Home  / 
Tersangka Suap PLTU Riau-1 Eni Saragih Ajukan JC
* KPK Pelajari CCTV Saat Novanto Temui Tersangka
Jumat, 14 September 2018 | 17:15:45
Jakarta (SIB) -Tersangka dugaan suap PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Permintaan Eni Saragih sedang diproses KPK.

"Tersangka EMS ini sudah mengajukan diri sebagai justice collabolator, jadi berkas sudah disampaikan ke KPK," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (12/9).

Febri mengatakan, Eni harus membuka informasi seluas-luasnya karena sudah mengajukan JC. Tersangka lainnya ditegaskan Febri juga berhak mengajukan JC.

"Kami juga mengimbau agar pihak yang mengajukan JC bisa memberi keterangan yang seluas-luasnya," ucap Febri.

Dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1, ada tiga orang tersangka yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, pengusaha Johannes B Kotjo dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni diduga menerima duit suap Rp 4,8 miliar dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Perusahaan tersebut merupakan salah satu bagian dari konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Saat melakukan pengembangan, KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yaitu senilai USD 1,5 juta dari Kotjo, jika perusahaannya berhasil memenangi proyek PLTU Riau-1.

Pelajari CCTV
Sementara itu, penyidik KPK tengah mempelajari rekaman CCTV (closed-circuit television) ketika koruptor proyek e-KTP Setya Novanto menemui salah satu tersangka kasus suap PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih. Pertemuan itu terjadi di rumah tahanan (rutan) KPK.

"Sudah kami pelajari, penyidik mengetahui karena ada rekaman CCTV," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (12/9).

Namun Febri enggan membeberkan apa yang terjadi ketika Novanto bertemu Eni, seperti ada tidaknya sesuatu yang diberikan Novanto ke Eni. "Substansinya tidak bisa kami sampaikan karena itu bagian dari penyidikan," sambung Febri.

Novanto--yang sebenarnya sedang menjalani hukuman penjara dari kasus korupsi proyek e-KTP di Lapas Sukamiskin Bandung--berada di KPK pekan lalu lantaran dibutuhkan keterangannya dalam penyidikan perkara suap PLTU Riau-1 tersebut. Dia dititipkan ke Rutan KPK selama 2 hari untuk pemeriksaan tersebut.

Di dalam Rutan KPK itulah Novanto bisa menemui Eni yang memang tengah ditahan. Pengacara Eni, Robinson, mengatakan ada sesuatu yang diperlihatkan Novanto ke Eni, tapi enggan mengungkapnya.

"Saya belum tahu apa isinya tapi nanti saya coba cari tahu," ucap Robinson beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, pertemuan itu diungkap langsung oleh Eni. Dia juga melaporkan soal itu ke penyidik lantaran merasa tidak nyaman dengan apa yang disampaikan Novanto padanya.

Dirut PT Smelting Dipanggil
Sementara itu, penyidik KPK memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Smelting Indonesia, Prihadi Santoso, terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Dia dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IM (Idrus Marham)," kata Febri.

Selain itu, KPK juga memanggil Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PT PLN, Ahmad Rofiq. Dia dipanggil sebagai saksi untuk tersangka lain, Eni Maulani Saragih. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anak Didik SMA GKPS 1 Pamatangraya Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
Mendikbud Minta PPDB Ditiadakan Mulai Tahun Depan
Kemendikbud Siapkan Lulusan SMK Jadi Pengusaha
1.938 Siswa Ikut Dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
Kunci Sekolah Bermutu Ada Pada Proses Pembelajaran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU