Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
RI Tawarkan Sejumlah Proyek Infrastruktur di KTT OBOR
Senin, 15 Mei 2017 | 23:05:46
Beijing  (SIB) -Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam  Konferensi Tingkat Tinggi One Belt One Road (OBOR) di Beijing, Cina untuk mendukung pemerataan pembangunan.

Infrastruktur di Indonesia. "Strategi kita untuk pembangunan berkesinambungan dan seimbang antara Jawa dan luar Jawa, itu yang kita coba tawarkan ke Cina untuk bisa menjadi satu bagian pembangunan secara berkelanjutan," katanya kepada wartawan di Beijing, seperti dikutip dari keterangan tertulis Humas Kemenko Maritim, Minggu (14/5).

Sejumlah proyek yang ditawarkan, menurut Luhut ada di Manado, yang berfokus pada pembukaan konektifitas antar wilayah dan bidang transportasi."Lapangan terbang Manado itu sudah maksimal tidak bisa diperpanjang lagi karena terhambat gunung, sekarang panjangnya 2800 meter."

Luhut  menambahkan ada area seluas beberapa ribu hektare yang bisa dikembangkan di kawasan Manado. "Gubernurnya sudah menawarkan wilayah itu,"
katanya. Proyek pembukaan pusat transportasi dan akomodasi baru yang dapat menghubungkan wilayah Indonesia Timur dengan luar negeri pun akan dipresentasikan calon penanam modal.

"Kami juga berencana membangun rel kereta api dari Gorontalo ke Bitung, sehingga bisa menjadi hub di wilayah timur (Indonesia). Bitung itu lokasinya cukup strategis, kalau ditarik garis lurus itu bisa menuju Darwin (Australia), dan kalau ditarik garis lebih jauh lagi bisa sampai Jepang," ujar Luhut.

Menurut Luhut, wilayah Indonesia Tengah  menjanjikan untuk pembangunan PLTA seperti  proyek hydro power di Kalimantan Utara. "Di sana ada potensi hydropower sebesar 7700 megawatt, mungkin kita tawarkan 3 atau 4 tahap. Mimpi kita nanti ingin bangun alumunium smelter di sana."

Luhut berujar, selain di kawasan Indonesia Timur, ada sejumlah proyek di Indonesia Barat. Proyek di kawasan Barat yang dimaksud, salah satunya perpanjangan jalur kereta api dari Kuala Tanjung yang akan disambungkan ke wilayah Danau Toba, Duri, Dumai dan Pekanbaru.

Jika investasi terwujud, kata Luhut, Indonesia dan Cina bisa mendapat keuntungan, disertai transfer teknologi kepada karyawan lokal yang merupakan syarat mutlak. KTT OBOR di Beijing diikuti 50 negara. Dari seluruh delegasi yang datang terdapat 29 kepala negara dan kepala pemerintahan seperti Presiden Jokowi, Perdana Menteri Malaysia Nadjib Abdul Razak, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (T/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
2 Heli BNPB Dikerahkan Padamkan 69 Hektare Lahan Terbakar di Aceh
Menhan Ingatkan Purnawirawan Pegang Teguh Sumpah Prajurit
Polisi Canangkan Bulan Tertib Trotoar pada Agustus 2017
Dirjen Bina Marga: Tol Darurat Berdebu, Kami Perbaiki di 2018
Tolak Reklamasi, Aliansi Nelayan Gelar Demo di Gedung DPRD DKI
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU