Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Investor Singapura Berminat Mengoperasikan LRT dan MRT di Kawasan Mebidang
Kamis, 20 April 2017 | 20:31:56
SIB/Dok
FOTO BERSAMA : Gubsu HT Erry Nuradi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Anthony Siahaan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sumut Ibnu S Hutomo, serta Tetty Magdalena dari Bappeda Sumut foto bersama Principal Consultant SMRT International Yeo Beng Lee usai bertemu di Kantor Gubsu , Rabu (19/4).
Medan (SIB) -Perusahaan operator transportasi umum asal Singapura SMRT (Singapore Mass Rapid Transportation) yang mengoperasikan mayoritas angkutan massal di Singapura, menunjukkan minat berinvestasi untuk pembangunan angkutan massal berbasis Light Rail Transit (LRT) di kawasan Medan- Binjai-Deliserdang (Mebidang).

Dalam pertemuan di Kantor Gubsu dengan Principal Consultant SMRT International  Yeo Beng Lee, Rabu (19/4) Gubsu HT Erry Nuradi menyambut baik ketertarikan SMRT untuk berinvestasi di Sumut. "Singapura sudah tidak diragukan lagi dalam pengelolaan transportasi massal yang modern dan terintegrasi.
Ketertarikan SMRT adalah hal yang menggembirakan bagi kami," kata Erry.

Dalam kesempatan itu, Yeo Beng Lee memaparkan bahwa separuh populasi penduduk di Singapura atau 3 juta orang setiap harinya menggunakan layanan LRT atau MRT. Sebagian besar layanan angkutan massal LRT atau MRT di Singapura dioperasikan dua operator dan pihaknya menjadi operator mayoritas. "Kami sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun dan menjadi operator sejak tahun 1987 di Singapura," kata Lee.

Dikatakannya, pada awalnya SMRT dibantu perusahaan lain dalam pembangunan dan pengoperasian dan perawatan. "Sekarang sudah kita semua yang mengoperasikan dan melakukan perawatan. SMRT juga, berpengalaman sebagai penyedia layanan di bidang transportasi railsystem,  bus, taxi, advertising, media dan penyewaan gedung," jelasnya.

Lee mengatakan pihaknya sudah ditunjuk sebagai perusahaan yang akan membangun LRT di Bandung, dan saat ini sedang tahapan persiapan pembangunan.
Gubsu mengatakan, pengembangan kawasan perkotaan Medan, Binjai Deliserdang dan Karo (Mebidangro) dan untuk mengatasi kemacetan lalulintas di kawasan perkotaan, diperlukan dukungan sarana trasnsportasi yang memadai. "LRT dan MRT dapat menjadi moda transportasi massal andalan mengatasi persoalan kemacetan dan pengembangan kawasan perkotaan," ujarnya.

Gubsu yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan SumutbAnthony  Siahaan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sumut Ibnu S Hutomo serta Tetty Magdalena dari Bappeda Sumut menjelaskan, saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang tertarik berinvestasi di bidang tranportasi massal di Sumut. Untuk wilayah Mebidang,  ada PT Medan Metropolitan Monorel yang tertarik dan telah menyusun dan menyampaikan pra studi kelayakan pembangunan monerel di Mebidang.

Sementara itu, kata dia, Kota Medan  juga telah menyusun studi kelayakan pembangunan LRT Kota Medan yang diusulkan sebagai proyek strategis nasional.

Tetty Magdalena menaambahkan, nantinya akan ada integrasi pembangunan antara LRT Kota Medan dengan LRT/monorel Mebidang melalui pembangunan stasiun terintegrasi. (A11/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jalan Pertanian di Sipinggan Sidamanik Butuh Perhatian
Jalan Tertimbun Longsor, 87 KK Warga Rimo Bunga Karo Terisolir
Peringati Hari Juang Kartika ke-72, Kodim 0206 Dairi Gelar Berbagai Kegiatan
RAPBD Karo TA 2018 Rp 1,3 Triliun Defisit Rp 85 Miliar Lebih
Menyambut HJK, Kodim 0108/Agara Bedah Rumah Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU