Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Swasembada Pangan Diikuti Diversifikasi Bahan Pokok
Rabu, 11 Januari 2017 | 22:10:09
Medan (SIB) -Masa reses II Tahun 2016-2017 dimanfaatkan Prananda Surya Paloh menyampaikan program swasembada pangan yang digenjot pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut pun tak terlepas dari peran serta masyarakat. "Masyarakat diharap berlaku bijak. Misalnya, memanfaatkan lahan di lingkungan, halaman rumah dan lainnya," ujar anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem itu saat bertemu dengan masyarakat di wilayah utara Medan, Senin (9/1).

Menurutnya, swasembada lebih cepat dicapai bila diikuti diversifikasi kebutuhan pokok. Maksudnya, beras sebagai makanan pokok, diselip dengan bahan berkarbohidrat lain seperti kentang. Bahkan, ujarnya, dengan umbi-umbian yang kadar gulanya sangat rendah. "Kami sedang mengupayakan swasembada daging lewat bantuan peternakan bergulir," ujarnya.

Hal serupa dikemukakannya kala bertemu dengan perwakilan mahasiswa dari ragam universitas di Sumut di satu rumah makan di kawasan Tanjungmorawa, Selasa (10/1). Alasannya, sebagai cendikiawan muda, mahasiwa punya peran sebagai agen perubahan ke arah positif. "Selaras dengan program Prananda Surya Paloh (PSP) Foundation yang sedang menggenjot pencetakan usahawan muda melalui pertanian dan perkebunan mandiri," paparnya didampingi Sekretaris Partai NasDem Sumut Iskandar ST dan Dani Napitupulu MKom.

Sebelumnya, ketika bertemu dengan warga di Medan Utara, Prananda menerima masuakan dari warga yang berkonsentrasi di Kantor Kecamatan Medan Marelan dan berlanjut ke Kecamatan Medan Labuhan. Didampingi Camat Medan Labuhan Rahman Pane, Prananda menekankan tentang sinergitas semua pihak dalam sukses upaya swasembada pangan.

Menurutnya, upaya swasembada tak semata untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi juga memberi peningkatan ekonomi pada petani, yang tak terlepas dari masyarakat luas. Ia menunjuk pada kebutuhan bahan pokok. Bila dapat dicukupi secara mandiri, maka pengeluaran keluarga dapat ditekan. Seperti harga cabai yang tinggi, bila tiap keluarga memiliki tanaman tersebut, maka pengeluaran kebutuhan untuk jenis tumbuhan pedas tersebut dapat dialihkan ke kebutuhan lain.

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu menunjuk spesifikasi Medan Marelan dan Medan Labuhan yang memiliki wilayah luas dan areal subur untuk dimaksimalkan dalam proyek penanaman atau pembibitan hewan bernilai ekonomi.

Sama seperti dalam pertemuan dengan mahasiswa, pada masyarakat umum, Prananda menyosialisasikan PSP Foundation dan PSP Center di Jalan Ahmad Dahlan, Medan. Organisasi nirlaba yang dibinanya tersebut, ujarnya, terbuka seluasnya menerima masukan dan kritik membangun dalam sama-sama membangun bangsa. "Saya silakan semua pihak di Sumut berkomunikasi ke PSP Center Medan," ujarnya sambil menunjuk ketuanya Gandi Febraska Manurung sebagai penanggung jawab institusi dimaksud. "Semua informasi yang sampai, baik keluhan, diolah tim untuk dicarikan jalan ke luar!"

Mengenai keluhan warga terkait pembangunan infrastruktur, Prananda berjanji akan mengkomunikasikannya pada Wali Kota bahkan pada Gubernur agar dicarikan solusi. (R9/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Lama Hidup Nomaden, Kini Suku Anak Dalam Punya Hunian Tetap
Firdaus-Ayat Unggul di Pilkada Pekanbaru
KPK Tetapkan Wali Kota Madiun Jadi Tersangka Pencucian Uang
Bersatu dan Kompaknya Pemuka Masyarakat Batak di Riau Sudah Lama Dirindukan
Surabaya akan Bangun Mekanisasi Pertanian, Peternakan dan Listrik
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU