Home  / 
Cegah Peretasan, KPU Minta Tambahan Dana Rp 35 Miliar ke Jokowi
Kamis, 12 Juli 2018 | 16:24:55
SIB/Ant/Wahyu Putro A
PRESIDEN BERTEMU KPU: Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Mendagri Tjahjo Kumolo (kanan), Jubir Presiden Johan Budi (kedua kanan), Menkumham Yasonna Laoly (ketiga kanan), Menko Polhukam, Wiranto (kelima kanan) dan Seskab Pramono Anung (keenam kanan) menerima Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (keempat kiri) beserta komisioner KPU di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/ 7). Pertemuan tersebut untuk melaporkan pelaksanaan Pilkada 2018 serta persiapan untuk tahapan Pileg dan Pilpres 2019.
Jakarta (SIB) -Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta tambahan anggaran dana penguatan information technology (IT) kepada Presiden Joko Widodo. Salah satunya tambahan dana untuk elemen server senilai Rp 35 miliar.

"Itu untuk mempercepat proses. Salah satunya server, tapi (Rp 35 M) itu hanya untuk satu elemen," ujar Ketua KPU Arief Budiman, di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Hal senada juga dikatakan Komisioner KPU Viryan Aziz. Dia mengatakan KPU membutuhkan tambahan dana untuk menguatkan struktur dan jaringan teknologi di KPU.

"Jadi kita akan melakukan penguatan IT KPU, salah satu elemen penguatannya adalah server. Nah salah satu nilainya Rp 35 M, tapi ada lagi yang lain, yang Rp 35 M itu hanya salah satu harga server," kata Viryan.

"Prinsipnya, kami akan melakukan penguatan IT KPU secara menyeluruh dan bukan hanya buat server saja ya. Totalnya ada 8 aspek (untuk penguatan IT), salah satu aspek itu server," kata Viryan.

Viryan mengatakan tujuan penguatan IT KPU ini dimaksud agar tidak kembali terjadi peretasan. Selain itu untuk melakukan peningkatan kapasitas hingga faktor keamanan.

"Penguatan itu disebut dengan Akselerasi Penguatan IT KPU (APIK). Tujuannya agar kasus-kasus peretasan seperti kemarin ini tidak lagi terjadi, baik peretasan, maupun kapasitas yang kurang, jaringan yang bermasalah, kemudian bagaimana faktor keamanan dalam internet kita, dan lain-lain," kata Viryan.

Istana: KPU Minta Penambahan Anggaran ke Jokowi
Sebelumnya, pihak Istana Kepresidenan menerangkan salah satu pembahasan yang disinggung antara pimpinan KPU dengan Presiden Jokowi adalah penambahan anggaran. Tambahan anggaran itu terkait kebutuhan di lapangan.

"Ada beberapa hal yang disampaikan KPU kepada presiden, di antaranya adalah soal anggaran, disinggung juga mengenai permintaan penambahan anggaran kalau memang ada hal-hal yang ditemui di lapangan membutuhkan tambahan anggaran," ujar staf khusus presiden bidang komunikasi Johan Budi SP di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Johan mengatakan, Jokowi siap membantu KPU. "Pak presiden menyampaikan pemerintah siap membantu KPU," kata Johan. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU