanda Bom di Bandara Komodo, WN Portugal Dibawa ke Kantor Polisi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU