Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Jokowi: Tantangan Terberat Sekarang Kesenjangan si Kaya dan si Miskin
* Pada Kelompok G20, Indonesia Pada Posisi Ketiga di Bawah China dan India
Rabu, 11 Januari 2017 | 22:11:50
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan, tantangan terberat perekonomian untuk sekarang adalah terkait dengan kesenjangan yang terjadi antara orang kaya dan miskin. Bila ini tidak bisa diselesaikan, maka akan terasa percuma ekonomi Indonesia bisa tumbuh tinggi.

"Tantangan terberat adalah kesenjangan, antara kaya dan miskin, kemudian antar wilayah itu juga adalah tantangan berat," ungkap Jokowi dalam HUT ke 44 PDI Perjuangan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (10/1).

Pada 2014, angka gini rasio mencapai level 0,41. Kemudian perlahan diturunkan menjadi 0,39 pada 2016. Jokowi menyebutkan realisasi tersebut walaupun sedikit masih lebih baik dibandingkan banyak negara lain.

"Dalam dua tahun menjadi 0,39. Beda sedikit tetapi turun, itu yang patut disyukuri. Tetapi dibandingkan dengan negara lain China, Filipina, dan Malaysia, angka kita lebih baik," jelasnya.

Di samping itu, adalah tantangan untuk menurunkan kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Data terakhir menyebutkan bahwa terjadi penurunan sebanyak 0,31%. "Meskipun turun sedikit ini adalah sebuah prestasi yang perlu disampaikan. Karena pada negara lain itu angkanya naik," tegas Jokowi.

Jokowi mengusung ekonomi berbasis Pancasila dalam menjalankan program dan kegiatan. Ini artinya ekonomi tidak hanya mengacu pada sisi pertumbuhan, melainkan juga pemerataan ekonomi.

"Intinya adalah ekonomi yang berkeadilan, ekonomi yang ada pemerataannya. Karena percuma ekonomi tinggi apabila tidak merata dan dinikmati oleh segelintir orang. Oleh sebab itu kebjakan yang diambil membangun dari pinggiran pulau terdepan dan desa. Menurut saya itulah ekonomi Pancasila yang sekarang terus kita mulai agar kesenjangan dan pemerataan bisa tercapai," pungkasnya.

Membanggakan
Pada bagian lain, Jokowi memproyeksikan ekonomi 2017 bisa tumbuh 5,1%. Di samping lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Jokowi meminta masyarakat patut berbangga karena masih lebih baik dibandingkan dengan banyak negara di dunia.

"Kita harapkan tahun ini akan tumbuh paling tidak 5,1%. Tetapi kalau dibandingkan dengan negara lain, angka yang diperoleh ini adalah angka yang membanggakan kita," ujarnya.

Pada kelompok G20, Indonesia berada pada posisi ketiga, di bawah China dan India. Jokowi menyatakan masih besarnya peluang ekonomi Indonesia untuk bisa menyalip perekonomian kedua negara tersebut.

"Dibandingkan Malaysia, Jepang, Rusia dan Brasil serta Meksiko, kita lebih baik dari mereka. Kalau di negara-negara G-20 kita pada angka nomor 3. Saya kira sebuah angka yang patut dibanggakan," tegas Jokowi.

Perekonomian dunia masih tengah dalam perlambatan. Hanya ada beberapa negara yang bisa tumbuh cukup tinggi, salah satunya adalah Indonesia. Sementara tidak sedikit negara yang mengalami resesi.

"Dalam perlambatan ekonomi dunia yang berat sekarang ini 5,1% adalah angka yang sangat baik," ungkapnya.

Samakan Harga Semen
Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan tagetnya untuk tanah Papua yaitu memangkas harga semen. Sama seperti BBM, Jokowi ingin harga semen di Papua sama seperti di Jawa.

"Semen di Pulau Jawa harganya Rp 70 ribu, tapi di Papua, terutama di Kabupaten Puncak, di pegunungan, Wamena, Rp 800 ribu-Rp 2,5 juta ," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, upaya memangkas harga semen di Papua agar sama seperti di Jawa merupakan pekerjaan rumah alias PR pemerintah yang harus diselesaikan.

"Kita masih punya PR yang saya sampaikan, masalah semen. Kita akan terus agar harga nantinya juga sama dengan harga semen di Pulau Jawa," tambah Jokowi.

Selain itu, Jokowi menyampaikan, upaya pemerintah menyamakan harga BBM hingga nantinya semen di Papua dengan Jawa jangan dilihat hanya sebatas masalah harga. Tapi, ini menerapkan pemerataan bagi masyarakat.

"Ini bukan masalah harga, ini adalah masalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Jokowi. (dtf/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
2 Heli BNPB Dikerahkan Padamkan 69 Hektare Lahan Terbakar di Aceh
Menhan Ingatkan Purnawirawan Pegang Teguh Sumpah Prajurit
Polisi Canangkan Bulan Tertib Trotoar pada Agustus 2017
Dirjen Bina Marga: Tol Darurat Berdebu, Kami Perbaiki di 2018
Tolak Reklamasi, Aliansi Nelayan Gelar Demo di Gedung DPRD DKI
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU