Home  / 
BI Jabar Musnahkan 14.294 Lembar Uang Kertas Palsu
Jumat, 14 September 2018 | 17:06:31
Bandung (SIB) -Sebanyak 14.294 lembar uang kertas palsu dimusnahkan dengan menggunakan alat mesin racik kertas di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Jawa Barat (Jabar). Pemusnahan dilakukan oleh perwakilan dari BI, Polda Jabar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kejaksaan dan perwakilan perbankan.

Deputy KPw BI Jabar Ismet Inono mengatakan uang yang dimusnahkan itu merupakan hasil temuan sejak 2017 hingga Agustus 2018 dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Ada sembilan kasus pemalsuan uang yang telah masuk proses peradilan. "Untuk 2018 saja, sejak Januari hingga Agustus lalu, sebanyak 714 lembar uang kertas palsu yang berhasil diamankan, dan ikut dimusnahkan hari ini," katanya di Bandung, Jabar, Rabu (12/9).

Sepanjang 2018, temuan uang palsu itu diperoleh antara lain di Kabupaten Subang sebanyak 207 lembar, Kabupaten Bandung sebanyak 185 lembar, Kabupaten Sukabumi sebanyak 108 lembar, Kabupaten Garut sebanyak 114 lembar, Kabupaten Sumedang sebanyak 21 lembar dan Kota Bandung sebanyak 7 lembar.

Menurutnya, berdasarkan perolehannya, sekitar 85 persen uang palsu itu dilaporkan oleh pihak perbankan, sisanya adalah laporan dan temuan dari Polda Jabar. Hal itu menunjukkan jika teller perbankan kini sudah menjadi titik terdepan dalam upaya pencegahan peredaran uang palsu di Jabar. "Peredaran uang palsu ini seperti sebuah gunung es, fenomena ini tentu harus mendapatkan perhatian serius agar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap uang rupiah semakin baik. Setiap tahunnya jumlah uang palsu yang ditemukan juga semakin kecil," tuturnya.

Namun menurutnya, jumlah temuan uang palsu saat ini semakin berkurang setiap tahunnya. Di hari sama, BI Jabar juga meresmikan Laboratorium BI Regional Counterfeit Analysis Centre (Lab. BI-RCAC). Laboratorium ini dapat digunakan untuk meneliti uang yang diragukan keasliannya dengan didukung peralatan yang canggih dan staf ahli. "Laboratorium ini untuk mendukung kepolisian menangani tindak pidana pemalsuan uang," tuturnya. (KJ/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Haru, Pertemuan Istri Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 dan Garuda 152
Gaya Hidup Konsumtif Picu Kepala Daerah Korupsi
Bertemu Ulama di Istana Bogor, Jokowi Luruskan Isu Hoax
Akibat Perang, 85.000 Anak di Yaman Tewas karena Kelaparan dan Penyakit
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU