Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Paket-Paket Kebijakan Ekonomi RI Perlu Juklak Investasi dan Ekspansi Bisnis
John Tulus Sitompul: Paket III Belum Merata di Daerah
Jumat, 19 Mei 2017 | 21:49:42
Medan (SIB) -Kalangan dunia usaha atau praktisi bisnis di Sumut menilai kebijakan pemerintah berupa Paket-paket Kebijakan Ekonomi I hingga XII sejak 2015 lalu, harusnya bisa menjadi suatu instrumen kebijakan untuk menjaring dan menambah arus investasi dan ekspansi bisnis di berbagai sektor ekonomi daerah.

Ketua Masyarakat Jasa Keuangan Indonesia (MJKI), Robert Sianipar SP, bersama Sekjen MJKI John Tulus Sitompul ST, menyebutkan kebijakan paket kebijakan ekonomi tersebut sebenarnya tidak hanya mendorong percepatan pemulihan ekonomi atau moneter Indonesia, tapi juga dipastikan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di sektor riil yang pada gilirannya akan mendorong perluasan ekspansi bisnis. Pada jangka panjang, kebijakan yang bersifat kemudahan ini juga akan mendorong peningkatan arus investasi.

"Dalam rangka perwujudan Nawa Cita pada bidang ekonomi, semua paket-paket kebijakan ekonomi itu idealnya diperkuat semacam 'juklak' (petunjuk pelaksanaan), untuk realisasi apa yang harus dilakukan pemerintah pusat dan apa saja oleh pemerintah daerah. Semua pihak yang berkompeten mulai Paket I hingga XII harusnya benar-benar jeli dan sudah cermat menyikapi kondisi ekonomi nasional (negara) sehingga tampak tanggap dan cepat untuk menerbitkan kebijakan yang nyata-nyata pro-rakyat, terlebih secara khusus dengan item KM-UKM, modal ventura, pertanian dan kredit perbankan," ujar Robert dan John Tulus, kepada pers di Medan, Rabu (17/5).

Secara khusus, mereka mengaku, semula  begitu optimis akan pertumbuhan ekonomi di sektor riil (pertanian, industri, ekspor dan UKM-UKM) di negeri ini akan bangkit simultan atas kebijakan sektoral dari ke-12 paket-paket kebijakan ekonomi tersebut. Soalnya,  paket kebijakan itu akan mempengaruhi perkembangan bisnis pada bidang atau sektor lainnya seperti properti, niaga, jasa dan infrastruktur, terlebih atas kaitan kebijakan terhadap permodalan ventura, kredit perbankan, asuransi dan lainnya.

"Semula, paket kebijakan ini benar-benar 'surprise' bagi para dunia usaha atau praktisi bisnis, terutama di sektor riil yang butuh proses dan prosedur cepat karena biaya (investasi) yang cukup besar. Sektor properti, industri dan pertanian di daerah tentu akan lebih bergairah, apalagi kebijakan ini keluar bersamaan dengan menguatnya nilai rupiah (terhadap kurs dolar AS). Tapi sekarang malah seperti 'sepi' soal implementasi paket demi paket itu. Di daerah-daerah sendiri belum merata sosialisasi apalagi implementasinya, sementara di pusat malah tampak 'mandul', sehingga publik tidak tahu lagi paket mana yang untuk bidang (ekonomi) mana," katanya prihatin.

Padahal, terbitnya Kebijakan Paket Ekonomi tersebut, misalnya Paket III, terutama karena sasaran paket kebijakan itu akan lebih mengena dan dibutuhkan di daerah-daerah. Namun, implementasi kebijakan itu tampak tidak merata hingga ke daerah-daerah, sehingga terkesan hanya menjadi prioritas untuk  segmen-segmen usaha atau bisnis yang terkait dengan kebijakan pihak pusat saja.

Paket Ekonomi III itu misalnya meliputi: (1) Relaksasi persyaratan kegiatan usaha dan penitipan valuta asing dan pengelolaan bank, yang kini masih dirasa tetap rumit. (2). Penerbitan (launching) skema asuransi pertanian, yang ternyata belum terlaksana bagi petani. (3). Revitalisasi industri modal ventura, yang belum jelas dalam peran usaha jasa ventura di daerah. (4). Pembentukan konsorsium berbasis ekspor dan ekonomi kreaif dan UKM, yang belum terjangkau di daerah sentra industri. (5). Pemberdayaan lembaga pembiayaan ekspor, yang juga belum terealisir (6). Implementasi one project concept untuk kredit perbankan yang hingga kini belum dilaksanakan bank-bank swasta maupun BUMN. (A04/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Prof Dr Dian Armanto Harapkan Mahasiswa Lebih Mandiri dan Berkualitas
IPB Serukan Semangat Cinta Tanah Air
Mhd Lailan Arqam Raih Doktor Islam UINSU
Putri Sulung Ephorus HKBP Raih Spesialis THTKL dari USU
Program USAID Prioritas Telah Mengubah Peningkatan Mutu Pendidikan di Deliserdang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU