Home  / 
Bertemu di Jakarta
Anwar Ibrahim Puji Masa Reformasi di Pemerintahan Habibie
Senin, 21 Mei 2018 | 18:13:00
SIB/ANT/Akbar Nugroho Gumay
PERTEMUAN HABIBIE DAN ANWAR IBRAHIM : Presiden ketiga RI BJ Habibie (kiri) berjabat tangan dengan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim seusai melakukan pertemuan di Jakarta, Minggu (20/5). Pertemuan sekaligus ajang silaturahmi tersebut membahas isu-isu terkini kedua negara.
Jakarta (SIB) -Mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim bertemu dengan Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Dalam pertemuan tertutup itu, Anwar dan Habibie sempat membicarakan reformasi di Indonesia.

Untuk diketahui, kemarin Indonesia memperingati 20 tahun reformasi. Anwar mengaku terkesan dengan reformasi yang terjadi di Indonesia.

"Reformasi itu di Indonesia bergulir dan mengesankan," kata Anwar, di kediaman Habibie, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (20/5).

Anwar mengatakan, ia dekat dengan orang-orang yang terkait dengan reformasi itu, mulai dari Presiden ke-2 Soeharto, terutama Habibie yang saat itu menggantikan Soeharto usai reformasi. Anwar pun memuji sosok Habibie yang disebutnya pemberani dalam masa reformasi di Indonesia.

"Hanya sosok seseorang yang pemberani yang mampu dalam masa yang sesingkat itu melakukan pembaharuan sebanyak itu. Sama ada badan kehakiman, media, tahanan politik, ekonomi, desentralisasi semua itu dilakukan oleh beliau (Habibie)," ujarnya.

Pembaharuan yang dilakukan Habibie, kata Anwar, sepengetahuannya selama ini terus diperbaiki. Anwar mengatakan, ada dua hal yang harus diperbaiki dalam menjalankan reformasi.

"Pertama korupsi yang dikatakan dibudidayakan itu mesti diberantas, tanpa pilih kasih. Bukan penguasa menentukan, badan bebas penentu," ungkap Anwar.
Kedua, kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Menurutnya, kemiskinan dan kesenjangan ekonomi menjadi salah satu yang harus diperbaiki dalam menjalankan reformasi di suatu negara.

"Kemiskinan kesenjangan pembangunan ekonomi yang dipacu dengan begitu menakjubkan pertumbuhannya investasinya itu bagi saya bermakna," tutur Anwar.
Bukan Hanya karena Politik

Anwar Ibrahim menegaskan dirinya akan memberi dukungan penuh kepada pemerintahan baru Malaysia yang dipimpin Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Anwar mengungkap dukungan tersebut bukan karena politik semata.

"Banyak orang bertanya apa yang menyebabkan saya dekat dengan Pak Mahathir apakah ada politik semata? Saya kira itu tidak benar," ujar Anwar.
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia itu juga menjelaskan dukungan untuk Mahathir juga demi hukum yang bebas dan adil, serta program ekonomi yang diharapkan menghapus kesenjangan.

"Untuk melaksanakan agenda secara spesifik, badan hukum yang bebas, adil, media yang bebas dan program ekonomi yang akan mengurangkan kesenjangan dan menghapuskan kemiskinan memang tokoh-tokoh politik banyak bicara soal menghapuskan kemiskinan tapi yang terhapus orang miskin," tuturnya.

"Anwar anak Malaysia dan bebas dan menjadi konsen untuk melihat kesungguhan pertumbuhan ataupun keterlanjuran daripada agenda ini kita belum puas. Yang menjanjikan langit kalau ungkapan Soekarno jabatan emas setelah mencapai kemederkaan atau kemenangan, sekarang ini diabaikan," tutur Anwar.

Diketahui bahwa Anwar pernah dicopot dari jabatan Wakil PM Malaysia dan dijebloskan ke penjara di pemerintahannya terdahulu. Keduanya sepakat menjalin koalisi setelah mengakhiri konflik yang berlangsung bertahun-tahun.

Kenang Masa Rerformasi
Anwar juga bercerita soal alasannya berkunjung ke rumah Habibie. Menurutnya, kedatangannya karena ia ditelpon oleh Habibie untuk memperingati 20 tahun reformasi dan juga mengenang almarhumah Hasri Ainun Habibie.

"Pak Habibie telepon mengatakan ada kesempatan untuk memperingati 20 tahun reformasi di Indonesia juga kenangan ibu alamarhumah Ainun. Jadi Pak Habibie itu juga usulkan dan mengarahkan. Saya pun bilang ke Azizah (Istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail) kemari esok segera pulang sebab acara akad sumpah Perdana Menteri dan Menteri di istana negara. Tugas saya hanya sebagai pengiring kepada wakil perdana menteri," ujarnya.

Selain itu, Habibie sendiri menyatakan dalam pertemuan itu mereka juga membahas soal globalisasi. Keduanya juga membahas kerja sama ekonomi dan budaya antara Indonesia dan Malaysia.

"Menghadapi globalisasi kita harus bisa kerja sama, perjuangkan bukan kepentingan ekonomi dan budaya saja tapi yang kita perjuangkan adalah peradaban dari budaya, agama, ilmu pengetahuan," ucap Habibie.

"Lihat bagaimana Eropa dulu di antara mereka perang pecah sekarang stop," sambungnya.

Selain itu, Habibie juga menyatakan dirinya dan Anwar punya cita-cita yang sama. Ia menyatakan kebijakan, baik di Indonesia dan Malaysia harus pro rakyat untuk memperbaiki kualitas peradaban.

"Pro rakyat agar rakyat itu bisa terus kualitasnya baik peradabannya," tutur Habibie.

Anwar dan Habibie diketahui sudah lama memiliki hubungan pertemanan. Istri Anwar, Azizah, ikut dalam acara pengajian berkaitan dengan meninggalnya istri BJ Habibie, Hasri Ainun Habibie.

Anwar bebas pada Rabu (16/5) lalu. Setelah bebas dari penjara, Anwar tak ingin terburu-buru kembali ke politik. Ia mengaku ditawari terlibat dalam pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, tapi memilih beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. (detikcom/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bacaleg DPRD SU Jan Rismen Saragih Suarakan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Kapolres Tes Urine Mendadak Personil Satres Narkoba Polres Simalungun
Partai Golkar Simalungun Gelar Rapat Koordinasi Atur Strategi Perolehan Suara di Pileg dan Pilpres 2019
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kelompok Tani di Sumut Dapat Bantuan Hibah Sapi dan Kambing
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU