Home  / 
1 Juta Lebih Kendaraan Keluar dari Jakarta Hingga H-4 Lebaran
* Hingga H-3 Lebaran, 615 Ribu Pemudik Naik Kapal Laut
Rabu, 13 Juni 2018 | 17:57:24
Jakarta (SIB)- Kendaraan mobil, motor dan bus arus mudik yang keluar dari Jakarta tercatat sebanyak 500.062 unit pada H-8 sampai H-4 Lebaran. Itu data kendaraan yang melewati jalan alternatif atau arteri.

Data itu diperoleh di Posko Mudik Lebaran Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (12/6). Kendaraan tersebut terpantau melewati jalur Merak, Sadang, Balonggandu-Cikampek, dan Rancaekek. Angka tersebut rendah dibanding pada 2017 sebanyak 781.753 unit kendaraan.

Selain itu, Kemenhub mencatat kendaraan yang keluar dari Jakarta melewati jalan tol sebanyak 925.240 unit mulai H-8 hingga H-4 kemarin. Kendaraan itu melewati Jakarta-Merak, Cikarang Utama, Cikampek, dan Cileungsi.

Data angka itu juga lebih rendah dibanding pada 2017 sebanyak 959.244 unit kendaraan. Jika ditotal, seluruh kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 1.425.302 unit selama masa mudik mulai H-8 sampai H-4 Lebaran.

Ketua Posko Mudik Lebaran Kemenhub Junaidi memprediksi puncak arus mudik jalur darat akan terjadi pada H-2 atau Rabu (13/6). Dia mengimbau pemudik tidak mengendarai sepeda motor.

"Prediksi puncak H-2 dan H-3 hari ini dan besok. Imbauan mudik pakai motor sudah diumumkan tidak berlebihan dan tidak boleh membawa barang lebih," ujar Ketua Posko Mudik Lebaran Kemenhub Junaidi kepada wartawan di lokasi.

Naik Kapal Laut
Kemenhub juga mencatat pemudik yang melewati jalur laut sebanyak 615.500 orang. Puncak arus mudik lebaran melalui jalur laut juga diprediksi pada Rabu (13/6).

"Jumlah penumpang laut sampai pukul 13.00 WIB, ada 615.500 orang dari H-15 sampai H-3 ya. (Puncak mudik) Jalur laut diprediksi hari ini dan besok," ujar Ketua Posko Mudik Lebaran Kemenhub Junaidi kepada wartawan di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Junaidi mengatakan, pelabuhan yang terpantau dipadati penumpang yaitu Sampit dan Makassar pada Senin (11/6) kemarin. Namun saat ini kedua pelabuhan itu sudah tidak terpantau padat.

"Ada 52 pelabuhan yaitu kepadatan di Sampit dan Makassar malam kemarin, itu sekarang sudah teratasi semua. Artinya merata semua," ucap Junaidi.

Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di pelabuhan, Kemenhub menyiapkan kapal bantuan yaitu kapal navigasi dan kapal Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP). Kapal bantuan itu hanya untuk mengangkut penumpang jarak dekat lantaran kapasitas cukup kecil.

"Stay kapal ada di 15 pangkalan seperti kapal Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Uban, Bitung, dan Tuwal. Mereka punya kapal kelas 1 dan 3, selain melakukan patroli pengamanan bisa digunakan tentu bukan jarak jauh tapi dekat," jelas dia.

Kemenhub juga melakukan patroli di laut untuk keselamatan penumpang. Kapal patroli yang dikerahkan juga membantu penumpang seperti Madura ke Banyuwangi.

"Namun kondisi tertentu diinstruksikan untuk membantu kelancaran arus mudik selama kondisi tertentu bisa di gunakan, seperti Madura ke Banyuwangi," tutur Junaidi. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Istana Tepis Prabowo Soal Mark Up LRT: Ada Penghematan Rp13 T
Bawaslu: Ada Patroli 24 Jam Antisipasi "Serangan Fajar" Pilkada
Kemenhub Bagi 5.000 Life Jacket ke Operator Kapal Danau Toba
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
KM Sinar Bangun Terdeteksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU