Home  / 
Polda Sulsel akan Bubarkan Deklarasi #2019GantiPresiden
* Baliho Tolak Neno Muncul
Kamis, 9 Agustus 2018 | 22:09:29
Makassar (SIB) -Polda Sulsel mengancam akan membubarkan paksa Deklarasi #2019GantiPresiden di Makassar. Hal ini mengingat polisi belum menerima surat izin dari pihak penyelenggara kegiatan.

"Yang jelas belum ada izin, belum ada izin sampai saat ini ke Polda Sulsel. Walaupun ada, kita akan pertimbangkan dulu, kita kaji," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, saat dimintai konfirmasi, Rabu (8/8).

Dicky menjelaskan, sesuai dengan aturan, setiap penyelenggara kegiatan harus memiliki izin dari pihak kepolisian sebagai pihak keamanan. Apalagi kegiatan tersebut menimbulkan polemik dan mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat.

"Meski izinnya masuk, kita pertimbangkan dulu seperti apa. Apalagi kegiatan yang menimbulkan polemik di masyarakat," jelasnya.

Polda Sulsel sendiri mengancam akan membubarkan paksa Deklarasi #2019GantiPresiden jika aksi tersebut tidak mengantongi izin.

"Kita sesuai aturan saja, kalau memang tidak ada izinnya, ya kita akan bubarkan," terangnya.

Rencananya, Deklarasi #2019GantiPresiden akan digelar di Makassar pada Minggu, 12 Agustus 2018. Deklarasi ini dipusatkan di Monumen Nasional Pembebasan Irian Barat Mandala, Makassar.

Tolak Neno
Sementara itu menjelang deklarasi, muncul penolakan kedatangan Neno Warisman.

Pantauan di lapangan, Rabu (8/8), terdapat baliho penolakan Neno Warisman dalam deklarasi itu. Baliho ini terpasang di daerah sekitar Bandara Sultan Hasanuddin.

Baliho berukuran 2x2 meter ini bertulisan 'Tolak Kehadiran Neno Warisman Ss di Sulawesi Selatan'. Di bawah tulisan penolakan itu, tertulis juga 'Yang akan memprovokasi rakyat yang selama ini sudah hidup tentram, aman & damai tanpa konflik'. Baliho ini mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Cinta Damai.

Juru parkir di sekitar lokasi mengatakan baliho penolakan itu sudah terpasang sejak beberapa hari lalu.

"Sudah beberapa hari di sini, tidak tahu siapa yang pasang," kata juru parkir tersebut.

Sedangkan dalam undangan yang disebar, disebutkan Deklarasi #2019GantiPresiden digelar pada 12 Agustus. Dalam rilis yang diedarkan Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB), disebutkan kehadiran sejumlah deklarator nasional, di antaranya Neno Warisman.

"Insyaallah, kami sudah melakukan koordinasi dengan semua perwakilan aktivis di sejumlah daerah, mereka menyatakan kesiapannya untuk hadir dan memeriahkan deklarasi ini," kata Ketua FUIB Mukhtar Daeng Lau dalam keterangan tertulis.

Mukhtar Daeng mengatakan inisiatif deklarasi adalah murni kemauan masyarakat, bukan pesanan dari kelompok atau parpol tertentu.

"Ini murni kehendak masyarakat yang ingin melihat sebuah perubahan ke arah yang lebih baik melalui momentum pemilihan presiden tahun depan," katanya. (detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengerjaan Paving Blok di Desa Birubiru Disorot Anggota DPRD Deliserdang
IDI Medan : Waspadai Penyakit Akibat Banjir
Mayat Terapung di Perairan Batubara Diduga Terkait Kasus Pembunuhan di Tanjungmorawa
Jalan Menuju Objek Wisata Pantai Bogakbesar Mirip Kubangan Gajah
Jalan Rusak di Marelan Dikeluhkan Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU