Home  / 
Puncak Arus Balik Kedua Penerbangan Diprediksi Minggu 24 Juni
Jumat, 22 Juni 2018 | 15:58:34
Jakarta (SIB)- Puncak arus balik kedua Lebaran di sektor penerbangan diprediksi akan berlangsung pada Minggu (24/6) atau H+9. Itu karena pada Senin (25/6) mendatang merupakan waktu masuk kembali sekolah bagi pelajar.

Selama puncak mudik Lebaran, yaitu pada H-2, Bandara Adi Sumarmo, yang menjadi salah satu bandara tersibuk, mencatat ada 7.511 penumpang. Sedangkan pada puncak arus balik pertama pada H+3, terdapat 7.610 penumpang. Setiap hari, terdapat 76-81 penerbangan datang dan pergi atau meningkat dari hari biasa, yakni 66 penerbangan.

Kendati jumlah penumpang membludak, Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menjelaskan penerbangan masih relatif lancar. Selain itu, fasilitas di terminal bandara pun terbilang baik.

"Hari ini secara maraton saya mengunjungi dua bandara untuk memastikan pelayanan penerbangannya berlangsung dengan selamat, aman dan nyaman. 

Bandara di Solo dan Yogya, bersama dengan bandara di Semarang dan Surabaya adalah bandara yang tersibuk untuk kedatangan arus mudik dan melayani arus balik. Alhamdulillah, seperti juga di Yogya, kondisi arus balik di bandara Solo ini juga lancar, aman dan terkendali, sungguhpun penumpang relatif banyak, maklum besok mulai bekerja lagi," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (21/6).

Hal itu diungkap Agus saat melakukan inspeksi arus balik di Bandara Adi Sumarmo, Solo, setelah melakukan inspeksi arus balik Lebaran di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, hari ini. Ia didampingi GM AirNav dan GM Angkasa Pura I Bandara Adi Sumarmo.

Agus juga berterima kasih kepada seluruh penumpang pesawat terbang dan operator penerbangan karena telah bekerja sama sehingga penerbangan bisa berjalan dengan selamat, aman, nyaman, dan lancar.

"Saya melihat aturan selama Lebaran yang kami tetapkan sudah diimplementasikan dalam standar prosedur operasi dan dilaksanakan dengan baik. Sehingga mulai dari arus mudik hingga puncak arus balik hari ini semua penerbangannya berjalan dengan selamat, aman dan nyaman," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Agus Santoso juga kembali menegaskan terkait pelepasan balon udara secara liar. Menurutnya, pelepasan balon udara secara liar sangat membahayakan penerbangan. Terutama yang dilepaskan di atas Pulau Jawa, yang merupakan jalur penerbangan terpadat nomor 3 di dunia. Agus mengatakan pelaku pelepasan balon liar yang membahayakan bisa dikenai hukuman kurungan 2 tahun dan denda Rp 500 juta.

"Di atas kita ini, selain banyak penerbangan nasional, juga internasional yang melintasi antar-benua Asia dan Australia. Kalau ada balon udara di lintasan pesawat kan berbahaya. Kita bisa dikomplain sama dunia penerbangan internasional. Maka dari itu, pelepasan balon udara sangat dilarang dan sanksinya sangat berat," pungkasnya. (detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Penumbangan Plang Organisasi Picu Bentrokan Dua Kelompok Pemuda di Percut Seituan
Anggaran Revitalisasi Pendopo dan Gudang di Lapangan Merdeka Ditolak Anggota Pansus DPRD Medan
Perbaikan FM IPA Sibolangit Ganggu Distribusi Air di 33 Kawasan
DPRD Dorong Pemko Medan Perpendek Birokrasi Pengurusan Izin
Politisi Gerindra Minta Pengaspalan Gang Harus Diikuti Jalan Utama
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU