Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Kreasi Rajutan Dipasarkan di Pusat Oleh Oleh UKM Sumut
Selasa, 8 Agustus 2017 | 20:48:03
SIB/Danres Saragih
RAJUTAN: Beberapa produk rajutan ditampilkan di Pusat Oleh Oleh UKM di Gedung Promosi Dagang dan UKM Provsu, Jalan Gatot Subroto Medan. Foto dipetik, Senin (7/8).
Medan (SIB) -Meski awalnya tidak punya keterampilan merajut, dengan semangat serta keinginan yang kuat, ternyata bisa. Hal ini dibuktikan Shanty dan Henny, bahkan dengan merajut ia bisa membuka peluang bisnis baru.

Demikian dikatakan Shanty kepada wartawan, Sabtu (5/8) saat  menjaga stan "Mom's Craft dan Buti" di pusat oleh-oleh UKM di Pusat Promosi Dagang dan UKM Provsu di Jalan Gator Subroto Medan percisnya di depan PRSU Medan.

Awalnya, dia mencoba mencari wadah belajar merajut. Hasilnya, tidak sia-sia. Kini beragam kreasinya menghasilkan rupiah. "Daripada tidak ada aktivitas, saya cari dan belajar keterampilan. Awalnya sempat kursus dan belajar dari online dan teman-teman," ujarnya.

Berbekal ilmu yang dipelajarinya itu, dia pun berkreasi membuat berbagai produk unik dan bernilai. Dari sekedar membuat produk yang umum dan mudah dikerjakan, berupa aksesoris seperti bros dia terus berkembang dari 10 hingga 20 asesoris per hari. Karyanya ini pun dipasarkan ke teman-teman dan kerabatnya dengan harga yang cukup terjangkau mulai Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribuan.

Seiring waktu, Shanty juga berhasil menghadirkan kreasi baru, yang terbaru adalah sepatu rajut. Produk yang satu ini berbeda dengan sepatu rajut umumnya.
"Sekarang ini saya lebih fokus ke sepatu. Sepatu buatan kita ini tidak seperti umumnya, karena sepatu kita rajut langsung dari haknya, bukan sepatu plastik yang dibungkus dengan rajutan. Tapi dari solnya langsung dikait," ujarnya.

Dengan begitu, sepatu rajutan buatannya bisa dibentuk sesuai dengan keinginan dan selera konsumen. Ini berbeda dengan sepatu plastik, dimana kita harus mengikuti sesuai dengan bentuk sepatu, tambahnya.

Shanty mengaku suka penasaran, jika orang lain bisa menghasilkan satu produk unik dia pun harus bisa. "Dari semua produk rajutan, yang belum bisa saya taklukkan adalah tas yang paling rumit itu tas. Karena saya belum bisa buat puring sendiri," ujarnya.

Untuk harga, dia mematok sepatu rajutannya mulai Rp90 ribu hingga Rp250 ribu. "Kita, sistemnya, buat dulu baru bayar," ujarnya. Untuk membuat sepasang sepatu bisa diselesaikan sehari. (A12/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pimpinan DPR Minta Calon Pemimpin Tak Hanya Kejar Popularitas
Novanto Layangkan Gugatan ke PTUN Soal Pencegahan ke Luar Negeri
Kayuh Sepeda Kuning, Jokowi Bagikan Sepeda Merah
Viral Video Siswa SD Hisap Vape, KPAI Minta Ortu Turun Tangan
Said Aqil Minta Pencatut Logo PBNU di Iklan Kondom untuk LGBT Ditangkap
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU