Home  / 
Mengenal Ayu, Gadis Spiderman Asal Grobogan yang Harumkan Indonesia
Jumat, 11 Mei 2018 | 15:07:01
Aries Susanti Rahayu
GROBOGAN (SIB)- Nama Aries Susanti Rahayu (23) menggema di kancah internasional mengharumkan nama Indonesia. 

Gadis asal Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah itu menjadi peserta tercepat di lomba kategori Speed Climbing Performa pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing - IFSC World Cup 2018 di Chongqing, China. 

Ayu, demikian dia disapa, mengalahkan atlet Rusia, Elena Timofeeva, jawara di sejumlah super series panjat tebing. Pada kejuaraan kali ini Ayu bahkan nyaris memecahkan rekor dunia balapan di dinding panjat vertikal. 

Sebelumnya, dalam video berdurasi pendek yang viral tersebar luas di media sosial mendokumentasikan detik-detik Ayu saat berlaga. 

Bak Spiderman, Ayu melesat cepat memanjat dinding vertikal setinggi 50 kaki dalam hitungan waktu 7,51 detik. Ayu merayap dinamis nyaris tanpa cacat melawan efek gravitasi mengungguli lawannya. 

Kecepatan Ayu mendekati rekor dunia yang pernah ditorehkan atlet Rusia, Iulina Kaplina dengan catatan waktu 7,46 detik. Iulina Kaplina sebagai pemegang rekor dunia juga tampil dalam kejuaraan ini, namun tertinggal di babak penyisihan. 

Bangga 
Perasaan syukur dan haru menyelimuti keluarga kecil Ayu di kampung halamannya yang terpencil. Keluarga petani itu terus saja mengungkapkan perasaan bangga atas prestasi Ayu yang telah menorehkan tinta emas dalam kejuaraan panjat tebing dunia. 

Ibunda Ayu, Maryati (46) sesekali menghela nafas, tak kuasa meneteskan air mata saat menceritakan perjuangan putri bungsunya itu. Ayu yang lahir dalam lingkungan keluarga sederhana memang dikenal gemar berolahraga sejak kecil. 

"Bangga, menangis dan senang Ayu bisa seperti itu. Kami ini orang desa dan keluarga petani," tutur Maryati saat ditemui, Rabu (9/5). 

Menurut Maryati, Ayu memulai karir dalam bidang olahraga sejak duduk di bangku kelas 5 SD. Saat itu Ayu menekuni cabang olahraga lari hingga memenangkan berbagai kejuaraan. Sampai saat ini pun, Ayu yang menginjak semester 3 di Universitas Muhammadiyah Semarang, Jateng masih sering berolahraga lari. 

"Saat ini saja masih lari-lari kalau pulang ke rumah. Awal SMP, Ayu mengikuti ekstra voli dan kelas 2 SMP diarahkan gurunya ke olahraga panjat tebing. Sejak saat itu ia terus saja meraih juara dalam panjat tebing. Mulai dari nasional, Asia dan internasional. Medalinya ada puluhan mas," terang Maryati yang pernah merantau menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi ini. 

Keluarga Ayu terus saja mendukung apa yang telah digeluti anak ketiganya itu hingga saat ini. Meskipun setiap saat tidak bisa mendampingi Ayu mengikuti perlombaan demi perlombaan, pihak keluarga mengaku selalu menyaksikan sepak terjang Ayu saat berlaga melalui Youtube. 

"Kemarin kami juga lihat di Youtube. Was-was takut kenapa-kenapa. Dag-dig-dug juga. Alhamdulilah juara. Kami langsung berteriak dan menangis ketika Ayu mengalahkan lawannya," kata Maryati. 

Dijelaskan Maryati, dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, Ayu dikenal berkepribadian baik serta rajin beribadah. "Ayu itu anak baik, rajin shalat dan tomboi anaknya," kata Maryati. 

Kuliah Bayar Sendiri 
Menekuni cabang olahraga yang memacu adrenalin ternyata menjadi berkah tersendiri bagi bungsu pasangan S Sanjaya (55) dan Maryati (46). 
Uang yang diperoleh Ayu atas kiprahnya dalam menjuarai perlombaan panjat tebing dikumpulkannya untuk bekal melanjutkan studi hingga ke jenjang perguruan tinggi. 

"Uang hasil jerih payah Ayu digunakan untuk membiayai kuliahnya sendiri tanpa merepotkan orangtuanya," pungkas Maryati. 

Sejak menjadi mahasiswi, Ayu jarang pulang karena ia harus fokus berlatih panjat tebing bersama para atlet panjat tebing lainnya. 

Saat ini posisi Ayu masih di China. Sepulangnya dari China, Ayu pun masih harus berlatih kembali mempersiapkan fisik untuk berlaga di Asian Games. 
"Ayu itu jarang pulang rumah. Awal-awal puasa sepertinya pulang ke rumah. Ini masih di China dan menghadapi persiapan mengikuti Asian Games. Kami bangga pada Ayu dan hanya bisa memberikan doa dan dukungan. Semoga apa yang dicita-citakan tercapai," pungkas Maryati. (Kompas.com/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU