Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Pelantikan Rizal Djalil Jadi Ketua BPK Dihadiri Wapres Boediono
BPK akan Fokus pada Audit Pelaksanaan Raskin dan Bansos di Daerah-daerah
Selasa, 29 April 2014 | 20:07:41
SBY TINJAU PABRIK SEMEN INDOCEMENT: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung ke pT Indocement di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Senin (28/4). SBY sempat membubuhkan tandatangannya. Kunjungan itu merupakan acara rutin yang digelar menjelang Hari Buruh atau biasa disebut May Day.
Jakarta (SIB)- Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil resmi dilantik hari ini menggantikan Hadi Poernomo yang telah pensiun. Rizal mengucapkan sumpah jabatannya di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) M Hatta Ali.

Acara dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat. Semua tamu undangan sudah memasuki area upacara pengambilan sumpah. Pengucapan sumpah ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden (Wapres) Boediono.

Rizal datang dengan didampingi oleh istri. Ia memasuki area dan langsung menempati ruangan tengah bersama dengan rohaniawan. Upacara dimulai dan ketua MA M Hatta Ali mengucapkan sumpah dan diikuti oleh Rizal.

Pengucapan sumpah jabatan berlangsung selama 30 menit. Upacara berlangsung khidmat, meskipun Rizal tampak terbata-bata dalam menyebutkan sumpah, sehingga diulangi beberapa kalimat.

Selain itu, juga hadir Jaksa Agung Basrief Arief, Hakim Agung Gayus Lumbun Ketua OJK Muliaman D Hadad, Pimpinan KPK Zulkarnain dan Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara.

Kemudian adalah Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Lingkungan Hidup Kambuaya Bhaltasar dan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin.

Selanjutnya Komisi XI Andi Timo, Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, Kepala BPKP Mardiasmo, Mantan Ketua BPK Anwar Nasution, Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazir, Politisi Puan Maharani, Amien Rais dan akademisi Effendi Gazali.

Mantan anggota Komisi XI DPR ini mengaku sudah menyiapkan beberapa fokus audit untuk beberapa bulan mendatang. Pertama adalah audit soal beras untuk masyarakat miskin (raskin). BPK akan melacak mulai dari anggaran hingga pelaksanaan.

"Kita akan memperhatikan secara khusus soal raskin. Hampir Rp 21 triliun (anggarannya)," kata Rizal usai pengambilan sumpah jabatan di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI, Cempaka Putih Timur, Jakarta, Senin (28/4).

Sebelumnya, raskin sudah menjadi temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). BPK pun menurut Rizal akan bekerjasama dengan KPK untuk mendalami hal tersebut. "Kita akan bantu sepenuhnya KPK dalam rangka memberikan kepastian, apakah (raskin) ini tepat atau tidak. Kalau tidak, kita akan membuat rekomendasi kepada pemerintah baiknya ke depan seperti apa," jelasnya.

Kemudian adalah program bantuan sosial (bansos) yang tahun ini dianggarkan sebesar Rp 91 triliun. BPK akan meluruskan persoalan Bansos dari yang tidak tepat dalam pelaksanaan. "Kita akan meluruskan Bansos yang tidak tepat. Bansos yang hampir Rp 90 triliun lebih itu harus sampai kepada yang berhak," tegasnya.

Ia menilai sejauh ini indikasi penyimpangan Bansos banyak terjadi di daerah. Namun, BPK akan tetap mengaudit sampai ke Kementerian Lembaga (K/L). "Terkait Bansos itu jangan lupa ya. Pemda, K/L, dan lembaga khusus. Yang banyak masalah itu ada kan di Banten. Kan kita coba rekomendasi sebaiknya ke depa bagaimana," tuturnya.

Kemudian, yang menjadi tugas rutin BPK adalah penyelesaian audit Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

"Saya kira meneruskan saja program yang sudah ada, terutama LKPP dan LKPD seluruh Indonesia. Fokus saya adalah semua yang berkaitan dengan rakyat. Terutama raskin dan meluruskan Bansos yang tidak tepat," terangnya. (detikfinance/q)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Hakim Sakit, Sidang Pembacaan Dakwaan 2 Auditor BPK Ditunda
BPK Audit Alutsista di Kemhan-TNI
Bupati Simalungun: Suksesnya Pelaksanaan Pilpanag Serentak Tanggung Jawab Bersama
Sidang Suap Auditor BPK, Mantan Irjen Kemendes Dituntut 2 Tahun Bui
Temuan BPK Jadi Dasar Alokasi Anggaran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU