Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Trade Expo Indonesia 2017 Dibuka
Jokowi Ingin Ekspor Indonesia Rambah Pasar Eurasia Hingga Afrika
Kamis, 12 Oktober 2017 | 22:05:55
SIB/Ant/Puspa Perwitasari
PRESIDEN BUKA TRADE EXPO INDONESIA KE-32 : Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kelima kiri) dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kelima kanan) foto bersama penerima penghargaan Primaniyarta dan Primaduta saat pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 Tahun 2017, di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Banten, Rabu (11/10). Presiden menekankan perlunya upaya untuk meningkatkan nilai perdagangan, ekspor, dan investasi Indonesia.
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan pangsa pasar ekspor RI dapat diperluas. Jangan hanya terpaku pada beberapa negara saja.

"Kawasan Afrika, Eurasia, Timur Tengah, Asia Selatan, termasuk Turki, Vietnam. Lihat kebutuhan mereka yang belum dipenuhi, dan munculkan industri baru kita di Indonesia. Ini harus cepat sebelum didahului negara lain," kata Jokowi dalam gelaran TEI 2017 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (11/10).

Dirinya ingin nilai ekspor RI bisa terus tumbuh positif. Jokowi mengatakan, saat ini pembeli sangat memperhatikan dengan detil sejumlah aspek yang bisa menciptakan daya tarik. Pelaku usah pun perlu meningkatkan pelayanan untuk bisa menarik konsumen baru.

"Saya pernah mengingatkan, pembeli memperhatikan aspek spesfikasi, barang harus sesuai pesanan, on budget atau kompetitif dan cocok dengan pesanan, on time, untuk itu saya minta kementerian terkait agar ditemukan solusi atas persoalan bahan baku dan hambatan di jalur logistik," paparnya.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta terkait infrastruktur logistik agar masalah administrasinya dipermudah. Dirinya tak ingin bila masalah itu bisa membuat harga jual barang menjadi tak kompetitif.

"Seringkali bahan baku jadi mahal dan membuat produksi tidak kompetitif karena dipersulit dengan administrasi dan biaya. Ini harus diperbaiki. Dan silakan menyampaikan terbuka saja apa yang harus kita perbaiki dan benahi," tegasnya.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta kepada seluruh pihak, baik kementerian hingga pelaku usaha bisa terus memperbaiki dan mengembangkan produk dalam negeri agar bisa bersaing di kancah global.

"Untuk itu saya minta benar-benar diperhatikan, terutama untuk kementerian dan bapak ibu yang hadir pada pagi hari ini. Kualitas produksi dan pengiriman barang harus dijaga dan ditingkatkan," katanya.

Harus Dirangkul
Presiden Jokowi juga berbicara soal bisnis digital saat membuka Trade Expo Indonesia 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan perkembangan bisnis digital tak bisa dilawan, tapi harus dirangkul.

"Antisipasi terhadap pergeseran perdagangan dari offline ke online. Perubahan digital sudah tidak bisa dilawan, dan harus dirangkul untuk meningkatkan perdagangan kita," kata Jokowi.

Dengan hadirnya era digital saat ini, Jokowi menilai setiap pelaku usaha perlu memanfaatkan kesempatan tersebut, terutama dalam memasarkan produknya. Dirinya juga mengusulkan untuk dapat memperkenalkan pasar Indonesia melalui teknologi internet.

"Contoh, kita kenapa tidak buat virtual showroom, jadi interaksinya bisa langsung tanpa harus menunggu expo (pameran)," jelas Jokowi.

Mengenai pameran perdagangan yang tengah berlangsung pada hari ini hingga 15 Oktober mendatang di ICE BSD, Jokowi meminta agar kegiatan tersebut dibuat semenarik mungkin agar banyak mendatangkan minat pembeli dari berbagai negara.

Selain itu, Jokowi juga berbicara soal peringkat daya saing Indonesia yang naik ke posisi 36. Menurut Jokowi, peringkat daya saing Indonesia naik karena kerja sama pemerintah dan swasta dalam mendorong pembangunan dan ekspor.

"Semua ini merupakan perpaduan, kerja sama beriringan antara eksportir swasta, dunia usaha dengan pemerintah. Tentu saja karena juga pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang telah kita percepat tiga tahun terakhir," terang Jokowi.

"Buktinya dalam world competitiveness index 2017, posisi Indonesia berada di 36 naik dari posisi 41 tahun sebelumnya. Ini dihitung dari 137 negara. Nomor kita sekarang 36, ya cukup baik," lanjut Jokowi.

RI Diserbu 4.500 Pembeli Asing
Sementara itu, pameran yang berlangsung hingga 15 Oktober 2017 memiliki target 16.000 calon pembeli hadir, dan sebanyak 4.500 adalah asing.

"Kami kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), perwakilan Indonesia di mancanegara dan Kamar Dagang dan Industri negara sahabat. Hasilnya, hari ini lebih dari 4.500 buyer dari 79 negara. Melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, jumlah tersebut akan bertambah dengan kedatangan buyer on spot," kata Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, dalam sambutannya di depan Jokowi di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (11/10).

Enggartiasto mengatakan, pada TEI 2017 sejumlah buyer asing yang datang berasal dari berbagai negara, mulai dari Nigeria, Arab Saudi, India, hingga Pakistan. Saat ini pemerintah terus berupaya memperbaiki posisi perdagangan RI di kancah global.

"Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperbaiki posisi atase perdagangan menjadi business agent yang proaktif, lincah dan berpikir strategis demi meningkatkan perdagangan Indonesia. Kita merespons tuntutan pasar dunia, dengan harapan Indonesia semakin prima dan tidak menjadi objek kampanye negatif," jelasnya.

Lebih lanjut Enggar menjelaskan gelaran yang tak menggunakan dana APBN ini ditargetkan dapat nilai transaksi minimal US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14,8 triliun (kurs Rp 13.500/US$)

"Tahun ini target US$ 1,1 miliar. Efisiensi APBN, mulai tahun ini penyelenggaran TEI tidak lagi menggunakan APBN. Tapi dibiayai seluruhnya oleh swasta. Mal to mal yang mengangkat UKM naik kelas, pangan nusantara juga dikerjakan oleh swasta sehingga APBN bisa digunakan untuk program yang lain," tutupnya. (detikfinance/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU