Home  / 
Jokowi Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional ke 6 Tokoh
Jumat, 9 November 2018 | 17:03:23
SIB/ANT/Wahyu Putro A
PAHLAWAN NASIONAL: Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan tanda jasa kepada ahli waris almarhum Depati Amir saat penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Kakis (8/11).
Jakarta (SIB) -Presiden resmi memberikan gelar pahlawan nasional kepada 6 tokoh Indonesia. Pemberian gelar itu diterima langsung oleh para ahli waris di Istana Negara.

Prosesi pemberian gelar Pahlawan Nasional itu berlangsung di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11) pukul 13.00 WIB. Ada 6 tokoh dari berbagai wilayah di Indonesia yang mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Jokowi.

"Untuk mengenang jasa para pahlawan, marilah kita mengheningkan cipta sejenak," kata Jokowi.

Gelar tersebut diberikan Jokowi sesuai dengan Keppres Nomor 123/TK/Tahun 2018 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Gelar itu diterima oleh para ahli waris.

Sebelumnya, nama-nama yang masuk digodok oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial. Setelah itu, diajukan ke Presiden, hingga dipilih enam nama pada 2018.

Berikut ini nama penerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2018:

Abdurrahman Baswedan tokoh dari DI Yogyakarta, IR H Pangeran Mohammad Noor tokoh dari Kalimantan Selatan., Agung Hajjah Andi Depu tokoh dari Sulawesi Barat, Depati Amir tokoh dari Bangka Belitung, Kasman Singodimedjo tokoh dari Jawa Tengah dan Brigjen KH Syam'un tokoh dari Banten.

ANIES BERSYUKUR
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersyukur atas pemberian gelar pahlawan nasional untuk kakeknya, almarhum Abdurrahman (AR) Baswedan.

Anies datang bersama sejumlah anggota keluarganya. Dia tampak mengenakan setelan jas warna hitam. Begitu tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Anies bergegas masuk ke dalam Istana Negara.

"Saya bersyukur, saya pribadi saya tumbuh besar bersama kakek di rumah sampai saya SMA dan pengalaman bersama itu mengesankan luar biasa," kata Anies kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Anies lantas mengenang kebersamaan bersama kakeknya. Dia mengatakan, kakeknya merupakan sosok yang luar biasa.

"Beliau adalah orang yang memang mencintai Indonesia luar biasa, dalam semua pikirannya, langkahnya, tindakannya begitu. Bahkan anaknya yang duduk di belakang ini namanya Imlati, itu lahir bulan Juli ketika beliau masih anggota BPUPKI. Imlati itu kepanjangan, Indonesia Merdeka Lekas Akan Tercapai Insyaallah," katanya.

Anies menambahkan 'ramalan' kakeknya lewat pemberian nama untuk anaknya itu terjadi. "Seperti membaca bahwa bulan depan Allah mentakdirkan kita merdeka," 

Sementara itu, proses penganugerahan gelar untuk kakeknya itu dikatakan Anies berjalan sejak tahun 2012. Anugerah pahlawan itu, bagi Anies, jadi amanat perjuangan harus diteruskan.

"Alhamdulillah kita bersyukur bahwa pemerintah menganugerahkan itu dan ini amanat bagi kita semua untuk meneruskan perjuangan," katanya. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ilmuwan Ingin Menggunakan Laser untuk Memandu Alien ke Bumi
Studi Ungkap Wanita Nigeria Kembangkan Bisnis dengan WhatsApp
Audio High Resolution Picu Peningkatan Speaker Wireless
Mirip Manusia, Robot Berteknologi AI Gantikan News Anchor
BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU