Home  / 
Atribut Papua Merdeka Warnai Ospek Uncen, Polisi Bertindak
Rabu, 15 Agustus 2018 | 16:11:00
SIB/Detikcom/Wilpret Siagian
ATRIBUT : Ospek di Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura Papua, Selasa (14/8), diwarnai penggunaan atribut Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Jayapura (SIB) -Penggunaan atribut Organisasi Papua Merdeka (OPM) ditemukan dalam orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) di Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua. Dalam acara tersebut ditemukan simbol-simbol OPM seperti bendera bintang kejora yang dibuat sebagai gelang dan ikat kepala.

Suasana di kampus Uncen, Selasa (14/8), Jalan Raya Abepura-Sentani, Jayapura, tak seperti biasanya yang tak ramai. Sejak pagi hari, mahasiswa baru datang dengan pakaian hitam putih.

Bagi wanita diberi ikat rambut dari pita sesuai dengan warna khas fakultas masing-masing. Sedangkan mahasiswa baru laki-laki mengenakan dasi hitam.

Sementara, di Fakultas Teknik tampak ada seorang mahasiswa yang mengenakan gelang bintang kejora di tangannya. Selain itu, di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tampak ada mahasiswa yang mengenakan pengikat kepala bergambar bintang kejora.

Acara ospek ini juga digelar di Auditorium Uncen yang jadi tempat pembukaan acara. Di lokasi ini, mahasiswa baru dibagi per fakultas yang mempunyai yel-yel masing-masing. Di saat itulah terdengar lagu 'Papua Merdeka'. Acara pembukaan ospek ini dihadiri Rektor Uncen Dr Apolo Safanpo, Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas, dan Dandim 1701/JYP Letkol Inf Nova Ismailyanto.

Ketegangan terjadi saat Apolo bersama Kapolres dan Dandin keluar dari Auditorium setelah pembukaan selesai. Saat itu Ketua BEM Uncen Fery Kombo bersama beberapa anggota BEM lainnya keluar menuju pintu utama Auditorium dan meneriakkan Papua Merdeka.

Mendengar hal itu, Kapolres dan Dandim menghampiri pengurus BEM Uncen tersebut. Tapi kemudian Ketua BEM Uncen dengan menggunakan pengeras suara meminta Kapolres dan Dandim untuk meninggalkan kampus.

"Polisi dan TNI punya undang-undang sendiri, jadi silakan pergi. Polri dan TNI punya waktu 15 menit untuk meninggalkan Uncen," kata Fery Kombo.

Kapolres langsung merespons ucapan tersebut. Dia mengatakan, bersama Dandim, punya kewajiban mengawasi kampus. Sebab ada informasi banyak pelanggaran di dalam kegiatan ospek ini.

"Kalau Anda mau bertanggung jawab silakan lanjutkan. Tapi saya tidak tinggal diam (atas pelanggaran yang ada)," ujar Kapolres Gustav.

Dia menjelaskan aparat datang ke pembukaan cara ini lantaran ada beberapa aturan dari panitia yang menyimpang dari NKRI. Setelah memberi penjelasan, Kapolres dan Dandim meninggalkan kampus Uncen. (detikcom/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Haru, Pertemuan Istri Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 dan Garuda 152
Gaya Hidup Konsumtif Picu Kepala Daerah Korupsi
Bertemu Ulama di Istana Bogor, Jokowi Luruskan Isu Hoax
Akibat Perang, 85.000 Anak di Yaman Tewas karena Kelaparan dan Penyakit
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU