Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Limbah Kain Dapat Diolah Menjadi Aneka Suvenir, Peluang Bisnis Menguntungkan
Senin, 7 Agustus 2017 | 21:10:10
Medan (SIB) -Inspirasi merintis bisnis bisa datang dari mana saja. Salah satunya adalah limbah kain atau yang populer dengan sebutan perca. Di mata pelaku usaha konveksi, kain perca tidak memiliki nilai ekonomis. Mereka pun tidak segan untuk membuang tumpukan bahan tersebut ke tempat sampah. Namun, lain halnya dengan pelaku-pelaku bisnis kreatif.

Asal kreatif dan jeli melihat peluang bisnis, limbah perca bisa menjadi material untuk membuat aneka suvenir atau kerajinan. Bentuknya pun bermacam-macam misalnya tempat tissue, kipas, dompet koin, tas, dan masih banyak lagi. Sisa-sisa potongan kain tersebut berubah jadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan kain perca sebagai bahan baku adalah Elisabet Yuliastuti (38). Lisa membangun usaha kerajinan tangan yang dinamakan Danelis Natural Craft sejak 15 tahun silam. Sebelum terjun ke bisnis suvenir, dia memproduksi beberapa produk kerajinan tangan misalnya tas, taplak meja, tutup dispenser, gorden, dan sprei bertema batik.

Seiring waktu berjalan, produksi barang-barang tersebut menyisakan tumpukan kain perca. "Jumlah kain perca di rumah sangat banyak. Daripada dibuang, saya mulai memikirkan cara untuk memanfaatkannya," ujarnya.

Alasan yang sama juga dituturkan oleh Rafika Johani (43). Perempuan yang membuka usaha jahit baju ini menemukan banyaknya kain sisa di rumahnya. Dari situ, Rafika memiliki ide untuk mengubah tumpukan limbah menjadi produk-produk yang memiliki nilai jual.

Karena ukuran kain perca yang cenderung lebih kecil, Lisa dan Rafika memanfaatkan limbah kain tersebut menjadi pernak-pernik berukuran mungil, misalnya tempat tissue, dompet koin, gantungan kunci, hingga jampel (sarung tangan antipanas yang biasa digunakan di dapur).

Kendati berukuran kecil, Lisa mengaku banyak konsumen yang mengincar produk suvenir tersebut. Bahkan, produk suvenir dari kain perca ini lebih laris ketimbang produk lain yang ukurannya lebih besar. "Produk suvenir cenderung gampang laku karena harganya murah. Harga suvenir kain perca saya banderol mulai dari Rp22.500 - Rp60.000," ujarnya.

Strategi menawarkan harga terjangkau juga dilakukan oleh Rafika. Perempuan yang tinggal di Medan, Sumatera Utara ini bahkan menjual harga suvenir buatannya mulai dari Rp1.000 - Rp20.000 per buah.

Untuk keuntungan, baik Lisa dan Rafika mengaku tak mengambil margin yang terlalu tinggi yakni berkisar antara 20 persen - 30 persen. Hal ini karena mereka fokus untuk menjual barang dalam partai besar. (A12/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pimpinan DPR Minta Calon Pemimpin Tak Hanya Kejar Popularitas
Novanto Layangkan Gugatan ke PTUN Soal Pencegahan ke Luar Negeri
Kayuh Sepeda Kuning, Jokowi Bagikan Sepeda Merah
Viral Video Siswa SD Hisap Vape, KPAI Minta Ortu Turun Tangan
Said Aqil Minta Pencatut Logo PBNU di Iklan Kondom untuk LGBT Ditangkap
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU