Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Indonesia Eximbank Genjot ke Pasar Nontradisional di Afrika dan Asia Selatan
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 21:19:18
Medan (SIB) -Direktur pelaksana Indonesia Eximbank, Dwi Wahyudi, mengatakan bahwa Indonesia Eximbank terus melaksanakan mandatnya baik melalui skim komersial maupun penugasan khusus atau National Interest Account (NIA) yang secara komersil sulit dilaksanakan, namun dianggap perlu oleh pemerintah untuk menunjang ekspor nasional. Saasaran yang diatrgetkan aalah membuka pasar nontradisional di Afrika dan Asia Selatan seperti Nigeria, Pakista dan India serta negara yang selama ini belum digarap.

"Setelah melaksanakan NIA berupa pembiayaan gerbong kereta api ke Bangladesh dan pembiayaan textil, serta furnitur dalam rangka menopang ketahanan usaha industri di dalam negeri pada tahun 2016 lalu, Indonesia Eximbank kembali memperoleh mandat sebagaimana ditetapkan pada KMK No.374/KMK.08/2017 untuk melaksanakan NIA melalui pembiayaan ekspor gerbong penumpang kereta api ke Bangladesh dengan alokasi dana sebesar Rp1 triliun pada tahun 2017," ungkapnya di Hotel Adi Mulia, Jumat (11/8).

Kegiatan dalam dalam  Investor Gathering 2017 itu diisi penjelasan Plt Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Susiwijono Moegiarso yang menegaskan komitmen pihaknya tentang UMKE.

Dwi Wahyudi menambahkan, selain itu, Indonesia Eximbank terus berinisiasi untuk melakukan sejumlah terobosan dan pengembangan produk yang juga lazim dilaksanakan Eximbank/ECA lainnya di dunia, antara lain melalui skema counter trade.

"Skema ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi eksportir dalam bermitra dengan buyer yang membutuhkan produk asal Indonesia namun dari negara dengan risiko cukup tinggi," sambungnya.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, sampai dengan Juni 2017 total aset Indonesia Eximbank sebesar Rp108,83 triliun. Di mana Rp96,82 triliun merupakan aktivitas pembiayaan. Pembiayaan Usaha Kecil Menengah berorientasi Ekspor (UKME) tercatat sebesar Rp11,12 triliun atau 11,5 persen dari total pembiayaan. Pencapaian ini mencerminkan keberpihakan Indonesia Eximbank terhadap UMKE.

"Indonesia Eximbank juga terus meningkatkan fasilitas penjaminan dan asuransi kepada eksportir untuk memberikan proteksi dan rasa aman kepada pelaku usaha berorientasi ekspor dalam menghadapi berbagai risiko. Sepanjang semester I-2017, aktivitas penjaminan dan asuransi masing-masing mencapai Rp8,41 triliun dan Rp9,97 triliun," jelasnya.

Dalam rangka pelaksanaan mandat, sebut Dwi, beberapa capaian yang berhasil dilaksanakan antara lain, penyaluran PEN kepada debitur dengan negara tujuan ekspor pasar non tradisional, penyaluran PEN pada komoditi potensial dan jasa terkait ekspor dan penyaluran PEN pada industri bernilai tambah.

"Selain melalui pembiayaan, penjaminan dan asuransi, dukungan Eximbank kepada UMKM juga diwujudkan melalui jasa konsultasi. Salah satu bentuk jasa konsultasi yaitu melalui Coaching Program for New Expoter (CPNE). CPNE merupakan program berkelanjutan yang ditujukan bagi rintisan eksportir baru dengan cara melatih dan mempersiapkan pelaku UKM untuk menjadi eksportir baru melalui sosialisasi, pelatihan, pameran, bimbingan dan kegiatan lainnya kepada cluster (komunitas pelaku usaha) dan non cluster (individu UKM)," terangnya.

"Selama semester I-2017 Indonesia Eximbank telah melahirkan 3 pelaku usaha UKME yang berhasil melakukan ekspor perdana untuk produk furnitur," pungkasnya. (T/Ant)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polres Binjai Musnahkan 6,5 Kg Ganja dan 18 Gram Sabu
Timur Tumanggor Camat Percut Seituan yang Baru
Tangkap Ikan di Perairan Indonesia, Warga Thailand Dituntut Bayar Denda Rp200 Juta
Berkas Partai Perindo Lengkap, Kader Diminta Terus Konsolidasi
160 Hektar Lahan Disiapkan Dukung Program 1000 Desa Organik di Sumut
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU