Home  / 
Bertemu Negara ASEAN, KLHK Komitmen Kelola Hutan Berkelanjutan
Rabu, 18 Juli 2018 | 15:59:00
Jakarta (SIB) -Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menegaskan komitmen mengenai pengelolaan hutan berkelanjutan saat pertemuan dengan negara ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, beberapa waktu lalu.

Komitmen ini dituangkan dalam Country Report Indonesia tentang Monitoring, Assessment and Reporting for Sustainable Forest Management (MAR for SFM) in ASEAN, saat pertemuan The Asean Senior Officials on Forestry (ASOF) ke-21.

"Komitmen ini terlihat dari antusiasme Indonesia menjadi Chair of APEC Expert on Illegal Logging and Associated Trade (EGILAT) untuk 2018-2019, dan mendukung sistem pemanfaatan kayu yang transparan dan terdigitalitasi, di antaranya SILK, SIPUHH, SI-PHPL, SPARTAN, SIMPASDOK KPH, SI-HHBK, dan SI-KPHP," tutur Widyaiswara Madya Pusdiklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dr. Nurtjahjawilasa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/7).

Nurtjahja menyampaikan Indonesia juga membangun kesepakatan dengan Uni Eropa, Kanada, dan Australia, serta bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengimplementasikan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

"Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Indonesia boleh berbangga telah menjadi negara pertama yang memperoleh Forest Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT) License," lanjutnya.

Saat ini, menurutnya, sistem perdagangan kayu legal belum menjadi 'ultimate goal' dalam perdagangan kayu internasional. Terkait hal ini, Indonesia terus mempromosikan SVLK, serta mengimplementasikan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, termasuk menghimpun dukungan berbagai pihak untuk mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 41 persen.

Sementara itu, pada agenda "Country Report of AMS on Sustainable Forest Management in ASEAN", Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Dr. Agus Justianto, mengajak negara-negara ASEAN untuk bekerja sama dengan Center for International Forestry Research (CIFOR), sebagai mitra KLHK dalam pengelolaan hutan lestari.

Selain itu, pertemuan The 21st ASOF Meeting tersebut juga membahas implementasi kerangka kebijakan terkait kerja sama dalam bidang kehutanan di regional ASEAN.

Tidak hanya itu, pertemuan tersebut juga membahas hasil pertemuan ASEAN Working Group terkait isu Forest Product Development (AWG-FPD), CITES and Wildlife Enforcement (AWG-CITES & WE), Social Forestry (AWG-SF), Forest Management (AWG-FM), dan Forest and Climate Change (AWG-FCC). 
Selanjutnya, The 22nd ASOF Meeting akan dilaksanakan di Manila, Filipina pada 2019. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Melamar Wanita yang Sama, 2 Pria Berkelahi di Tempat Umum
Suami Palsukan Kematian, Istri dan Anak Bunuh Diri
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU